Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Profil Gandes Nawangsari, Mental Health Educator yang Dimintai Saran Gen Z

Rahmi Anjani - wolipop
Minggu, 08 Mar 2026 13:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Gandes Nawangsari
Foto: Dok. Pribadi
Jakarta -

Gangguan kesehatan mental kini bukan hal yang tabu lagi untuk dibicarakan. Tanpa harus mengunjungi psikolog, diskusinya bisa dengan mudah ditemukan di media sosial. Salah satu kreator konten yang sering berbagi soal ilmu psikologi adalah Gandes Nawangsari. Berprofesi sebagai mental health educator, ia sering diminta saran oleh para gen Z.

Gandes Nawangsari, S.Psi., M.Sc baru-baru ini menjadi pembicara dalam Kulwap Wolipop. Bertajuk Jangan Panik Dulu: Teknik Mengendalikan Pikiran & Emosi, Gandes banyak bicara soal cara memenangkan diri. Gandes sendiri adalah kreator yang aktif memberikan edukasi kesehatan mental di Instagram juga peneliti lepas di bidang psikologi.

Dalam wawancara, Gandes membagikan perjalanannya sebagai seorang edukator kesehatan mental. Ia mengaku tergerak menjalani profesi ini melihat banyaknya stigma di masyarakat. Sebagai ilmuwan psikologi sekaligus survivor, Gandes bertekad ingin meluruskan pandangan masyarakat terkait isu kesehatan mental.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Di Instagram, lulusan Magister University of Twente, Belanda mengaku sering mendapat pertanyaan terkait gangguan psikologis dan agama. Gandes pun berusaha memberi solusinya dengan pendekatan neurosains.

ADVERTISEMENT

"Kaitan psikologi dan neurosains. Karena kita bisa belajar untuk lebih berempati pada penyintas ketika memahami bahwa apa yang mereka rasakan juga akibat dari proses biologis yang kompleks di tubuh kita. Jadi bukan sekedar karena kurang beriman atau kurang bersyukur," ujar Gandes.


Selama ini, anak-anak muda sering datang kepadanya untuk mengeluhkan soal produktivitas, depresi, dan relasi keluarga. Banyak pula yang bertanya soal trauma masa kecil dan bagaimana cara untuk berdamai dengan itu semua.

Selain anak muda, wanita dewasa juga kerap meminta saran terkait kesehatan mental. Konten kreator 29 tahun tersebut mengaku sering mendapati permasalahan depresi yang disebabkan oleh masalah keluarga, terutama dari pasangan dan mertua.

Setiap hari mendapat berbagai pertanyaan, Gandes pun mengaku kadang merasa burn out. "Untuk itu, saya mengambil jeda dari kesibukan membuat konten dan banyak menghabiskan waktu di alam," kata Gandes yang tinggal di Klaten, Jawa Tengah tersebut.

(ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads