Terobsesi Jadi Jimin BTS, Bule Ini Di-bully karena Ngaku Dirinya Orang Korea

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 23 Jun 2021 10:29 WIB
Oli London nikahi JImin BTS Foto: Instagram (@londonoli)
Jakarta -

Seorang penggemar KPop yang dikenal sebagai Oli London kembali bikin sensasi. Setelah melakukan sejumlah operasi agar mirip Jimin BTS, kini ia mengumumkan identitas gendernya yang lagi-lagi mengundang atensi. Oli mengaku dirinya sebagai orang Korea yang non-binary. Pernyataan itu pun lagi-lagi membuatnya di-bully.

Oli London dikenal akan obsesinya menjadi Jimin BTS sejak 2018. Hingga kini ia telah melakukan 15 kali operasi plastik demi punya fitur wajah yang serupa dengan idol KPop tersebut. Sampai sekarang Oli pun masih sering memperbaiki penampilan agar semakin identik dengan idolanya. Karena hal ini, ia mendapat banyak serangan dari para penggemar.



Tak sampai di situ, Oli tampaknya juga terobsesi ingin dianggap sebagai orang Korea. Dalam sebuah postingan terbaru, ia mengaku selama ini terjebak dalam tubuh yang salah. Kini Oli mengidentifikasi dirinya sebagai 'they/them/Korean/Jimin'. Ia bahkan mengganti nama menjadi serupa dengan beberapa idol. Hal tersebut tentu kembali mengundang komentar pedas dari fans KPop.

"Aku merasa lega akhirnya bisa mengaku sebagai orang Korea non-binary (bukan laki-laki atau perempuan) setelah terjebak dalam tubuh dan budaya yang salah selama hidupku. Nama Korea resmiku adalah Park Jimin Hueningkai Taeyong Imnida. Aku secara resmi KOR/EAN," tulisnya.

oli londonoli london Foto: Instagram (@londonoli)

Oli London diketahui sebagai pria kulit putih asal Inggris dan belum pindah kewarganegaraan. Karena itu, ia tidak bisa menyebut dirinya secara resmi orang Korea. Menimbulkan komentar panas di kalangan fans, ia sendiri mengaku tidak terlalu mempedulikannya.

"Aku orang Korea entah orang menerimanya atau tidak karena begitulah aku mengindetifikasikan diri, ini yang membuatku bahagia. Ini adalah diriku yang sebenarnya. Itu ada di dalam DNA-ku," ujar pria yang membuat bendera sendiri serupa bendera Korea dengan warna pelangi khas LGBT.



Berbagai komentar menyerang Oli London dengan identifikasi barunya itu, terutama dari mereka yang mengaku sebagai bagian non-binary atau LGBT. "Aku adalah orang di bawah payung non-binary dan ini sangat menyinggungku, menjadi orang Korea adalah kebangsaan bukan sebuah gender, kamu mengolok-olok semua payung non-binary," tulis netizen di Twitter yang ingin ia berhenti.

"Bermain dengan bendera dari negara orang lain? Ini serius. Setiap bendera punya sejarah dan dia punya nyali untuk mengubahnya," tulis yang lain.

(ami/ami)