Bersikap 'Fake' Bisa Bikin Kamu Lebih Gampang Sakit, Ini Penyebabnya

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 21 Feb 2022 09:46 WIB
Ilustrasi Sakit Flu Foto: shutterstock
Jakarta -

Emosi memang tak selalu harus ditunjukkan. Dalam situasi di mana kita dituntut untuk menutupi perasaan yang sejujurnya, bersikap 'fake' bisa menghindarkan dari masalah. Tapi terlalu sering menyembunyikan reaksi atau maksud hati sebenarnya juga tidak bagus untuk kesehatan. Tak hanya menyiksa mental, berpura-pura juga bisa bikin kamu lebih gampang sakit.

Bersikap 'fake' tak selalu buruk jika dilakukan di saat-saat yang tepat. Tapi pakar kesehatan menyarankan bahwa terlalu sering memalsukan perasaan bisa berdampak pada kesehatan karena bisa menurunkan imun Misalnya ketika seseorang berpura-pura baik-baik saja padahal hatinya berkata tidak, hal itu justru dapat menyebabkan stres dan membuat tubuh gampang sakit.

Otak Jadi Terlalu Banyak Bekerja
Menutupi emosi atau perasaan yang sebenarnya mungkin bisa menjauhkan kamu dari masalah untuk sementara. Tapi jika dilakukan dalam jangka panjang, hal tersebut justru akan menguras energi dan nantinya berdampak pada kesehatan. Ketika berbohong dengan diri sendiri, otak jadi terlalu banyak bekerja dan fokus jadi bercabang karena kamu harus bersikap yang tidak sewajarnya.

"Ini artisnya secara kognitif, lebih banyak usaha yang dibutuhkan dan lebih menguras secara emosional. Selagi kamu mencoba untuk merespon dengan cara yang berbeda dari yang secara insting kamu seharusnya lakukan, kamu lebih butuh banyak kekuatan otak," ungkap Frederique Murphyp penulis dan pakar strategi pola pikir.

'Fake' Menyebabkan Stres
Selain membuat otak jadi terlalu banyak bekerja dan kehilangan fokus, bersikap 'fake' bisa menyebabkan stres karena naiknya kortisol atau hormon stres. Hormon tersebut dapat mempengaruhi kerja tangan, lutut, otot, pipi, detak jantung, dan napas. Hal itu berarti berpura-pura bukan hanya mempengaruhi otak tapi juga keseluruhan tubuh.

"Semakin sering kamu berpura-pura, semakin tinggi stres yang kamu alami, dan semakin banyak kortisol yang diproduksi. Itu bisa melemahkan sistem imun dan kamu lebih mudah terjangkit pilek dan flu," kata Frederique dikutup dari DailyMail.

Untuk meminimalisir dampak dari bersikap 'fake', Frederique mengungkap beberapa cara yang bisa dilakukan. Kamu yang tidak selalu bisa mengungkap perasaan atau bertingkah sesuai kehendak, dapat menulis apa yang dirasakan dan dialami lewat jurnal. Hal itu bisa jadi alternatif untuk relaksasi, melepaskan penat sekaligus berdialog dengan diri sendiri. Bisa juga dengan teknik pernapasan dan latihan mengatur emosi untuk bersikap tenang tanpa harus merasa berpura-pura.

(ami/ami)