Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

9 Cara Menerapkan Sleep Hygiene agar Tidur Lebih Nyenyak Setiap Malam

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Sabtu, 10 Jan 2026 19:01 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Young female sleeping peacefully in her bedroom at night, relaxing
Ilustrasi tidur. Foto: Getty Images/Damir Khabirov
Jakarta -

Kualitas tidur yang baik sangat berpengaruh terhadap kesehatan secara keseluruhan. Mulai dari daya tahan tubuh, suasana hati, hingga konsentrasi dan produktivitas sehari-hari.

Sayangnya, tidak sedikit orang yang masih kesulitan tidur nyenyak di malam hari, entah karena pikiran yang sulit tenang, kebiasaan begadang, atau rutinitas harian yang kurang mendukung waktu istirahat. Jika kamu termasuk yang struggling untuk bisa tidur pulas, penting untuk mulai menerapkan sleep hygiene.

Apa itu sleep hygiene? Secara sederhana, sleep hygiene adalah kumpulan kebiasaan sehat yang membantu tubuh mendapatkan tidur berkualitas. Kebiasaan ini tidak hanya dilakukan menjelang tidur, tetapi juga sepanjang hari karena pola aktivitas, makanan, dan paparan cahaya sangat memengaruhi kualitas istirahat malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut sejumlah cara menerapkan sleep hygiene agar tidur lebih nyenyak dan tubuh lebih bugar, seperti dirangkum Wolipop dari berbagai sumber.

1. Tetapkan Jadwal Tidur yang Konsisten

Usahakan tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, termasuk saat akhir pekan. Kebiasaan ini membantu mengatur jam biologis tubuh sehingga kamu lebih mudah terlelap dan bangun dengan segar.

ADVERTISEMENT

Idealnya, pastikan waktu tidurmu memungkinkan tubuh beristirahat selama 7-8 jam setiap malam.

2. Buat Rutinitas Malam yang Menenangkan

Rutinitas sebelum tidur membantu tubuh mengenali bahwa waktunya untuk beristirahat. Mulailah sekitar 30-60 menit sebelum tidur.

Kamu bisa mandi air hangat, melakukan peregangan ringan, meditasi singkat, mendengarkan musik lembut, atau membaca buku. Hindari membaca dari gadget karena cahaya biru dari layar bisa mengganggu produksi hormon tidur.

3. Jauhkan Gadget Sebelum Tidur

Ponsel, tablet, dan laptop memancarkan cahaya biru yang dapat menurunkan kadar melatonin-hormon yang mengatur siklus tidur dan bangun. Selain itu, notifikasi, getaran, atau cahaya layar yang tiba-tiba menyala di malam hari bisa mengganggu tidur tanpa disadari. Sebaiknya matikan atau letakkan gadget jauh dari tempat tidur.

4. Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik selama 30 menit per hari dapat meningkatkan kualitas tidur sekaligus kesehatan tubuh secara keseluruhan. Berolahraga di luar ruangan memberi manfaat tambahan karena paparan cahaya alami membantu mengatur ritme sirkadian.

Namun, hindari olahraga berat satu hingga dua jam sebelum tidur karena bisa meningkatkan suhu tubuh dan energi, sehingga sulit terlelap.

5. Batasi Konsumsi Kafein

Efek kafein bisa bertahan hingga 3-7 jam setelah dikonsumsi. Itu sebabnya, kopi atau teh di sore hari bisa membuat kamu tetap terjaga hingga malam. Setiap orang memiliki toleransi kafein yang berbeda, tetapi sebaiknya batasi konsumsi kafein di pagi atau siang hari saja.

6. Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman

Kamar tidur yang nyaman membantu kamu lebih mudah tidur dan mempertahankan kualitas istirahat. Suhu ideal kamar tidur berkisar antara 15-19 derajat Celsius.
Gunakan kasur, bantal, dan sprei yang nyaman. Jika kamar terlalu terang, pertimbangkan tirai gelap atau penutup mata agar suasana tetap gelap saat tidur.

7. Batasi Tidur Siang

Tidur siang terlalu lama atau terlalu sore bisa mengganggu tidur malam. Jika perlu tidur siang, batasi maksimal 20 menit dan hindari tidur siang di sore hari.

8. Hindari Makan Besar Menjelang Tidur

Makan dalam porsi besar sebelum tidur dapat menurunkan kualitas tidur dan memicu naiknya asam lambung. Selain itu, alkohol dan nikotin juga sebaiknya dihindari karena bisa membuat tidur lebih gelisah dan tidak nyenyak.

9. Atur Paparan Cahaya

Paparan cahaya alami di pagi dan siang hari membantu mengatur jam biologis tubuh. Sebaliknya, mengurangi cahaya terang di malam hari membantu tubuh memproduksi hormon yang dibutuhkan untuk tidur lebih nyenyak.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads