Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Sejarah Hari Perempuan Internasional 8 Maret & Alasan Diperingati Tiap Tahun

Arina Yulistara - wolipop
Minggu, 08 Mar 2026 07:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ucapan Hari Perempuan Internasional
Foto: Getty Images/iStockphoto/agung fatria, Ilustrasi AI
Jakarta -

Selamat Hari Perempuan International! Mari mengenal sejarah Hari Perempuan International dan mengapa penting diperingati setiap tahun.

Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap tanggal 8 Maret menjadi momen penting bagi masyarakat dunia untuk menghargai peran dan kontribusi perempuan diberbagai bidang kehidupan. Peringatan ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap pencapaian perempuan, tapi juga pengingat bahwa perjuangan menuju kesetaraan gender masih terus berlangsung hingga saat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada 2026, peringatan tersebut memiliki makna yang semakin istimewa karena menandai 115 tahun sejak pertama kali gerakan perempuan internasional diperingati pada 1911. Momentum ini kembali menegaskan pentingnya upaya bersama untuk memperjuangkan hak-hak perempuan, memperluas akses terhadap keadilan, serta memastikan masa depan yang lebih aman dan setara bagi perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia.

Mari memahami lebih dalam mengenai makna dari Hari Perempuan International itu sendiri agar kamu bisa merasakan euforia perayaannya.

ADVERTISEMENT

Sejarah Singkat Hari Perempuan Internasional

Hari Perempuan Internasional berakar dari gerakan sosial yang muncul pada awal abad ke-20. Pada masa itu, banyak perempuan di berbagai negara menghadapi kondisi kerja yang tidak adil, termasuk jam kerja panjang, upah rendah, dan minimnya perlindungan hukum.

Salah satu pemicu awal gerakan ini terjadi pada 1908 di Amerika Serikat ketika ribuan buruh perempuan turun ke jalan melakukan demonstrasi. Mereka menuntut jam kerja yang lebih manusiawi, upah yang layak, serta hak politik yang setara dengan laki-laki.

Gagasan untuk menetapkan hari khusus bagi perempuan kemudian muncul dalam Konferensi Perempuan Internasional di Kopenhagen, Denmark, pada 1910. Dalam pertemuan tersebut, para aktivis perempuan dari berbagai negara sepakat mengusulkan peringatan tahunan untuk menyoroti perjuangan perempuan di tingkat global.

Usulan tersebut kemudian terwujud pada tahun 1911 ketika peringatan Hari Perempuan Internasional pertama kali diselenggarakan di beberapa negara Eropa, seperti Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss. Kala itu, jutaan orang ikut serta dalam berbagai aksi dan kegiatan yang menyerukan hak pilih bagi perempuan, hak bekerja, serta penghapusan diskriminasi.

Pengakuan terhadap peringatan ini semakin menguat ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mulai merayakannya secara resmi mulai tahun 1975 yang ditetapkan sebagai Tahun Perempuan Internasional. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 1977, PBB menetapkan 8 Maret sebagai hari resmi untuk mempromosikan hak-hak perempuan dan perdamaian dunia.

Mengapa Diperingati Setiap 8 Maret?

Penetapan tanggal 8 Maret berkaitan erat dengan peristiwa bersejarah yang terjadi di Rusia pada tahun 1917. Pada waktu itu, ribuan perempuan melakukan demonstrasi besar-besaran yang dikenal dengan tuntutan 'Roti dan Perdamaian'.

Para perempuan menuntut diakhirinya perang, perbaikan kondisi ekonomi, serta hak politik bagi perempuan. Aksi tersebut berlangsung pada Minggu, 23 Februari menurut kalender Julian yang saat itu digunakan di Rusia.

Jika dikonversi ke kalender Gregorian yang digunakan secara internasional saat ini, tanggal tersebut jatuh pada 8 Maret. Itulah mengapa tanggal 8 Maret diadopsi secara global sebagai Hari Perempuan Internasional sekaligus menjadi simbol perjuangan perempuan dalam menuntut keadilan sosial dan kesetaraan hak.

Tujuan dan Makna Peringatan Hari Perempuan Internasional

Ucapan Hari Perempuan Internasional

Foto: Getty Images/ThinkNeo

Peringatan Hari Perempuan Internasional memiliki beberapa tujuan utama yang terus relevan hingga saat ini. Salah satunya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai berbagai bentuk diskriminasi dan ketidaksetaraan gender yang masih terjadi di banyak negara.

Selain itu, peringatan ini juga mendorong pemerintah, organisasi, dan masyarakat untuk mengambil langkah nyata dalam menciptakan kebijakan yang lebih inklusif bagi perempuan. Kesetaraan hak dianggap sebagai pondasi penting dalam membangun masyarakat yang adil, stabil, dan berkelanjutan secara ekonomi.

Gerakan perempuan di berbagai negara juga telah membawa banyak perubahan signifikan. Berkat perjuangan panjang tersebut, perempuan kini memiliki akses yang lebih luas terhadap pendidikan, hak pilih politik, perlindungan hukum, hingga peluang kepemimpinan di berbagai sektor.

Tantangan Perempuan di Dunia Kini

Meski banyak kemajuan telah dicapai, perempuan di berbagai belahan dunia masih menghadapi beragam tantangan serius. Konflik bersenjata, kebijakan diskriminatif, hingga kekerasan berbasis gender masih menjadi ancaman bagi keselamatan dan hak-hak perempuan.

Di beberapa negara seperti Afghanistan misalnya, anak perempuan masih mengalami pembatasan akses pendidikan. Sementara itu, konflik di sejumlah wilayah seperti Timur Tengah dan Afrika juga menimbulkan dampak besar bagi perempuan dan anak-anak perempuan, termasuk risiko kekerasan serta keterbatasan akses layanan kesehatan.

Di sisi lain, berbagai gerakan sosial juga terus bermunculan sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan. Gerakan kesetaraan gender, kampanye anti pelecehan seksual, hingga kebijakan yang memperluas hak reproduksi perempuan menjadi bukti bahwa perjuangan menuju kesetaraan masih terus berjalan.

Jadi, Hari Perempuan Internasional bukan sekadar perayaan simbolis, melainkan momentum refleksi bagi masyarakat dunia. Peringatan ini mengingatkan bahwa kesetaraan gender tidak hanya penting bagi perempuan, tapi juga bagi kemajuan sosial dan ekonomi secara keseluruhan.

Dengan memperingati Hari Perempuan Internasional setiap 8 Maret, kita semua diharapkan dapat terus memperkuat komitmen untuk menciptakan dunia yang lebih adil, aman, dan inklusif bagi perempuan.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads