Bersikap 'Fake' Bisa Bikin Kamu Lebih Gampang Sakit, Ini Penyebabnya
Emosi memang tak selalu harus ditunjukkan. Dalam situasi di mana kita dituntut untuk menutupi perasaan yang sejujurnya, bersikap 'fake' bisa menghindarkan dari masalah. Tapi terlalu sering menyembunyikan reaksi atau maksud hati sebenarnya juga tidak bagus untuk kesehatan. Tak hanya menyiksa mental, berpura-pura juga bisa bikin kamu lebih gampang sakit.
Bersikap 'fake' tak selalu buruk jika dilakukan di saat-saat yang tepat. Tapi pakar kesehatan menyarankan bahwa terlalu sering memalsukan perasaan bisa berdampak pada kesehatan karena bisa menurunkan imun Misalnya ketika seseorang berpura-pura baik-baik saja padahal hatinya berkata tidak, hal itu justru dapat menyebabkan stres dan membuat tubuh gampang sakit.
Baca juga: 5 Bacaan Doa Ketika Sakit Agar Lekas Sembuh |
Otak Jadi Terlalu Banyak Bekerja
Menutupi emosi atau perasaan yang sebenarnya mungkin bisa menjauhkan kamu dari masalah untuk sementara. Tapi jika dilakukan dalam jangka panjang, hal tersebut justru akan menguras energi dan nantinya berdampak pada kesehatan. Ketika berbohong dengan diri sendiri, otak jadi terlalu banyak bekerja dan fokus jadi bercabang karena kamu harus bersikap yang tidak sewajarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini artisnya secara kognitif, lebih banyak usaha yang dibutuhkan dan lebih menguras secara emosional. Selagi kamu mencoba untuk merespon dengan cara yang berbeda dari yang secara insting kamu seharusnya lakukan, kamu lebih butuh banyak kekuatan otak," ungkap Frederique Murphyp penulis dan pakar strategi pola pikir.
'Fake' Menyebabkan Stres
Selain membuat otak jadi terlalu banyak bekerja dan kehilangan fokus, bersikap 'fake' bisa menyebabkan stres karena naiknya kortisol atau hormon stres. Hormon tersebut dapat mempengaruhi kerja tangan, lutut, otot, pipi, detak jantung, dan napas. Hal itu berarti berpura-pura bukan hanya mempengaruhi otak tapi juga keseluruhan tubuh.
Baca juga: 5 Vitamin yang Bagus untuk Daya Tahan Tubuh |
"Semakin sering kamu berpura-pura, semakin tinggi stres yang kamu alami, dan semakin banyak kortisol yang diproduksi. Itu bisa melemahkan sistem imun dan kamu lebih mudah terjangkit pilek dan flu," kata Frederique dikutup dari DailyMail.
Untuk meminimalisir dampak dari bersikap 'fake', Frederique mengungkap beberapa cara yang bisa dilakukan. Kamu yang tidak selalu bisa mengungkap perasaan atau bertingkah sesuai kehendak, dapat menulis apa yang dirasakan dan dialami lewat jurnal. Hal itu bisa jadi alternatif untuk relaksasi, melepaskan penat sekaligus berdialog dengan diri sendiri. Bisa juga dengan teknik pernapasan dan latihan mengatur emosi untuk bersikap tenang tanpa harus merasa berpura-pura.
(ami/ami)
Pakaian Pria
Bowtie Hitam atau Dasi Motif? Cara Aman Tampil Rapi di Acara Penting
Pakaian Wanita
Cari Jeans yang Nyaman dan Tetap Keren? Pilih Jeans Ini Untuk Tampil Percaya Diri di 2026!
Pakaian Pria
Investment Piece Under 500K! Rekomendasi Ikat Pinggang Pria yang Bikin Celana Lebih Rapi & Proporsional
Kesehatan
Sering Mobilisasi & Terpapar Polusi? Ini Pilihan Masker Medis yang Nyaman Dipakai Sehari-Hari!
Kisah Wanita 62 Tahun Hamil Lagi Setelah Anaknya Meninggal, Jadi Kontroversi
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
Viral 'Poverty Challenge' Bikin Murka, Pamer Mi Instan di Atas Ferrari
Ramalan Shio 2026
Rezeki Mengalir Deras! 5 Shio Paling Beruntung di Tahun 2026
60 Ucapan Terima Kasih untuk Mengapresiasi Diri Sendiri, Menguatkan Hati
Halo Lip, Tren Makeup 2026 yang Memberi Efek Bibir Penuh Alami











































