Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

6 Bulan Diet Ayam Rebus, Influencer Ini Nyaris Kehilangan Nyawa

Vina Oktiani - wolipop
Minggu, 28 Des 2025 07:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Healthy lifestyle and nutrition concept. Blue jeans with a measuring tape instead of a belt. Close up of jeans with a measuring tape around the waist. Top of the jeans trousers on a wooden background. Diet, sports, weight loss.
Foto: Getty Images/Gerasimov174
Jakarta -

Menurunkan berat badan sering kali menjadi tujuan banyak orang, terutama demi mendapatkan bentuk tubuh yang lebih ideal. Namun, di balik keinginan tersebut, menjaga keseimbangan nutrisi tetap menjadi hal utama yang tidak boleh diabaikan. Kisah diet berikut ini menjadi contoh nyata bagaimana pola makan yang terlalu ekstrem dapat berdampak serius bagi kesehatan.

Melansir Oddity Central, seorang influencer muda asal China hampir kehilangan nyawanya setelah menjalani diet rendah lemak selama enam bulan. Selama periode tersebut, ia hanya mengonsumsi dada ayam rebus dan kembang kol setiap hari, dengan tambahan kentang rebus sesekali. Pola makan ini dilakukan secara konsisten demi menurunkan berat badan dalam waktu singkat.

Perjuangannya sempat mendapat banyak pujian dari para pengikut di media sosial. Ia dikenal sangat disiplin dalam menjalani diet hingga dijuluki sebagai sosok inspiratif. Berat badannya memang berhasil turun, tetapi keberhasilan tersebut dibayar mahal oleh kondisi kesehatannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam beberapa bulan, tubuhnya mulai menunjukkan tanda kelelahan. Ia sering merasa lemas, mudah capek, dan kondisi kulitnya tampak kusam. Sayangnya keluhan tersebut selalu diabaikan hingga akhirnya ia mengalami nyeri perut hebat dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan kadar enzim amilase dalam tubuh influencer itu meningkat hingga jauh di atas batas normal. Kondisi tersebut menyebabkan pankreas mengalami peradangan parah atau pankreatitis akut, yang tergolong sebagai penyakit serius dan berisiko mengancam nyawa.

ADVERTISEMENT

Dokter menyimpulkan bahwa kondisi tersebut kemungkinan besar dipicu oleh diet rendah lemak yang dijalani terlalu lama. Pola makan yang terlalu membatasi jenis nutrisi dapat mengganggu kerja sistem pencernaan dan fungsi organ tubuh.

Para ahli mengingatkan bahwa penurunan berat badan sebaiknya dilakukan dengan cara yang sehat dan seimbang. Mengurangi asupan kalori tetap diperbolehkan, tetapi tubuh tetap membutuhkan lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral dalam jumlah cukup. Diet ekstrem mungkin terlihat efektif, namun risiko kesehatannya bisa sangat besar.

(vio/vio)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads