Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Model Gugat Brand Fashion Setelah Wajahnya 'Dikloning' AI untuk Iklan Seksi

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Selasa, 09 Jun 2026 08:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Model Francheska Pujols Diganti AI.
Model Francheska Pujols. Foto: Dok. Rainbow USA
Jakarta -

Kecerdasan buatan atau AI disebut-sebut bisa mengancam pekerjaan yang bisa dilakukan manusia. Saat ini, apa yang dikhawatirkan diduga sudah mulai terjadi.

Konflik yang melibatkan AI dan manusia terjadi di industri mode di New York, AS. Seorang model menggugat sebuah retailer fashion setelah mengklaim wajah dan kemiripannya 'dikloning' kecerdasan buatan (AI) tanpa persetujuannya.

Menurut gugatan yang diajukan ke Mahkamah Agung New York pada 22 Mei 2026, model bernama Francheska Pujols menuduh brand pakaian Rainbow USA menggantinya dengan versi AI yang ditempatkan dalam pose-pose sensual. Ia mengaku tidak pernah berpose seperti yang ditampilkan saat sesi pemotretan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pujols, model dan aktris kelahiran Republik Dominika, sebelumnya bekerja sama dengan Rainbow USA melalui kontrak yang ditandatangani pada September 2024. Dalam sesi pemotretan tersebut, wanita 28 tahun ini berpose di depan latar putih dengan berbagai busana koleksi brand tersebut.

Menurut gugatan, pose yang dilakukannya terlihat elegan dan minimalis, dengan ekspresi netral serta gaya yang sesuai citra profesionalnya sebagai model fashion. Namun hasil akhir kampanye yang dirilis disebut sangat berbeda.

ADVERTISEMENT

Pujols menuduh perusahaan menggunakan teknologi AI untuk menciptakan versi digital dirinya dan menempatkannya dalam berbagai pose yang lebih provokatif. Salah satu gambar yang dipermasalahkan menampilkan sosok AI menyerupai dirinya mengenakan rok cokelat muda dan crop top bermotif leopard, sambil berbaring di pangkuan seorang perempuan lain dan memegang minuman koktail.

Model Francheska Pujols Diganti AI.Hasil foto asli Francheska Pujols saat pemotretan. Foto: Dok. Rainbow USA
Model Francheska Pujols Diganti AI.Hasil foto buatan AI. Foto: Dok. Rainbow USA

Pada gambar lain, sosok AI tersebut terlihat mengenakan rok denim mini dan atasan putih dengan posisi duduk yang dianggap lebih sensual di atas bangku bar, sambil memegang kamera dan minuman. Pujols menilai gambar-gambar tersebut berpotensi merusak reputasinya sebagai model yang selama ini bekerja di segmen fashion premium.

Model yang pernah tampil di ajang New York Swim Week dan menjadi sampul majalah fashion Kanada Vigour itu juga menuduh iklan tersebut tetap digunakan setelah kontraknya berakhir pada 15 Maret 2025.

Seperti dilansir New York Post, dalam dokumen gugatan disebutkan bahwa kontrak hanya mengizinkan Rainbow USA melakukan perubahan minor pada foto, seperti cropping atau penyesuaian gaya visual. Kontrak tersebut tidak memberikan izin untuk membuat gambar baru menggunakan AI.

Gugatan itu juga menegaskan bahwa setelah masa kontrak berakhir, Pujols tidak memberikan persetujuan atas penggunaan nama, potret, foto, atau kemiripannya dalam bentuk apa pun, termasuk gambar yang dibuat atau dimodifikasi menggunakan AI. Pujols mengaku telah mengirim surat penghentian penggunaan (cease and desist letter) kepada Rainbow USA pada Maret lalu. Namun menurutnya, perusahaan masih terus menampilkan gambar-gambar tersebut di situs web, iklan digital, hingga toko fisik.

Model Francheska Pujols Diganti AI.Hasil foto asli Francheska Pujols saat pemotretan. Foto: Dok. Rainbow USA
Model Francheska Pujols Diganti AI.Hasil foto buatan AI. Foto: Dok. Rainbow USA

Dia juga berpendapat bahwa tindakan tersebut membuatnya kehilangan potensi pendapatan lisensi sekaligus merugikan citra profesional yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Pujols sendiri pernah membintangi serial Amazon Prime 'Hood Deals' dan film 'What Happened at 625 River Road?'

Melalui gugatan tersebut, ia meminta persidangan dengan juri dan menuduh Rainbow USA melakukan pencemaran nama baik, penyalahgunaan identitas, dukungan palsu (false endorsement), serta melanggar New York Right of Privacy Law, yaitu aturan yang melindungi nama dan kemiripan seseorang dari penggunaan tanpa izin untuk kepentingan iklan.

Sementara itu, pihak Rainbow membantah seluruh tuduhan tersebut.

"Kami menggunakan gambar yang kami miliki secara benar dan tidak ada pelanggaran terhadap hak-haknya," kata juru bicara Rainbow USA.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads