Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Kisah Wanita 62 Tahun Hamil Lagi Setelah Anaknya Meninggal, Jadi Kontroversi

Rahmi Anjani - wolipop
Jumat, 09 Jan 2026 14:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi Ibu Hamil
Foto: Getty Images/iStockphoto/torwai
Jakarta -

Banyak wanita berusaha memiliki anak dengan berbagai cara, termasuk bayi tabung. Namun keputusan seorang ibu untuk punya keturunan lagi menuai hujatan. Di usia 60an, wanita tersebut mengandung lagi setelah putra satu-satunya meninggal dunia. Karena itu, keputusannya jadi kontroversial.

Seorang wanita asal Songyuan, provinsi Jilin, timur laut China jadi viral karena kehamilannya. Baru hamil untuk kedua kalinya namun kandungannya menuai perdebatan karena ia sudah berusia 62 tahun. Dilansir Dahe News, ia memulai program bayi tabung setelah anaknya meninggal pada Januari 2025. Ia pun tak sabar menanti kehadiran anak kedua, diperkirakan tiga bulan lagi.

"Kurasa bayinya akan lahir sebelum tanggal perkiraan lahir," kata wanita berambut putih dalam video yang diunggah adiknya pada Desember lalu. "Bayi itu suka menendang perutku. Aku merasa setiap kali aku makan makanan manis, bayi cenderung aktif," tambahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ibu hamil di usia 92 tahunIbu hamil di usia 92 tahun Foto: Weibo


Di China, dokter sebenarnya dilarang memberi tahu jenis kelamin janin karena khawatir akan digugurkan. Namun ia sendiri sudah cukup yakin akan melahirkan anak lelaki yang diharap bisa menjadi pengganti mendiang putranya. "Banyak orang mengatakan kepadaku karena aku suka makan makanan manis akhir-akhir ini, bayi yang kukandung seharusnya laki-laki. Jadi ini adalah kembalinya putraku," katanya.

Dikatakan wanita tersebut menjalani pemeriksaan lebih sering daripada wanita hamil yang lebih muda. Ia biasanya ditemani adik perempuan yang membagikan video tersebut secara online menggunakan akun 'Xiao Wei'.

ADVERTISEMENT

"Pada prinsipnya, kami tidak menganjurkan wanita untuk hamil di usia yang sangat tua karena mereka menghadapi risiko yang sangat tinggi. Kemungkinan komplikasi selama kehamilan meningkat berkali-kali lipat dibandingkan dengan wanita hamil yang lebih muda. Mereka hanya dapat memilih operasi caesar, tetapi operasi tersebut juga berisiko bagi mereka," kata Chen Min, dokter kandungan senior di Rumah Sakit No. 1 Harbin di provinsi Heilong, dilansir SCMP.

Meski sejauh ini dokter mengatakan kehamilannya aman, banyak orang yang mengkhawatirkan kesehatan ibu dan bayinya. Adapun sejumlah orang juga mendukung keputusan wanita tersebut yang menginginkan seorang anak untuk menjadi pelipur rasa sedihnya.

Ibu hamil di usia 92 tahunIbu hamil di usia 92 tahun Foto: Weibo


"Apakah kamu memiliki energi yang cukup untuk merawat anak? Terlebih lagi, jika kamu dan suami meninggal, anak kamu akan menjadi yatim piatu di usia muda. Bahkan setelah dewasa, ia akan tetap merasa sedih melihat orang tua teman-temannya masih hidup,"

"Seseorang membutuhkan jangkar emosional dan dukungan spiritual untuk terus hidup. Inilah motivasi hidup," kata netizen.

Xiao Wei sendiri menanggapi kontroversi tersebut dengan santai. Ia mengaku kakaknya memang butuh semangat hidup setelah ditinggal anak satu-satunya. "Tidak ada yang mengerti keteguhan hati saudara perempuanku. Tidak ada yang mengerti rasa sakit karena kehilangan satu-satunya anaknya," ujarnya.

(ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads