Ini Bahaya Diet Cacing Pita, Diet Model Victoria's Secret yang Kontroversial

Lukita Wardani - wolipop Senin, 24 Mei 2021 10:47 WIB
Close-up of slim waist of young woman in big jeans showing successful weight loss, isolated on white background, diet concept. Bahaya diet cacing pita. Foto: istock
Jakarta -

Sebenarnya apa itu diet cacing pita yang kontroversial ini sampai menelan korban? Diet kontroversial ini kerap dilakukan oleh para model Victoria's Secret untuk menurunkan berat badan dan mendapatkan tubuh ideal.

Dikutip dari Healthline,diet cacing pita dimulai dari wanita di era Victoria yang ingin memiliki badan langsing dengan harapan dapat menarik perhatian suami.Saat itu, standar kecantikan adalah terlihat seperti terkena TBC. Mereka menginginkan kulit pucat, mata tampak melebar, pipi dan bibir merah, dan, tentu saja, pinggang mungil.

Untuk mencapai standar kecantikan ini, para wanita tersebut melakukan hal yang ekstrem. Mereka mengenakan korset yang begitu ketat sehingga mengubah struktur tulang dan organ dalam, meminum racun dalam dosis kecil, dan banyak lagi. Menelan cacing pita adalah salah satu tindakan radikal yang digunakan untuk menurunkan berat badan.

Seperti Apa Diet Cacing Pita?


Diet ini masih digunakan oleh sebagian orang hingga saat ini karena, secara teori, tampaknya cara yang mudah untuk menurunkan berat badan tanpa diet atau olahraga secara teratur. Akibatnya, ini tampaknya menjadi pil "ajaib". Namun, kenyataannya adalah hasilnya lebih membahayakan daripada mendapat keajaibannya.

Diet cacing pita dilakukan dengan menelan pil yang berisi telur cacing pita di dalamnya. Saat telur akhirnya menetas, cacing pita akan tumbuh di dalam tubuh dan memakan apa pun yang kamu makan. Diet mengerikan ini sama dengan infeksi cacing pita, yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan daripada kebaikan.


Apa Saja Bahaya Dari Diet Cacing Pita?


Ketika cacing pita menetas dan menempel pada usus kamu, hewan tersebut mulai memakan nutrisi tubuh dan tumbuh dengan berkembang biak dari proglottid. Proglottid adalah yang menyusun tubuh cacing pita yang tampak seperti rantai.

Salah satu bahaya terbesar yang kamu ambil dari risiko cacing pita adalah kamu tidak dapat mengontrol di mana ia menempel. Cacing pita dapat menempel pada organ atau jaringan lain di luar saluran pencernaan dan menyebabkan kerusakan serius. Jika ini terjadi, itu disebut infeksi invasif. Ini dapat menyebabkan gejala yang tidak menyenangkan, seperti: diare, nyeri di perut, mual, perasaan lemah, demam, alergi terhadap cacing pita, infeksi bakteri dan masalah neurologis.

Risiko yang lebih besar dari diet cacing pita juga dapat dialami seperti penyumbatan saluran empedu, usus buntu, atau saluran pankreas, neurocysticercosis, komplikasi otak dan sistem saraf yang dapat menyebabkan demensia dan masalah penglihatan, gangguan fungsi berbagai organ di tubuh kamu termasuk paru-paru dan hati. Bahkan diet cacing pita berpotensi menyebabkan kematian.

Salah satu cara mengobati infeksi cacing pita pastinya kamu harus pergi ke dokter. Dokter akan meresepkan obat oral atau perawatan lain tergantung pada jenis infeksi yang kamu alami.



Obat yang biasa digunakan untuk infeksi cacing pita usus bergantung pada jenis cacing pita yang kamu miliki, yang meliputi: Albendazole (Albenza), Praziquantel (Biltricide) dan Nitazoxanide.

Diet cacing pita yang sangat berbahaya ini pastinya sama sekali tidak direkomendasikan untuk penurunan berat badan. Jika ingin menurunkan berat badan, pilihlah diet yang sehat dan olahraga teratur.



Simak Video "Kupas Tuntas Plant Based Diet yang Kini Jadi Tren"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)