Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tampil Sederhana, Pekerjaan Wanita Ini Ternyata Bikin Kaget

Kiki Oktaviani - wolipop
Rabu, 11 Mar 2026 19:45 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Catherine De Noire
Catherine De Noire Foto: dok. Instagram
Jakarta -

Wanita bernama memiliki penampilan sederhana dan akan segera meraih gelar doktor di bidang psikologi. Namun di balik sosoknya yang terlihat biasa, perempuan 32 tahun itu menyimpan pekerjaan yang cukup mengejutkan. Sebagian orang yang mengetahuinya bahkan menyebutnya memiliki sisi gelap.

Cathrine merupakan manajer salah satu rumah bordil legal terbesar di Eropa. Menurut Catherine, banyak orang memiliki gambaran negatif tentang sosok pengelola rumah bordil. Cathrine lebih nyaman tampil sederhana dan minimalis sehingga sosoknya jauh dari kesan manajer rumah bordli.

"Banyak orang membayangkan manajer rumah bordil itu pria dengan mantel bulu palsu, penuh perhiasan emas, membawa tongkat, merokok cerutu, dan dikelilingi senjata serta narkoba. Atau versi perempuannya, seorang 'madam', wanita tua yang terus merokok dan dulu pernah menjadi pekerja seks," ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan bahwa reaksi orang sering berubah setelah bertemu langsung dengannya. Ketika tahu pekerjaan Cathrine, penilaian orang langsung berbeda.

"Ketika orang bertemu saya, seorang perempuan biasa di usia 30-an yang juga meneliti pekerjaan seks, mereka sangat terkejut. Biasanya mereka berkata, 'Oh... saya kira manajer rumah bordil itu sangat mencurigakan, tapi kamu ternyata benar-benar normal," ungkapnya, seperti dikutip dari Daily Star.

ADVERTISEMENT
Catherine De NoireCatherine De Noire Foto: dok. Instagram

Catherine memulai karier yang tak biasa ini saat masih menempuh program sarjana psikologi di usia 22 tahun. Ketertarikannya muncul secara tidak sengaja ketika membaca sebuah artikel tentang manajer rumah bordil legal. Catherine juga menjelaskan bagaimana bisnis tersebut dijalankan secara etis.

"Ia menjelaskan bahwa di rumah bordil mereka, para perempuan memutuskan sendiri apa yang akan mereka lakukan, dengan siapa, dan dengan tarif berapa. Mereka mengatur jadwal kerja sendiri, dan klub tidak mengambil persentase dari penghasilan mereka. Mereka hanya membayar sewa kamar, itu saja," jelas Catherine.

Selama hampir 10 tahun bekerja di industri tersebut, Catherine mengaku belajar untuk tidak menghakimi pilihan hidup orang lain. Salah satu pengalaman yang sempat mengejutkannya adalah ketika mengetahui ada ibu dan anak yang bekerja dibidang yang sama.

"Saat mulai bekerja di klub itu, saya mengetahui bahwa seorang ibu dan anak perempuannya bekerja di sana bersama, secara harfiah di kamar yang bersebelahan. Itu sangat mengejutkan saya. Tapi satu hal yang saya pelajari dari bisnis ini adalah tidak menilai pilihan hidup orang lain berdasarkan standar pribadi saya," ungkapnya.

Catherine juga mengatakan bahwa industri pekerja seks sering disalahpahami oleh masyarakat. Bisnis seperti ini identik dengan kekerasan hingga narkoba.

"Banyak kesalahpahaman tentang bisnis ini. Orang membayangkan perempuan yang dipukuli, menggunakan narkoba, berdiri di pinggir jalan, klien yang menjijikkan, serta manajer yang memiliki banyak senjata dan menyiksa para pekerja," katanya.

Ia tidak menampik bahwa kasus seperti itu memang ada, tetapi biasanya terjadi di tempat yang ilegal. Sementara itu di Eropa, tempat ia bekerja, bisnis tersebut diatur secara hukum dan diawasi cukup ketat.

(kik/kik)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads