ADVERTISEMENT

Dampak Kesehatan Mental Pada Siklus Haid dan Masalah Keputihan

R Chairini Putong - wolipop Jumat, 26 Agu 2022 14:15 WIB
IU saat berperan dalam drama Korea My Mister IU dalam drama Korea My Mister. Foto: dok. tvN
Jakarta -

Saat dihadapkan pada situasi tak terduga, kita cenderung memikirkan segala sesuatu secara berlebihan alias overthinking. Hal itu tidak hanya memicu stres yang mempengaruhi kesehatan mental, tetapi juga membawa dampak buruk bagi kesehatan reproduksi.

Pasalnya fisik dan mental tubuh berkaitan erat dengan satu sama lain. Gangguan siklus bulanan, keputihan berlebih, dan mood swing yang tidak terkendali merupakan tanda yang perlu diwaspadai akibat stres berlebih.

Hal itu diungkap oleh Psikolog Influencer, Indah Sundari Jayanti, M.Psi saat menghadiri acara talkshow Betadine di Lotte Shopping Avenue pada Kamis (25/8/2022). Pemilik akun Instagram @sundariindah itu pun mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan area kewanitaan.

Talkshow Betadinedr. Imran Agus Nurali, Sp.KO (TBC), Dr. dr. Tofan Widya Utami, Sp.OG (K), Indah Sundari Jayanti, M.Psi Foto: dok. R Chairini Putong/Wolipop

"Menjaga kebersihan area kewanitaan juga penting dilakukan untuk membantu mengurangi gangguan pada area kewanitaan dan menciptakan rasa nyaman bagi perempuan, sehingga dapat membantu perempuan mengatasi kondisi stres," imbau sang Psikolog Influencer.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Dr. dr. Tofan Widya Utami, Sp.OG (K) kemudian menyampaikan hal senada. Menurutnya, stres berlebih dan kurang terjaganya kebersihan area kewanitaan dapat memicu kelainan dan memperparah masalah di area tersebut.

Cara menjaga kesehatan area kewanitaan pun tidak sulit dilakukan. Dokter Tofan menyarankan penggunaan sabun pembersih khusus daerah kewanitaan maupun sabun antiseptik saat mandi. Namun, sabun pembersih khusus daerah kewanitaan sendiri baiknya tidak digunakan setiap hari.

"Area kewanitaan yang tampak dari luar ini sesungguhnya adalah vulva yang justru harus dijaga kebersihannya dengan cara yang sangat sederhana, di mana dapat dibasuh dan dibersihkan dengan sabun yang digunakan pada saat mandi."

"Dikarenakan kulit yang dilapisi tubuh kita juga terdapat mikroflora dan juga kuman patogen, maka dianjurkan menggunakan sabun antiseptik dan dilanjutkan dengan sabun yang cukup lembut agar tidak mengakibatkan kulit menjadi kering," jelas Dokter Tofan.



Simak Video "Bedanya Cemas di Quarter Life Crisis dan Anxiety Disorder"
[Gambas:Video 20detik]
(rcp/rcp)