Mau Pasang Behel? Ketahui Kesalahan Saat Pakai Kawat Gigi

Kiki Oktaviani - wolipop Sabtu, 05 Des 2020 19:00 WIB
Healthy smile girl with braces Foto: Thinkstock
Jakarta -

Memiliki gigi yang rapi tentu dambaan bagi banyak orang. Untuk mewujudkannya, kamu bisa memasang behel gigi. Namun sebaiknya ketahui juga kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat pakai kawat gigi.

Perlu diketahui bahwa kawat gigi tidak bisa asal pasang. Jangan tergoda untuk diimingi dengan memasang behel di ahli gigi dengan harga murah. Untuk itu, ketahuilah lima kesalahan saat pakai kawat gigi, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

1. Memasang bukan pada ahlinya
Banyak orang memilih memasang behel bukan pada dokter gigi yang ahli. Dokter gigi yang ahli memasang behel adalah dokter gigi spesialis ortodonti.

Dokter gigi spesialis ortodonti adalah bidang kedokteran gigi yang mempelajari tentang estetika, posisi gigi, rahang, dan wajah.

Memasang kawat di tukang gigi tidak dianjurkan karena dapat membahayakan gigi dan mulut.

2. Mengunyah permen karet
Mengunyah permen karet dan makan sejumlah makanan yang bersifat lengket dapat merusak kawat gigi.

"Permen karet dapat menyebabkan kerusakan pada behel karena lengket," kata dokter spesialis ortodontis M. Fahrul Rozi dalam webinar Kalbe, beberapa waktu lalu.

3. Menggigit makanan keras
Menggigit makanan yang keras dapat membuat alat lepas dari gigi, sehingga kawat gigi tak lagi bisa bekerja maksimal.

Oleh karena itu, hindari makan makanan yang keras atau hancurkan makanan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam mulut.

"Semuanya bisa dimakan, tapi cara makannya harus diperhatikan. Kalau keras, dipecah dulu, dibagi menjadi dua atau tiga. Jangan langsung digigit," kata Fahrul.

4. Kontrol tidak tepat waktu
Penggunaan kawat gigi harus dikontrol secara berkala. Biasanya berkisar setiap 3-4 minggu. Dokter akan memberitahukan jadwal kontrol berikutnya untuk melakukan tindakan pada behel.

Namun, banyak orang tidak datang tepat waktu dan menunda pergi ke dokter gigi untuk kontrol, terutama di masa pandemi Covid-19 ini.

Padahal, menunda ke dokter gigi dapat memicu pergerakan gigi dan membahayakan.

"Perawatan ortodonti dianggap perawatan emergensi jadi harus dikontrol tepat waktu, karena dikhawatirkan terjadi pergerakan gigi yang tidak dikontrol dan dapat menimbulkan penyakit mulut," ucap Fahrul.

5. Tidak membersihkan gigi dengan benar
Banyak pengguna kawat gigi tidak membersihkan gigi dengan baik secara menyeluruh. Gunakan sikat gigi khusus yang dapat menjangkau bagian gigi yang tertutup kawat. Pastikan sela-sela gigi juga ikut bersih.

Gigi tidak bersih dapat membuat karang gigi menumpuk dan memicu berbagai penyakit.



Simak Video "Saat Wanita Konservatif di Irak Belajar Membuat Tato"
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)