5 Fakta Payudara yang Belum Tentu Pria Tahu, Bagian Sensitif Hingga Ukuran

Hestianingsih - wolipop Kamis, 05 Mei 2022 09:00 WIB
NEW YORK, NY - NOVEMBER 05:  Angel Elsa Hosk wears The 2018 Dream Angels Fantasy Bra in the Victorias Secret fashion show on November 5, 2018 in New York City.  (Photo by Dimitrios Kambouris/Getty Images for Victorias Secret) Foto: Dok. Getty Images

Jakarta -

Selain area genital, payudara juga menjadi bagian tubuh wanita yang paling sensitif akan stimulasi seks. Terdapat banyak titik-titik syaraf yang bisa membangkitkan hasrat bercinta apabila diberi sentuhan.

Selain itu payudara juga memiliki sensualitas tersendiri dan termasuk bagian tubuh yang paling sering distimulasi ketika foreplay. Di balik itu, terdapat banyak fakta menarik soal payudara yang berhasil diketahui secara ilmiah.

Ingin mengenali payudara wanita? Simak lima fakta tentang payudara ini yang dirangkum Wolipop dari berbagai sumber.

1. Bagian Paling Sensitif Payudara


Sebagian besar pria hanya fokus pada area puting saat memberikan wanita stimulasi di area payudara. Faktanya ada bagian payudara lain yang lebih bisa membuat wanita orgasme saat bercinta jika distimulasi. Menurut pakar seks Debbie Herbenick, Ph.D., puting justru bagian yang paling kurang sensitif saat disentuh.

Dalam riset yang dilakukan terhadap 150 wanita, area payudara yang paling sensitif adalah 1/4 bagian atas payudara. Jika payudara diibaratkan seperti jam, dan puting adalah bagian tengahnya, yang paling sensitif adalah di area antara pukul 10.00 dan 02.00. Urutan kedua bagian paling sensitif dari payudara adalah areola, bagian gelap yang mengelilingi puting. Oleh karena itulah Debby menyarankan agar para pria tidak hanya fokus pada stimulasi puting.

2. Wanita Bisa Orgasme Karena Stimulasi Payudara


Penelitian yang dimuat dalam Journal of Sexual Medicine, Volume 8, mengungkapkan stimulasi puting bisa mengaktifkan wilayah di otak, sama seperti jika stimulasi dilakukan melalui vagina. Dalam penelitian tersebut responden wanita diminta berbaring di atas mesin MRI.

Mereka kemudian diminta melakukan stimulasi sendiri secara bergantian di klitoris, vagina, serviks dan puting selama 30 detik. Setelah diteliti ditemukan, stimulasi puting payudara mengaktifkan area di otak yang dikenal sebagai sensor genital. Aktivasi ini sama efektifnya seperti ketika stimulasi dilakukan di klitoris, vagina dan serviks.

(eny/eny)