Viral Verificator
Viral Penjual Cilok Punya Rumah Megah, Beri Pesan Menohok Soal Rasa Gengsi
Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria berjualan cilok keliling menggunakan sepeda motor viral di media sosial. Alih-alih merasa malu, pria tersebut justru menunjukkan rasa bangganya terhadap usaha kecil yang tengah ia rintis.
Namun, yang membuat netizen salah fokus dan melontarkan beragam pertanyaan adalah penampakan rumah mewah dan megah yang menjadi latar belakang tempat tinggalnya saat ia bersiap-siap untuk berdagang. Penjual cilok tersebut sehari-harinya tinggal di rumah mewah.
"Dibilang kasihan?
Justru saya kasihan ke yang gengsian," tulis keterangan video Instagram @danil.a.a.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui video singkat yang diunggah oleh akun Instagram @danil.a.a, pria muda ini tampak santai menyiapkan gerobak ciloknya di area halaman rumah bertingkat dengan pilar-pilar besar khas hunian mewah.
Penampakan kontras antara hunian yang mentereng dan kesederhanaan usahanya memicu perdebatan netizen di kolom komentar. Tak sedikit warganet yang kagum akan prinsipnya namun ada pula yang penasaran dengan latar belakang keluarga pria penjual cilok tersebut.
"Plot twist, itu rumahnya bossnya.
Bossnya mempekerjakan banyak mamang cilok," duga pengguna Instagram @benjaminalmy.
"Gapercaya, coba masuk kamar🤣🤣🤣," kata akun @ameliakustharin.
"Aduhh bangg tutor dong biar ga gengsiann pliss asli gw iri bangt😭😭," timpal akun @mizouchi_.
Konfirmasi Wolipop
Viral pria penjual cilok berumah mewah yang menyindir kaum gengsian. Meski punya hunian megah, ia tetap gigih berdagang keliling hingga tuai pujian publik. Foto: Dok. Instagram @danil.a.a . |
Saat dihubungi oleh Wolipop, pria pemilik akun @danil.a.a mengungkapkan bahwa video tersebut direkam di dua lokasi berbeda, yaitu di rumahnya dan saat ia mangkal di SPBU Tlogosari, Semarang, Jawa Tengah. Ia menegaskan bahwa konten tersebut dibuat bukan untuk pamer, melainkan murni untuk memotivasi generasi muda agar mau bergerak.
"Tujuan saya bikin konten jualan cilok untuk mengajak dan memotivasi anak muda untuk tidak gengsi dan malas-malasan untuk bekerja, apapun itu pekerjaannya. Pesan yang ingin disampaikan dari video itu: 'Nggak apa-apa terlihat kasihan, yang penting nggak gengsian'," ujarnya kepada Wolipop.
Ide berjualan cilok ini berawal dari impiannya untuk memiliki bisnis mandiri. Ia berharap usaha kecilnya ini kelak bisa berkembang besar.
"Ide jualan karena ingin punya usaha sendiri, siapa tahu nanti bisa membuka banyak lapangan pekerjaan," tambahnya.
Untuk harga dagangannya sendiri, ia mengaku tidak mematok tarif khusus. Namun rata-rata pembeli membeli ciloknya seharga Rp5.000 per porsi.
Cerita di Balik Rumah Mewah dan Status Pernikahan
Menjawab rasa penasaran warganet mengenai status rumah megah dengan pilar besar yang muncul di videonya, pria yang sudah berjualan cilok sejak 025 ini memberikan klarifikasi yang jujur dan terbuka. Sebelumnya, ia juga sempat mencoba peruntungan dengan berjualan bakso.
"Rumah saya itu dibuatkan oleh mertua. Saya tinggal di rumah itu bertiga dengan anak dan istri. Istri ibu rumah tangga pada umumnya, mertua punya banyak sawah, punya gudang padi dan tembakau," ungkapnya.
Meski tinggal di rumah yang difasilitasi oleh sang mertua, pria ini memiliki prinsip hidup yang sangat kuat dan mandiri. Ia tidak ingin berpangku tangan atau memanfaatkan kekayaan keluarga untuk hidup bermalas-malasan.
"Prinsip saya: 'Jangan berharap apapun kepada siapapun'. Jadi walaupun kamu anak orang kaya atau menantu orang kaya, kamu harus bisa berdiri di atas kaki sendiri."
Viral pria penjual cilok berumah mewah yang menyindir kaum gengsian. Meski punya hunian megah, ia tetap gigih berdagang keliling hingga tuai pujian publik. Foto: Dok. Instagram @danil.a.a . |
Memulai usaha sebagai pedagang kaki lima tentu bukan hal yang mudah bagi semua orang. Ia pun tak menampik bahwa di awal perjalanannya, ada rasa canggung dan malu yang sempat menghampiri. Namun, respons positif dari pembeli langsung mematahkan rasa tidak percaya diri tersebut.
"Reaksi saya pas awal jualan awalnya malu. Tapi alhamdulillah, pas waktu pertama jualan, jualan saya langsung laris manis. Itu yang bikin saya mulai pede (percaya diri) jualan," ucapnya.
Mengenai pilihan menunya, ia sengaja memilih cilok karena camilan ini merupakan makanan sejuta umat yang tidak mengenal batasan sosial. Target pasarnya mencakup semua kalangan, mulai dari orang tua, anak muda, orang kaya, hingga orang miskin, karena harganya yang relatif murah dan terjangkau.
Terkait beragam komentar warganet-termasuk mereka yang menuduhnya hanya sebagai karyawan atau sekadar menumpang di rumah bos-pria ini memilih untuk menanggapi semuanya dengan kepala dingin dan senyuman.
"Reaksi saya cuma senyum-senyum sendiri kak sambil bacain komentar netizen. Nggak apa-apa ada yang bilang itu rumah bos, saya cuma karyawannya lah. Saya tidak menghiraukan itu," pungkasnya dengan santai.
(gaf/eny)














































