Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta

Daniel Ngantung - wolipop
Kamis, 08 Jan 2026 11:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Toronto, ON - July 30: Pooja Gandhi proudly shows off her Trader Joes tote, which has been dubbed the Toronto bag of the summer. PD Nick Lachance/Toronto Star Nick Lachance/Toronto Star        (Nick Lachance/Toronto Star via Getty Images)
Tas belanja Trader Joe's dipakai di Toronto, Kanada. (Foto: Nick Lachance/Toronto Star via Getty Images)
London -

Antrean panjang mengular di depan Trader Joe's, salah satu jaringan pasar swalayan di Amerika Serikat. Mereka berbondong-bondong datang bukan untuk membeli kebutuhan sehari-hari seperti makanan ataupun peralatan mandi, melainkan demi tas belanja berbahan kanvas. Begitu fenomenalnya, tas tersebut kini digandrungi hampir di seluruh dunia.

Majalah Vanity Fair dalam artikelnya pada Juni 2025 menyamakan antusiasme terhadap tas yang harganya tak lebih dari US$ 10 (Rp 160.000) itu dengan ketenaran Labubu.

Popularitasnya dipicu oleh tren gaya hidup keberlanjutan yang salah satunya mendorong orang-orang untuk menghindari pemakaian tas plastik sekali pakai saat berbelanja. Namun belakangan, bukan lagi soal fungsionalitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tas model tote persegi panjang ini perlahan menjelma sebagai simbol eksklusivitas yang mentereng mengingat toko-toko Trader Joe's hanya tersebar di dalam negeri.

"Tas Trader Joe's merepresentasikan sebuah limitasi. Tidak semua tempat ada Trader Joe's, " kata Michelle Gabriel, seorang dosen di Yale School of the Environment, kepada Wall Street Journal baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

Di luar AS, seperti London, Inggris, eksistensinya nyata. "Saya rasa lebih banyak yang memakai tas tersebut di London daripada di kota asal saya, San Fransisco," ujar Hannah Tyldsley, ekspatriat asal AS ketika diwawancarai New York Times pertengahan tahun lalu.

PARIS, FRANCE - OCTOBER 02: Dana Smith is seen wearing short, slicked-back hair, gold hoop earrings, a relaxed-fit multicolored vertical striped shirt, wide-leg light blue jeans, Nike black sneakers, and carrying a Trader Joe's tote bag outside Rabanne during the Womenswear Spring Summer 2026 as part of Paris Fashion Week on October 02, 2025 in Paris, France. (Photo by 305pics/Getty Images)Seorang perempuan bersolek dengan tas belanja Trader Joe's saat dipotret di Paris Fashion Week pada Oktober 2025 lalu. (Foto: 305pics/Getty Images)

Orang London disebut akan sangat bahagia jika mendapat oleh-oleh berupa tas kanvas jenis apapun keluaran Trader Joe's. Itu yang mendorong Christo Paphiti menyempatkan mampir ke toko Trader Joe's sebelum pulang ke London untuk membeli tas tersebut sebagai buah tangan untuk rekannya.

"Semua orang seperti terharu dengan pemberian saya," ujar Christo yang memborong tujuh buah tas.

Bagi mereka yang tak 'seberuntung' teman Christo, mendapatkan tas tersebut dari reseller bisa menjadi jalan ninja. Akan tetapi, harus siap dengan harga yang berlipat-lipat dari harga awal. Di eBay dan beberapa pasarloka lainnya, tas buatan Vietnam tersebut bisa dibanderol hingga US$ 10.000 atau sekitar Rp 160 juta, hampir menyaingi harga tas mewah rilisan Chanel atau Hermes.

Merespons situasi itu, pihak Trader Joe's mengaku tidak mengizinkan pihak manapun untuk menjual ulang tas. Namun di sisi lain, mereka mencoba melihat fenomena itu menguntungkan dari segi pencitraan.

"Kami sangat mengapresiasi konsumen memiliki keterikatan dengan produk kami di manapun mereka berada," ujar juru bicara Trader Joe's Nakia Rohde.

Selain di Inggris, tren memakai tas Trader Joe's turut 'mewabah' hingga ke Kanada, bagian Eropa lain, lalu Australia dan beberapa negara Asia seperti Jepang dan Korea Selatan di mana produk tersebut seperti sudah dianggap seperti barang mewah.

Bagaimana di Indonesia? Meski tidak seheboh seperti di luar, sudah mulai terlihat ibu-ibu Jakarta dan sekitarnya yang menenteng tas tersebut saat mejeng di mal atau menjemput anak sekolah.

Tas Belanja Kanvas Trader Joe's Dijual di IndonesiaTas Belanja Kanvas Trader Joe's Dijual di Indonesia Foto: Dok. Sophee

Mencari penjualnya di pasar online lokal pun tak sulit. Harga dari produk yang diklaim 'asli' itu terbilang masih terjangkau dengan kisaran Rp 300.000 - Rp 500.000, bargantung pada ukuran atau edisi.

Holly Davies, seorang penulis asal Inggris, melakukan investigasi kecil-kecilan tentang demam tren tas tersebut di luar AS.

Hampir semua orang yang diwawancarai Davies berpendapat bahwa Trader Joe's memiliki konotasi liberal. Menurut pandangan pribadinya, anggapan tersebut tidak sepenuhnya berlaku di Amerika Serikat.

"Saya pikir tas tote Trader Joe's dapat dipandang cukup jauh dari sisi Amerika Serikat yang ultra-kapitalistik dan konsumtif, yang justru tidak disukai oleh sebagian orang, khususnya di Inggris," kata Davies yang menulis hasil investigasinya di newsletter Articles of Interest.

Meski secara bisnis Trader Joe's yang didirikan pada 1967 termasuk korporasi besar yang menaungi 618 toko, citranya tidak menyerupai toko ritel raksasa. Menurut Davies, papan nama dan kemasan yang dilukis tangan menciptakan kesan independen.

ENCINITAS, CALIFORNIA - NOVEMBER 7: A Trader Joe's logo is displayed on a sign at their store on November 7, 2025 in Encinitas, CA. (Photo by Kevin Carter/Getty Images)Logo Trader Joe's di salah satu tokonya di Encinitas, California, AS. (Foto: Kevin Carter/Getty Images)

"Logonya tidak mengalami proses penyederhanaan berlebihan seperti yang dilakukan banyak perusahaan besar, sehingga terkesan sebagai merek rumahan," ujarnya.

Kesan yang dibangun secara cermat ini, ditambah kemiripan visual tas tersebut dengan tas klasik L.L. Bean Boat and Tote, membuatnya tampak cukup berjarak dari merek-merek korporasi Amerika yang mencolok. Karena itu, konsumen internasional dapat menggunakannya tanpa merasa ikut terlibat dalam citra korporatisme, kata Davies.

Di sisi lain, rasa yang terlalu 'Amerika' itu yang membuat orang seperti Annabel enggan memakainya. "Sungguh ke-Amerika-an, yang buat saya agak aneh karena Amerika saat ini sedang tidak keren," ujar perempuan 24 tahun yang tinggal di London itu, menyinggung dinamika geopolitik dan ekonomi global efek kebijakan Presiden AS Donald Trump dan kabinetnya.

GLENDALE, CALIFORNIA - SEPTEMBER 16: The Trader Joe's logo is displayed at a Trader Joe's store on September 16, 2024 in Glendale, California. (Photo by Mario Tama/Getty Images)Suasana di depan toko Trader Joe's di Glendale, California. (Foto: Mario Tama/Getty Images)

Baru-baru ini, AS kembali jadi sorotan setelah operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang menuai kontroversi karena dianggap sebagai intervensi yang melanggar hukum internasional. Apakah kondisi tersebut bakal memengaruhi popularitas tas belanja Trader Joe's? Belum terlihat dampaknya.

Terlepas dari itu, tren tas Trader Joe's membuktikan bagaimana produk AS masih memiliki pengaruh kuat di kancah global.

"Bahkan ketika Amerika Serikat tengah menghadapi hubungan internasional yang tidak stabil dan konflik diplomatik, negara tersebut tetap diperbincangkan di tingkat global dan dipuji melalui ekspor budayanya," ujar Jay Choyce Tibbitts, pakar strategi media sosial yang berbasis di New York.

(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads