Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Kamis, 08 Jan 2026 13:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi jerawat hidung
Foto: Getty Images/PRImageFactory
Jakarta -

Bulu hidung yang tumbuh lebat hingga terlihat mencuat dari lubang hidung memang bisa mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri. Tak sedikit orang memilih cara instan untuk mengatasinya, mulai dari mencabut dengan pinset hingga waxing.

Namun perlu diwaspadai, kebiasaan mencabuti bulu hidung ternyata bisa membahayakan kesehatan dan sebaiknya dihindari.

Meski sering dianggap sepele dan mengganggu, bulu hidung memiliki fungsi penting bagi tubuh. Bulu ini merupakan garis pertahanan pertama yang melindungi saluran pernapasan dari bakteri, alergen, hingga kotoran yang masuk lewat hidung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menghilangkan bulu hidung akan membuat rongga hidung dan sinus menjadi sangat rentan terhadap apa pun yang masuk," ujar Dr. Julie Russak, dokter kulit sekaligus pendiri Russak Dermatology Clinic di New York, seperti dikutip dari Women's Health Mag.

"Akibatnya, kamu jadi lebih mudah mengalami serangan alergi, sinusitis, dan infeksi saluran pernapasan," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Apa Sebenarnya Fungsi Bulu Hidung?

Secara medis, bulu hidung dikenal dengan sebutan cilia. Rambut ini lebih pendek, lebih tebal, dan teksturnya lebih kasar dibandingkan rambut di kepala.

"Karakteristik tersebut memungkinkan bulu hidung berfungsi sebagai penyaring di pintu masuk sistem pernapasan," jelas Dr. Donald B. Yoo, dokter bedah plastik wajah di Los Angeles.

Berbeda dari rambut kepala yang memiliki fase pertumbuhan panjang, bulu hidung tumbuh relatif pendek namun berkelompok dan padat.

"Sifatnya yang kasar dan kaku membuat bulu hidung efektif menyaring partikel asing. Fungsi ini semakin optimal dengan adanya sebum dan lendir yang melapisinya," kata Dr. Donald.

Sifat inilah yang menjadikan bulu hidung sangat penting dalam melindungi tubuh dari polusi, bakteri, dan virus-meski sering dianggap mengganggu secara estetika.

Cara Paling Aman 'Menghilangkan' Bulu Hidung

Jika ingin merapikan bulu hidung, menggunting atau memotong adalah cara paling aman.

"Memotong bulu hidung mengurangi risiko trauma pada folikel, sekaligus tetap mempertahankan sebagian panjang rambut agar fungsi penyaringnya tidak hilang," kata Dr. Donald.

Gunakan gunting khusus bulu hidung dengan ujung melengkung atau electric nose trimmer. Alat elektrik biasanya dilengkapi pelindung sehingga tidak bersentuhan langsung dengan kulit sensitif di dalam hidung.

Desain ini membantu menghilangkan bagian rambut yang terlihat saja tanpa melukai folikel. Namun, jangan lupa membersihkan alat secara rutin.

"Bakteri bisa menumpuk pada alat dan berpindah kembali ke rongga hidung. Luka kecil sekalipun bisa menjadi pintu masuk infeksi," jelas Dr. Donald.

Hindari Mencabut atau Waxing Bulu Hidung

Mencabut atau waxing bulu hidung bukan hanya menyakitkan, tapi juga berisiko tinggi. Cara ini meninggalkan luka-luka kecil di dalam rongga hidung yang hangat dan lembap-kondisi ideal bagi bakteri berkembang.

"Area vestibulum hidung bersifat hangat, lembap, dan banyak bakteri," kata Dr. Madeleine Herman, dokter THT di SCENT Houston.

"Mencabut atau waxing bisa merusak folikel rambut dan melukai lapisan dalam hidung, sehingga bakteri lebih mudah masuk," terangnya.

Risikonya tidak berhenti di situ. Dalam kasus yang jarang namun serius, infeksi di area hidung bisa menyebar melalui pembuluh darah dan berpotensi menjalar ke otak.

Kesalahan terbesar yang sering dilakukan banyak orang adalah berusaha menghilangkan bulu hidung sepenuhnya. Padahal, pendekatan paling aman dan efektif adalah merapikan secukupnya dengan gunting, bukan mencabut hingga ke akar.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads