5 Penyebab Wanita Harus Operasi Angkat Rahim Seperti Angelina Jolie

Tim Haibunda - wolipop Selasa, 24 Nov 2020 18:05 WIB
LONDON, ENGLAND - OCTOBER 09: Elle Fanning and Angelina Jolie attend the European premiere of Angelina Jolie, artis yang melakukan operasi pengangkatan rahim. Foto: Tim P. Whitby/Getty Images
Jakarta -

Aktris Angelina Jolie memutuskan melakukan prosedur operasi pengangkatan rahim demi mencegah terkena penyakit kanker rahim. Sebelumnya Jolie juga sudah melakukan operasi pengangkatan payudara setelah ibunya meninggal dunia karena kanker payudara.

Selain mencegah kanker rahim, kondisi kesehatan apalagi yang membuat wanita harus menjalani histerektomi atau pengangkatan rahim?

Seperti dikutip dari Haibunda.com, pengangkatan rahim ini bisa dialami wanita dengan rentang usia 20 hingga 40 tahun ke atas. Dalam kasus obstetri, wanita yang sudah matang secara reproduksi dan hamil, bisa saja memerlukan prosedur ini meskipun masih berusia 20-30 tahun. Sedangkan dalam kasus ginekologi, wanita yang memerlukan prosedur histerektomi biasanya sudah berusia di atas 40 tahun.

Dalam kasus obstetri, wanita perlu menjalani prosedur histerektomi apabila memiliki:

1. Perdarahan terus menerus akibat kontraksi uterus.

2. Kasus solusio plasenta, jika rahim tak bisa berkontraksi lagi dan berubah menjadi biru, maka harus segera diangkat.

3. Kasus plasenta akreta, plasenta masuk ke dalam endometrium yang dalam dan tak bisa dilepas, maka rahim perlu segera diangkat.

Sementara dalam ginekologi, kondisi yang menyebabkan wanita perlu menjalani prosedur histerektomi atau pengangkatan rahim apabila memiliki:

1. Tumor, mioma uteri yang besar

Sebanyak 50-60 persen wanita pernah mengalami mioma. Sebelum menjalani prosedur histerektomi, mioma juga dilihat dahulu jenisnya, ada subserosal, intramural, submukosa.

Pada wanita yang mengalami mioma uteri submukosa keluhannya terjadi perdarahan terus-menerus. Sedangkan pada mioma uteri intramular, perdarahan terjadi sesekali namun ukuran rahim terus membesar.

Sementara itu, apabila wanita mengalami mioma uteri subserosal, tidak mengalami perdarahan tapi benjolan baru diketahui setelah berukuran sangat besar, bisa sebesar kepala.

Sebagai catatan tambahan, mioma tidak disebabkan oleh kehamilan, akan tetapi dengan kehamilan pertumbuhan mioma akan lebih cepat.

2. Kanker serviks

Jika wanita mengalami kanker serviks, maka kemungkinannya akan dilakukan tindakan pengangkatan semua organ reproduksinya (histerektomi radikal). Sedangkan kemungkinan metastasis, bisa terjadi apabila kanker telah mencapai stadium lanjut.

3. Hiperplasia endometrium

Kondisi ini ditandai dengan terjadinya perdarahan terus-menerus dari rahim. Jika mengarah ke arah keganasan, maka rahim perlu diangkat.

4. Menorrhagia

Menorrhagia merupakan kondisi menstruasi dalam waktu lama dan mengeluarkan darah lebih banyak dari biasanya. Apabila penyebabnya mengarah ke kanker endometrium maka rahim harus segera diangkat.

5. Prolaps uteri

Penyebab lainnya yaitu rahim kendur atau peranakan turun (Prolaps uteri). Umum terjadi pada wanita lansia atau sudah melahirkan lebih dari tiga kali. Biasanya, rahim akan turun dan perlu dilakukan histerektomi vagina.

Setelah mengetahui penyebab wanita harus melakukan operasi pengangkatan rahim, kamu perlu mengetahui prosedur histerektomi sendiri seperti apa. Klik DI SINI untuk mengetahui proses histerektomi.



Simak Video "Arnold Schwarzenegger: Trump Presiden Terburuk yang Pernah Ada"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)