Tak Nyaman Bercinta karena Keputihan, Ini yang Harus Dilakukan
Eny Kartikawati - wolipop
Rabu, 27 Feb 2013 12:43 WIB
Jakarta
-
Keputihan banyak dialami wanita terutama sebelum atau setelah menstruasi. Pada beberapa wanita yang sudah menikah, keputihan ini bisa sampai mengganggu aktivitas bercinta. Apakah Anda merasakannya? Jika iya, ini yang harus dilakukan untuk mengatasinya.
Keputihan yang mengganggu aktivitas seks biasanya terjadi sudah lama dan mulai berwarna serta berbau. Dijelaskan konsultan seks wolipop, dr. Vanda Mustika keputihan yang berwarna, berbau ataupun terasa gatal kemungkinan sudah ada keterlibatan kuman/parasit atau jamur.
Keputihan ini dapat menganggu bukan hanya wanita tapi juga pria saat bercinta. Keputihan ini bahkan dapat menyebabkan infeksi rongga panggul yang akibatnya lebih berbahaya, seperti kemandulan.
Jika keputihan sudah sampai tahap berwarna, berbau dan gatal, dr. Vanda menyarankan harus segera diobati dengan tuntas. Ke mana berobat, apakah kontrol dengan teratur dan bagaimana dengan hubungan seksual dengan pasangan selama pengobatan, jawaban-jawaban dari pertanyaan ini sangat menentukan keberhasilan pengobatan.
Sebaiknya segeralah berkonsultasi dengan dokter kebidanan ataupun dokter kulit dan kelamin. Kemudian ceritakan dengan lengkap pengobatan apa saja yang sudah didapatkan serta perkembangan penyakit Anda. Anda juga dapat meminta pemeriksaan cairan keputihan untuk mendeteksi adanya kuman/parasit ataukah jamur. Sehingga pengobatan yang diberikan sesuai dengan penyebabnya. Anda perlu menanyakan kapan harus kontrol lagi, karena beberapa penyebab keputihan memerlukan pengobatan yang cukup lama.
Selama pengobatan, Anda dan pasangan sebisa mungkin tidak melakukan hubungan seksual terlebih dahulu, sampai Anda dikatakan sembuh oleh dokter. Jika Anda dan pasangan ingin melakukan hubungan seksual, maka disarankan untuk menggunakan kondom (yang tidak menyebabkan alergi). Hal ini untuk mencegah terjadinya mekanisme pingpong, di mana infeksi hanya berpindah-pindah antara Anda dan pasangansaja. Pria juga bisa terkena infeksi yang sama dengan Anda, hanya saja pada pria tidak menimbulkan gejala/keluhan sehingga sering dianggap tidak terjadi masalah, padahal tetap mengandung kuman.
(eny/eny)
Keputihan yang mengganggu aktivitas seks biasanya terjadi sudah lama dan mulai berwarna serta berbau. Dijelaskan konsultan seks wolipop, dr. Vanda Mustika keputihan yang berwarna, berbau ataupun terasa gatal kemungkinan sudah ada keterlibatan kuman/parasit atau jamur.
Keputihan ini dapat menganggu bukan hanya wanita tapi juga pria saat bercinta. Keputihan ini bahkan dapat menyebabkan infeksi rongga panggul yang akibatnya lebih berbahaya, seperti kemandulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaiknya segeralah berkonsultasi dengan dokter kebidanan ataupun dokter kulit dan kelamin. Kemudian ceritakan dengan lengkap pengobatan apa saja yang sudah didapatkan serta perkembangan penyakit Anda. Anda juga dapat meminta pemeriksaan cairan keputihan untuk mendeteksi adanya kuman/parasit ataukah jamur. Sehingga pengobatan yang diberikan sesuai dengan penyebabnya. Anda perlu menanyakan kapan harus kontrol lagi, karena beberapa penyebab keputihan memerlukan pengobatan yang cukup lama.
Selama pengobatan, Anda dan pasangan sebisa mungkin tidak melakukan hubungan seksual terlebih dahulu, sampai Anda dikatakan sembuh oleh dokter. Jika Anda dan pasangan ingin melakukan hubungan seksual, maka disarankan untuk menggunakan kondom (yang tidak menyebabkan alergi). Hal ini untuk mencegah terjadinya mekanisme pingpong, di mana infeksi hanya berpindah-pindah antara Anda dan pasangansaja. Pria juga bisa terkena infeksi yang sama dengan Anda, hanya saja pada pria tidak menimbulkan gejala/keluhan sehingga sering dianggap tidak terjadi masalah, padahal tetap mengandung kuman.
(eny/eny)











































