Kate Middleton Jadi Korban Kekejaman AI, Tersebar Gambar Sensual
Kate Middleton menjadi korban, di antara sejumlah wanita yang gambar 'tanpa busana' dibuat oleh AI secara online. Platform media sosial X kini menghadapi penyelidikan setelah Grok, chatbot AI yang dikembangkan oleh xAI milik Elon Musk, diketahui telah diprogram untuk menghasilkan gambar Kate yang tampak realistis mengenakan bikini.
Kasus ini langsung disidak Ofcom, regulator komunikasi Inggris. Otoritas tersebut mengonfirmasi telah melakukan kontak mendesak dengan Elon Musk serta platform X, menyusul laporan bahwa teknologi tersebut disalahgunakan untuk membuat pornografi deepfake yang sangat realistis.
Praktik ini berpotensi melanggar Online Safety Act 2023, undang-undang yang memberikan kewenangan penuh kepada Ofcom sebagai pengawas keselamatan digital sejak akhir 2024. Di bawah regulasi tersebut, platform digital diwajibkan secara proaktif mencegah penyebaran konten ilegal, termasuk materi pelecehan seksual terhadap anak dan gambar intim non-konsensual. Pelanggaran dapat berujung pada denda hingga 18 juta poundsterling atau 10 persen dari pendapatan global tahunan, mana yang lebih besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investigasi BBC mengungkap bahwa jurnalis mereka menyaksikan langsung bagaimana AI digunakan untuk mengubah foto asli sehingga wanita tampak mengenakan bikini tanpa persetujuan, bahkan menempatkan mereka dalam situasi seksual. Laporan itu menyoroti fitur pengeditan gambar di Grok yang memungkinkan pengguna mengunggah foto orang berpakaian.
Ilustrasi Grok AI milik Elon Musk Foto: Socialsamosa |
Pengguna bisa memerintahkan AI untuk menanggalkan pakaian atau mengubahnya menjadi busana minim, dengan cara yang disebut mampu menembus filter keamanan standar.
Skandal tersebut segera menarik perhatian internasional. TechCrunch melaporkan bahwa regulator di Prancis dan Malaysia juga telah membuka penyelidikan paralel terhadap kepatuhan X terhadap hukum keselamatan digital setempat, mengindikasikan potensi pengetatan global terhadap pengamanan AI di platform tersebut.
Bagi Kate, insiden ini membuka kembali luka lama dalam sejarah privasi keluarga kerajaan. Kasus tersebut mengingatkan publik pada peristiwa 2012, ketika majalah Prancis Closer menerbitkan foto tanpa izin yang memperlihatkan Kate berjemur tanpa busana di sebuah château pribadi di Provence.
(kik/kik)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Beauty Influencer China Lunasi Utang Rp 900 Juta, Dituduh Pura-pura Lumpuh
Jessie Buckley Ungkap Alasan Suami Tak Pernah Menemaninya di Karpet Merah
Bocoran Film Jun Ji Hyun & Ji Chang Wook, Lawan Teror Zombie di Colony
Sinopsis Cabin Fever 3: Patient Zero di Bioskop Trans TV
Zhao Lusi Kembali Akting Setelah Hiatus karena Depresi, Ungkap Rencana di 2026
Gaya Berani Sydney Sweeney di Pemotretan Terbaru, Tubuh Emas Tanpa Busana
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
50 Ucapan Selamat Tidur Bahasa Inggris Romantis, Bikin Pacar Senyum Meleleh













































