5 Cara Diet Gula untuk Wajah Bebas Keriput dan Glowing
Kamu ingin wajah bebas keriput dan glowing? Selain pakai skincare, coba cara diet gula untuk membuat wajah semakin mulus dan bersinar.
Konsumsi gula berlebihan selama ini kerap dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. Namun tak hanya berdampak pada kesehatan tubuh secara umum, asupan gula yang tinggi juga diketahui dapat memengaruhi kondisi kulit wajah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis bisa mempercepat kerusakan kulit.
Fenomena ini membuat tren diet gula untuk wajah semakin populer. Banyak orang mulai membatasi konsumsi gula dengan harapan kulit tampak lebih sehat, cerah, dan terhindar dari tanda-tanda penuaan dini seperti keriput dan kusam.
Direktur dermatologi laser dan kosmetik di University of Texas di Austin Dell Medical School, S. Tyler Hollmig, MD, menyebut bahwa apa yang dikonsumsi seseorang sangat berpengaruh terhadap kesehatan kulit.
"Pola makan jelas bisa berperan dalam kesehatan kulit," kata Hollmig, direktur dermatologi laser dan kosmetik di departemen penyakit dalam di University of Texas, Austin Dell Medical School, dilansir dari Everyday Health.
Dampak Konsumsi Gula Berlebihan pada Wajah
Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula dapat memicu sejumlah gangguan pada kulit. Berikut beberapa dampak yang perlu diwaspadai:
Mempercepat penuaan kulit
Gula dapat memicu proses yang disebut glikasi, yaitu kondisi ketika molekul gula menempel pada protein, lemak, atau asam nukleat dalam tubuh. Proses ini menghasilkan senyawa bernama advanced glycation end products (AGEs) yang dapat merusak kolagen dan elastin.
Kolagen sendiri berperan penting dalam menjaga elastisitas dan kekenyalan kulit. Ketika kolagen rusak, kulit menjadi lebih mudah kendur, muncul garis halus, serta kerutan.
Selain itu, glikasi juga meningkatkan produksi radikal bebas yang memperparah kerusakan kulit.
Memicu timbulnya jerawat
Asupan gula tinggi juga berkaitan dengan meningkatnya risiko jerawat. Sebuah studi yang diterbitkan di JAMA Dermatology tahun 2020 dengan mengamati hampir 25 ribu orang dewasa menemukan bahwa konsumsi makanan berlemak dan manis dikaitkan dengan peningkatan risiko terjadinya jerawat sebesar 54%, minuman manis meningkatkan risiko tersebut 18%.
Gula dapat meningkatkan kadar insulin dalam tubuh yang kemudian memicu peradangan. Kondisi ini juga berpengaruh pada peningkatan hormon androgen yang merangsang produksi minyak berlebih di wajah. Akibatnya, pori-pori lebih mudah tersumbat dan jerawat pun muncul.
Cara Diet Gula untuk Kulit Wajah
Foto: Getty Images/PonyWang
1. Mengganti minuman manis dengan air putih
Mengurangi minuman tinggi gula merupakan langkah awal yang penting. Air putih menjadi pilihan terbaik untuk menjaga hidrasi tubuh.
Konsumsi air dalam jumlah cukup dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mendukung kesehatan kulit secara keseluruhan. Meski demikian, para ahli menekankan bahwa air bukan solusi instan untuk menghilangkan kerutan. Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan membuat kulit tampak lebih segar.
2. Membatasi konsumsi gula harian
Kurangi asupan gula dalam makanan sehari-hari menjadi kunci utama diet ini. Banyak makanan seperti roti, camilan, dan produk berbahan tepung mengandung gula tersembunyi yang perlu diwaspadai.
World Health Organization (WHO) merekomendasikan agar asupan gula harian tidak melebihi 10% dari total energi. Bahkan pembatasan hingga 5% atau sekitar 25 gram per hari dinilai memberikan manfaat kesehatan yang lebih optimal.
Cara Diet Gula untuk Kulit Wajah
Foto: iStock
Gula tambahan banyak ditemukan dalam makanan olahan, minuman kemasan, hingga junk food. Sebagai alternatif, konsumsi gula alami dari buah dan sayuran lebih dianjurkan karena disertai nutrisi penting lainnya.
4. Memilih metode memasak yang tepat
Cara memasak juga berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Mengolah makanan dengan suhu tinggi seperti memanggang atau membakar dapat meningkatkan pembentukan AGEs. Sebaiknya pilih metode memasak seperti merebus atau mengukus agar kandungan nutrisi tetap terjaga.
5. Memperhatikan pilihan makanan
Selama menjalani diet gula, penting untuk memilih makanan yang tepat. Konsumsi sayuran, buah, protein tanpa lemak, serta sumber lemak sehat dapat membantu menjaga keseimbangan nutrisi.
Sebaliknya, makanan seperti minuman manis, kue, permen, serta produk dengan tambahan gula sebaiknya dibatasi. Dengan pola makan yang lebih sehat, risiko lonjakan gula darah dapat ditekan sekaligus mendukung kesehatan kulit.
Dengan mengurangi asupan gula dan menerapkan pola makan seimbang, risiko penuaan dini serta munculnya jerawat dapat diminimalkan ya, Bunda.













































