Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya

Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 06 Jan 2026 13:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Nasi Porang untuk Diet
Foto: Getty Images/Cook Shoots Food
Jakarta -

Berencana mengonsumsi beras porang untuk diet? Benarkah beras porang bagus untuk diet?

Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap risiko obesitas dan diabetes akibat konsumsi karbohidrat sederhana yang berlebihan, banyak orang mulai mencari bahan pangan pokok selain nasi putih. Beras porang kemudian muncul sebagai salah satu pilihan yang dinilai lebih 'ramah' bagi tubuh, khususnya bagi pelaku diet dan penderita gangguan metabolik.

Klaim bahwa beras porang rendah kalori, minim gula, dan mampu membuat kenyang lebih lama membuatnya dianggap sebagai solusi bagi masalah berat badan dan lonjakan gula darah. Namun benarkah beras porang memang sebagus itu untuk diet? Apakah kandungan gizinya benar-benar lebih unggul dibandingkan beras biasa?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penting memahami kandungan beras porang serta cara kerja beras porang di dalam tubuh.

Mengenal Beras Porang

Beras porang merupakan produk olahan dari umbi porang (Amorphophallus muelleri), sejenis tanaman umbi-umbian yang juga dikenal dengan nama iles-iles, konjac, atau coblok. Tanaman ini telah lama dimanfaatkan di berbagai negara, terutama Jepang, sebagai bahan utama pembuatan mie shirataki dan konyaku yang populer sebagai makanan rendah kalori.

ADVERTISEMENT

Di Indonesia, porang sebenarnya bukan tanaman baru. Umbi ini dapat tumbuh di berbagai jenis tanah dengan ketinggian 0 sampai 700 meter di atas permukaan laut. Selama ini, porang lebih dikenal sebagai komoditas ekspor bahan baku industri.

Pengolahannya sebagai beras mulai menarik perhatian karena dinilai berpotensi menjadi pengganti nasi. Kandungan serat larut yang tinggi dalam umbi porang membuatnya memiliki efek mengenyangkan yang kuat.

Hal tersebut yang menjadi alasan utama mengapa beras porang sering dikaitkan dengan program penurunan berat badan dan pengaturan pola makan sehat.

Perbedaan Beras Biasa, Beras Porang, dan Shirataki

Nasi shiratakiNasi porang. Foto: Getty Images/iStockphoto/jackstudio

Sebagai makanan pokok, beras putih masih mendominasi konsumsi masyarakat Indonesia. Beras ini umumnya diolah menjadi nasi, namun juga bisa dijadikan berbagai makanan tradisional seperti intip, jadah, hingga bubur.

Meski mengenyangkan, kandungan karbohidratnya yang tinggi membuat sebagian orang perlu membatasi konsumsinya. Sementara beras porang dan beras shirataki kerap dianggap sama, padahal keduanya memiliki perbedaan.

Shirataki biasanya dibuat hampir seluruhnya dari konjac dan memiliki tekstur kenyal serta kandungan kalori yang sangat rendah. Sementara itu, beras porang umumnya merupakan campuran tepung porang dengan tepung beras sehingga bentuk dan rasanya lebih mendekati nasi biasa.

Secara visual, beras porang memiliki warna yang cenderung lebih cokelat dibandingkan beras putih. Selain itu, proses memasaknya juga relatif lebih singkat sehingga praktis untuk dikonsumsi sehari-hari.

Perbandingan Kandungan Gizi Nasi Putih VS Porang

Ilustrasi Diet Beras

Foto: Getty Images/iStockphoto/JackF

Dari sisi kandungan gizi, perbedaan antara beras putih dan beras porang cukup signifikan. Dalam 100 gram beras putih, terkandung sekitar:

360 kkal energi
6,6 gram protein
0,58 gram lemak
79,34 gram karbohidrat

Angka tersebut menunjukkan bahwa beras putih merupakan sumber energi utama, namun juga tinggi karbohidrat. Sebaliknya, beras porang memiliki kandungan energi yang jauh lebih rendah. Dalam 100 gram beras porang, hanya terdapat sekitar:

40 kkal energi
1 gram protein
1,50 gram lemak
6 gram karbohidrat

Perbedaan inilah yang membuat beras porang sering dianggap lebih cocok untuk diet rendah kalori dan rendah karbohidrat. Tak hanya itu, beras porang juga mengandung glukomanan dalam jumlah tinggi, mencapai sekitar 65%. Glukomanan merupakan serat larut air yang berperan besar dalam mengontrol rasa lapar.

Glukomanan bekerja dengan cara menyerap air dan mengembang di dalam lambung sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama. Zat ini juga diketahui dapat menurunkan kadar hormon ghrelin berfungsi merangsang rasa lapar.

Dengan mekanisme tersebut, konsumsi beras porang dinilai efektif membantu mengontrol asupan kalori harian. Inilah alasan mengapa beras porang sering direkomendasikan bagi kamu yang sedang menjalani diet penurunan berat badan atau ingin menjaga tubuh tetap stabil.

Selain itu, glukomanan juga berperan dalam memperlambat penyerapan gula di dalam darah sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Manfaat Beras Porang untuk Diet Sehat

Ilustrasi Diet

Foto: iStockphoto/Getty Images/P Stock

Salah satu manfaat utama beras porang adalah membantu menurunkan berat badan. Kandungan serat dan karbohidrat kompleksnya membuat perut kenyang lebih lama sehingga frekuensi makan bisa berkurang secara alami.

Selain itu, beras porang juga bermanfaat dalam mengontrol kadar gula darah. Karena hampir tidak mengandung gula sederhana, beras ini dinilai aman dikonsumsi oleh penderita diabetes atau kamu yang ingin mencegah lonjakan gula darah.

Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi glukomanan secara rutin dapat menurunkan risiko penyakit pembuluh darah. Manfaat lainnya bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.

Eksplorasi terkait glukomanan menyebutkan bahwa porang berpotensi mengurangi risiko tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, serta resistansi insulin yang kerap menjadi pemicu penyakit kronis.

Jadi, benarkah beras porang bagus untuk diet turun berat badan?

Melihat kandungan gizi dan manfaatnya, beras porang memang memiliki potensi besar sebagai makanan pendukung diet. Rendah kalori, rendah karbohidrat, serta tinggi serat menjadikannya alternatif yang lebih sehat dibandingkan beras putih, terutama bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan atau menjaga kesehatan metabolik.

Meski demikian, konsumsi beras porang tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan pola makan seimbang. Beras porang bukan solusi instan, melainkan bagian dari gaya hidup sehat yang perlu didukung dengan asupan gizi lain, olahraga, dan kebiasaan lifestyle yang baik.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads