Telat Haid, Ini 8 Penyebabnya dan Ketahui Kapan Harus ke Dokter

Tanaya Shella Julyana - wolipop Minggu, 09 Mei 2021 10:06 WIB
Torso of an unrecognizable woman is showing red square card to camera representing with menstruation written in white. Penyebab telat haid. Foto: Getty Images/iStockphoto/simarik
Jakarta -

Telat haid pada wanita sering dikaitkan dengan terjadinya kehamilan. Apalagi jika seorang wanita terbiasa mengalami menstruasi yang teratur, ketika telat haid terjadi akan khawatir terjadi kehamilan yang tidak direncanakan.

Kenyataannya telat haid atau menstruasi tak selalu karena kehamilan. Ada banyak alasan lain mengapa seorang wanita mengalami menstruasi yang terlambat.

Berikut delapan penyebab wanita telat haid atau menstruasi datang terlambat:

1. Stres

Ternyata stres adalah pemicu yang paling sering menjadi penyebab telat haid. Stres yang berkepanjangan dapat memengaruhi siklus menstruasi wanita, antara membuatnya lebih lama, lebih pendek, atau bahkan menyebabkan menstruasi terlewat. Beberapa wanita juga melaporkan kram menstruasi pada saat mengalami stres akan lebih menyakitkan.

Sebaiknya kamu menghindari situasi yang menyebabkan stres dengan cara berolahraga secara teratur dan cukup tidur. Menghindari makanan junk food juga bisa meminimalisir stres.

Jika seorang wanita mengalami stres kronis, sebaiknya konsultasi dengan dokter atau konselor, yang dapat membantunya mengidentifikasi mekanisme penanganan yang efektif.

2. Perimenopause

Menopause pada umumnya terjadi saat wanita memasuki usia 52 tahun. Ciri-cirinya adalah wanita tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan. Namun banyak wanita mengalami gejala menopuase dini. Ini dikenal sebagai perimenopause dan menunjukkan bahwa kadar estrogen mulai berfluktuasi.

Kadar estrogen yang tidak teratur dapat mengubah siklus haid wanita. Sehingga wanita perimenopause sering mengalami telat haid atau haid yang tidak teratur.

3. Penurunan Berat Badan

Penurunan berat badan yang signifikan atau olahraga yang intens dapat menjadi penyebab telat haid. Terlalu kurus atau memiliki rasio lemak tubuh yang rendah dapat mengubah kadar hormon reproduksi, menurunkannya ke tingkat di mana ovulasi dan menstruasi tidak terjadi.

Seorang wanita yang melewatkan satu atau beberapa periode haid setelah penurunan berat badan harus berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Pakar akan menyarankan bagaimana kamu bisa mendapatkan jumlah vitamin, mineral, dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

4. Obesitas

Sama seperti penurunan berat badan yang dapat menyebabkan seorang wanita tidak bisa datang bulan, kelebihan berat badan juga dapat memengaruhi siklus menstruasi. Obesitas dan menstruasi yang terlewat terkadang dapat menandakan bahwa seorang wanita memiliki kondisi medis, seperti Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS).

Jadi penting bagi seorang wanita untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dari seorang dokter ketika sudah rutin mengalami telat haid. Dokter mungkin merekomendasikan tes darah atau USG untuk melihat ovarium untuk memastikan tidak ada kondisi medis yang menyebabkan menstruasi terlewat.

5. Alat Kontrasepsi

Beberapa jenis alat kontrasepsi, terutama metode hormonal, dapat menjadi penyebab telat haid. Biasanya, kontrasepsi hormonal mengandung estrogen yang dikombinasikan dengan progesteron untuk jangka waktu tertentu, diikuti oleh beberapa hari bebas hormon. Penarikan hormon ini memicu menstruasi.

Terkadang, hormon ini membuat lapisan rahim sangat tipis sehingga tidak ada cukup lapisan untuk menyebabkan haid. Ini berlaku untuk semua bentuk kontrasepsi hormonal, termasuk pil, suntikan, dan implan.

Dalam kebanyakan kasus, telat haid karena penggunaan alat kontrasepsi ini tidak berbahaya. Tetapi para wanita harus berbicara dengan dokter jika ada kekhawatiran tentang metode pencegahan kehamilan yang dipilih.

6. Kondisi Hormonal

Beberapa hormon, seperti hormon prolaktin atau tiroid, dapat menyebabkan seorang wanita tidak bisa datang bulan. Jika ketidakseimbangan hormon menyebabkan haid yang terlewat atau terlambat, hal itu dapat dengan mudah dideteksi dengan tes darah.

Penyebab ketidakseimbangan hormon tersebut perlu diteliti oleh dokter. Beberapa ketidakseimbangan hormon adalah masalah umum yang terjadi dalam keluarga, atau mungkin disebabkan oleh sesuatu yang jauh lebih serius, seperti tumor otak. Dalam banyak kasus, minum obat dapat membantu siklus haid kembali normal.

7. PCOS

PCOS Sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarian syndrome adalah gangguan hormon yang terjadi pada wanita di usia subur. Penderita PCOS mengalami gangguan menstruasi dan kadar hormon maskulin (hormon androgen) yang berlebihan.

Hormon androgen yang berlebih pada penderita PCOS dapat mengakibatkan ovarium atau indung telur memproduksi banyak kantong berisi cairan. Akibatnya, sel telur tidak berkembang sempurna dan gagal dilepaskan secara teratur.

Meskipun gejalanya bervariasi pada setiap wanita, mereka yang menderita PCOS cenderung memiliki kadar hormon yang tidak normal, sehingga menyebabkan kista kecil berkembang di ovarium, jerawat, rambut wajah dan tubuh berlebih, kebotakan, dan obesitas. Haid tidak teratur atau bahkan tidak ada juga merupakan ciri umum dari kondisi ini.

Wanita yang mencurigai mereka menderita PCOS harus mengunjungi dokter untuk pemeriksaan. Jika tidak ditangani dengan benar, tidak adanya menstruasi selama bertahun-tahun dapat menyebabkan kanker endometrium.

8. Kehamilan

Wanita tidak boleh mengesampingkan kehamilan sebagai kemungkinan penyebab telat haid, meskipun mereka sedang menggunakan kontrasepsi. Wanita tetap bisa hamil meskipun mereka menggunakan alat kontrasepsi dengan benar.

Wanita yang aktif secara seksual dengan menstruasi yang terlambat harus menggunakan tes kehamilan di rumah. Penting untuk dicatat bahwa tidak ada bentuk kontrasepsi yang 100 persen efektif. Siapa pun yang hamil harus segera mencari perawatan kesehatan. Seorang wanita yang memiliki hasil negatif pada tes kehamilan di rumah tetapi menstruasinya masih belum juga muncul, sebaiknya menemui dokter.

Kapan harus menemui dokter saat telat haid?

Jika seorang wanita khawatir soal haid yang telat, sebaiknya buat catatan tertulis tentang siklus menstruasi, termasuk tanggal mulai dan berakhir, dan daftar gejala terkait lainnya.

Catatan tertulis ini dapat membuat dokter mendiagnosis lebih cepat. Menggunakan kalender sederhana untuk mencatat siklus haid ini bisa jadi pilihan. Tetapi di masa sekarang ada banyak aplikasi di ponsel yang dapat membantu.

Melakukan pemeriksaan rutin dengan dokter kandungan atau spesialis kesehatan dapat membantu menjawab banyak pertanyaan tentang siklus menstruasi. Terkadang, menstruasi yang terlambat adalah kejadian yang tidak perlu dikhawatirkan. Namun, gejala tertentu mungkin memerlukan perhatian medis.

Berikut kondisi yang membuat wanita telat haid harus menemui dokter:

1. Telat haid selama beberapa periode berturut-turut

2. Tes kehamilan positif

3. Mengalami gejala PCOS, seperti dijelaskan di atas

4. Berat badan bertambah atau berkurang

5. Merasa terlalu stres.

Itulah berbagai penyebab wanita telat haid yang perlu diketahui. Jika memang kamu merasa kondisi keterlambatan menstruasi sudah dalam tahap mengkhawatirkan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kandungan.

(eny/eny)