Cerita Pilu Pria Positif Corona Saksikan Pemakaman Ibu dari Ponsel

Gresnia Arela Febriani - wolipop Kamis, 01 Jul 2021 14:06 WIB
Kisah pria yang menceritakan kisah pilunya menyaksikan pemakanan ibunda tercinta melalui video call. Foto: Dok. Tangkap layar akun TikTok @rizalrhmn01.
Bandung -

Belum lama ini viral tentang seorang pria yang menyaksikan pemakaman sang ibunda yang meninggal setelah terpapar COVID-19. Sang pria hanya bisa menyaksikan pemakaman itu dengan pilu dari layar ponsel karena dia juga terinfeksi virus Corona.

Kisah tersebut dibagikan oleh Rizal Rahman lewat akun TikTok @rizalrhmn01. Dalam video itu Rizal memperlihatkan momen saat video call bersama ibunda, Yayah Rokayah yang sedang memakai selang oksigen. Momen itu terjadi sebelum ibunya meninggal dunia setelah berjuang melawan infeksi COVID-19.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raaji'un mamah. Aku sama mamah lagi COVID-10 kan, mamah isolasi di rumah sakit sedangkan aku isolasi di rumah. Padahal aku sama mamah sorenya sempat vc dulu dia bilang sudah sehat terus pengen pulang katanya," tulis akun TikTok @rizalrhmn01. Kisah viralnya KLIK DISINI.

Kisah pria yang menceritakan kisah pilunya menyaksikan pemakanan ibunda tercinta melalui video call.Kisah pria yang menceritakan kisah pilunya menyaksikan pemakanan ibunda tercinta melalui video call. Foto: Dok. Tangkap layar akun TikTok @rizalrhmn01.

Wolipop menghubungi Rizal Rahman yang mengunggah video tersebut di akun TikToknya. Dia mengungkapkan bagaimana awalnya sang ibu merasakan infeksi virus Corona. Pada 10 Mei 2021, ibunya meriang secara tiba-tiba.

Semakin hari, ibunya mulai sesak nafas dan diare yang tak kunjung sembuh. Pada 12 Mei 2021, dokter mendiagnosa jika ibunya mengalami sakit lambung.

"Nah, di situ minum obat ya tapi gitu nggak sembuh-sembuh malah pusing banget katanya. Nah kan itu malam takbiran, tetapi maksain buat bikin opor ayam. Dan sudah ditegur oleh kakak jawabannya gini 'Gakpapa atuh da nanti mah gak bakal bikin lagi'. Aku juga negur dan besoknya lebaran," kenang Rizal saat dihubungi Wolipop Selasa (29/6/2021).

Saat sesi sungkeman Hari Raya Idul Fitri, Rizal pun meminta maaf dari semua kesalahannya kepada sang ibu dengan berlinang air mata. Begitu pula sang ibunda yang ikut larut sambil memberikan pesan agar Rizal keluar dari pekerjaannya, sebab dia sering kerja lembur.

"Katanya mau keluar kerja kapan, mamah kepengen lama-lama sama Izal. A jaga diri yah maafin mama banyak salah," tiru Rizal.

Setelah Lebaran 2021, kondisi ibunda Rizal semakin menurun dan kehilangan indera penciuman. Sang ibu sampai tak bisa tidur dan sesak nafas. Rizal sendiri juga mulai mengalami gejala COVID-19. Saat dia memakai parfum, tidak tercium wangi apapun. Ia mulai panik dan sudah menduga jika ia positif Corona.

Ketika dirinya sampai di rumah setelah bekerja, sang ibu sudah keringat dingin, namun tidak mau dibawa ke rumah sakit kecuali diantar oleh Rizal. Dan Rizal pun membawa ibunya ke IGD untuk pengobatan serta menjalani pemeriksaan darah dan rontgen. Sambil menunggu hasil, Rizal dan ibunya mengobrol.

"Mah, gimana kalau mama positif COVID-19 harus isolasi di rumah sakit?" tanya Rizal.

"Ah takut (sambil muka sedih). Ya udah nggak papa, mama nggak mau nyusahin orang rumah juga, mending di rumah sakit," ucap ibunya.

"Nanti dikirim makanan kok keperluan mama sama baju setiap hari kalau benar mamah harus isolasi," lanjut Rizal.

Rizal menyampaikan kepada ibunya jika ia juga kehilangan indera penciuman. Ibunya pun merasa bersalah karena menularkan penyakit ke anaknya.

Dan hasil pemeriksaan menunjukkan jika ibunya Rizal dinyatakan positif Corona. Hati Rizal langsung bergetar dan bingung. Ia pun tak tega menyampaikan langsung hasil dari pemeriksaan.

"Aku langsung telepon kakakku. Dan dia yang nanti menyampaikan ke mama. Aku langsung merasa pusing dan lemas. Setelah dari rumah sakit, aku langsung pulang ke rumah," lanjutnya.

Hasil Swab Rizal Positif Corona

Pada 17 Mei 2021, Rizal merasakan gejala dan dinyatakan positif Corona usai melakukan tes swab. Pada saat itu, dia dan keluarga sengaja tidak memberi tahu sang ibu, agar kondisinya tidak menurun.

"Sejak itu aku hanya video call aja sama mama. Aku ingetin buat makan obat, buah dan memberikan semangat," tuturnya.

Pada 19 Mei 20201, ibu Rizal harus dirujuk ke rumah sakit lain, sebab alat di rumah sakit tersebut tidak lengkap. Setelah itu Rizal tak henti selalu video call dengan sang ibunda.

"Mama badan sudah enak cuman masih sesak nafasnya terus kamarnya lebih baik dari yang rumah sakit sebelumnya," begitu kata ibunda Rizal seperti ditirukan sang anak.

Saat itu ibunya belum mengetahui jika Rizal sudah positif COVID-19. Dan pada 20 Mei 2021, keluarga diberi kabar dari pihak rumah sakit jika sang ibu membutuhkan membutuhkan darah, sedangkan di PMI sedang tidak ada stok.

"Ketika sudah aku posting di Instagram Story dan sudah ada beberapa orang yang cocok, cuman kata PMI semu ditolak karena tidak memenuhi syarat," tutur Rizal yang gelisah.

Tepat pukul 20.00 WIB, Rizal pun merasa gelisah dan sesak. Ia langsung mengaji agar hatinya tenang, namun ia terus memikirkan ibunya.

"Jam 01.00 WIB aku tidur, jam 01.30 WIB aku kebangun mimpi mama. Dia mengetuk pintu kamar aku sambil bilang 'Zal zal' sambil ketuk pintu keras banget. Aku langsung tidak bisa tidur," imbuh Rizal yang semakin kalut.

Pada 22 Mei 2021 pukul 03.00 WIB, Rizal mendapatkan kabar jika sang ibunda sudah tiada. "Dan di situ aku lemas banget, kaget dan tidak menyangka," tutupnya sedih.

(gaf/eny)