Benarkah Matcha Bikin Rambut Rontok? Ini Penjelasan Dokter
Maraknya minuman matcha yang menjadi kegemaran banyak orang, tidak sedikit konten di media sosial yang membahas efek negatif dari konsumsi matcha. Salah satunya adalah kerontokan dan rambut yang menipis secara tidak terduga. Hal ini tentu membuat para penggemar minuman bubuk teh hijau tersebut bertanya-tanya.
Apakah Matcha Menyebabkan Rambut Rontok?
Untungnya, matcha bukanlah penyebab langsung dari kerontokan rambut yang terjadi secara tiba-tiba. Menurut para ahli, kerontokan tersebut mungkin berkaitan dengan pengaruh matcha terhadap kadar zat besi dalam tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heather Viola, dokter perawatan primer sekaligus asisten profesor kedokteran internal umum di Mount Sinai, menjelaskan bahwa jika kadar zat besi dalam tubuh berkurang, rambut akan lebih mudah rontok. Tubuh juga menjadi lebih sulit menyerap zat besi dari makanan (zat besi non-heme) karena senyawa dalam matcha dapat mengikat zat besi di saluran pencernaan.
Tidak ada batasan pasti jumlah konsumsi matcha yang dapat memengaruhi kadar zat besi dalam tubuh. "Meski tidak dibatasi, penelitian menunjukkan bahwa 1 sampai 2 gelas matcha bisa mengurangi penyerapan zat besi non-heme 60 sampai 70 persen," kata Dr. Viola seperti yang dikutip dari Vogue.
Efek penyerapan zat besi yang berkurang biasanya muncul jika kamu minum matcha sebelum atau sesudah mengonsumsi makanan yang kaya zat besi. Orang yang vegan, vegetarian, atau memiliki anemia dan kadar zat besi rendah sejak awal umumnya lebih mudah terpengaruh.
Apa Boleh Minum Matcha Tiap Hari?
Foto: Getty Images/jamesteohart
Beberapa efek samping minum matcha menurut Dr. Viola antara lain iritasi lambung atau gangguan pencernaan, potensi kontaminasi timbal, kemungkinan stres pada hati (dalam dosis yang sangat tinggi), serta masalah pada gigi. Selain itu, matcha juga memiliki efek yang mirip dengan kafein, seperti kecemasan, insomnia, dan sakit kepala, serta berpotensi berinteraksi dengan obat-obatan tertentu.
Penting untuk memperhatikan waktu konsumsi matcha dan makanan yang dikombinasikan dengannya. Menurut Samantha Dieras, direktur layanan nutrisi rawat jalan di Mount Sinai Hospital, hal ini bisa menjadi cara alternatif untuk tetap menikmati matcha tanpa harus berhenti mengonsumsinya.
"Kamu bisa minum matcha satu atau dua jam sebelum konsumsi makanan yang kaya akan zat besi agar tidak berefek negatif pada tubuh," saran Dieras. Untuk membantu penyerapan zat besi, kamu juga bisa mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C secara bersamaan.
Dr. Viola menyarankan konsumsi matcha sekitar 2 hingga 3 gram per hari atau setara dengan 2 sampai 3 cangkir. Selain itu, kurangi tambahan gula atau sirup agar minuman ini tetap lebih sehat.
Orang yang sedang hamil atau menyusui, memiliki sensitivitas terhadap kafein, atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu sebaiknya menghindari konsumsi matcha setiap hari. Hal yang sama juga berlaku bagi penderita kekurangan zat besi dan gangguan hati.
"Jika kamu sehat dan membatasi asupan matcha tiap harinya, ini akan berefek baik sebagai rutinitas sehari-hari," kata Dr. Viola. Kuncinya adalah tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan kadar zat besi dalam tubuh.
Lantas Bagaimana Mengatasi Kerontokannya?
Foto: Getty Images/Doucefleur
Dr. King juga menambahkan bahwa kerontokan rambut dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Penyebab yang paling umum adalah faktor genetik, stres, dan perubahan hormon.
Dari sisi nutrisi, kekurangan vitamin B, zinc, vitamin D, serta asupan protein yang tidak mencukupi juga dapat memicu kerontokan rambut. Karena itu, Dr. King menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan pemeriksaan yang lebih mendalam dan mengetahui penyebab pasti kerontokan yang dialami.













































