Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Kate Middleton Jadi Korban Kekejaman AI, Tersebar Gambar Sensual

Tim Wolipop - wolipop
Rabu, 07 Jan 2026 21:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

LONDON, UNITED KINGDOM - NOVEMBER 27, 2025: Catherine, Princess of Wales departs from Anna Freud childrens mental health charity after taking part in a roundtable disussion on the vital role of relationships and connection in shaping babies, children and young peoples future life outcomes in London, United Kingdom on November 27, 2025. (Photo credit should read Wiktor Szymanowicz/Future Publishing via Getty Images)
Kate Middleton Foto: Wiktor Szymanowicz/Future Publishing via Getty Images
Jakarta -

Kate Middleton menjadi korban, di antara sejumlah wanita yang gambar 'tanpa busana' dibuat oleh AI secara online. Platform media sosial X kini menghadapi penyelidikan setelah Grok, chatbot AI yang dikembangkan oleh xAI milik Elon Musk, diketahui telah diprogram untuk menghasilkan gambar Kate yang tampak realistis mengenakan bikini.

Kasus ini langsung disidak Ofcom, regulator komunikasi Inggris. Otoritas tersebut mengonfirmasi telah melakukan kontak mendesak dengan Elon Musk serta platform X, menyusul laporan bahwa teknologi tersebut disalahgunakan untuk membuat pornografi deepfake yang sangat realistis.

Praktik ini berpotensi melanggar Online Safety Act 2023, undang-undang yang memberikan kewenangan penuh kepada Ofcom sebagai pengawas keselamatan digital sejak akhir 2024. Di bawah regulasi tersebut, platform digital diwajibkan secara proaktif mencegah penyebaran konten ilegal, termasuk materi pelecehan seksual terhadap anak dan gambar intim non-konsensual. Pelanggaran dapat berujung pada denda hingga 18 juta poundsterling atau 10 persen dari pendapatan global tahunan, mana yang lebih besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investigasi BBC mengungkap bahwa jurnalis mereka menyaksikan langsung bagaimana AI digunakan untuk mengubah foto asli sehingga wanita tampak mengenakan bikini tanpa persetujuan, bahkan menempatkan mereka dalam situasi seksual. Laporan itu menyoroti fitur pengeditan gambar di Grok yang memungkinkan pengguna mengunggah foto orang berpakaian.

Ilustrasi Grok AI milik Elon MuskIlustrasi Grok AI milik Elon Musk Foto: Socialsamosa

Pengguna bisa memerintahkan AI untuk menanggalkan pakaian atau mengubahnya menjadi busana minim, dengan cara yang disebut mampu menembus filter keamanan standar.

ADVERTISEMENT

Skandal tersebut segera menarik perhatian internasional. TechCrunch melaporkan bahwa regulator di Prancis dan Malaysia juga telah membuka penyelidikan paralel terhadap kepatuhan X terhadap hukum keselamatan digital setempat, mengindikasikan potensi pengetatan global terhadap pengamanan AI di platform tersebut.

Bagi Kate, insiden ini membuka kembali luka lama dalam sejarah privasi keluarga kerajaan. Kasus tersebut mengingatkan publik pada peristiwa 2012, ketika majalah Prancis Closer menerbitkan foto tanpa izin yang memperlihatkan Kate berjemur tanpa busana di sebuah château pribadi di Provence.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads