Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Sudah Mandi dan Pakai Deodoran tapi Masih Bau Badan? Ini Penyebabnya

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Senin, 08 Jun 2026 19:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

5 Tips Atasi Bau Badan dengan Bahan Alami yang Ada di Dapur
Foto: Getty Images/iStockphoto/kuppa_rock
Daftar Isi
Jakarta -

Sudah mandi, memakai deodoran, bahkan menjaga kebersihan tubuh dengan baik, tetapi bau badan masih muncul? Jika pernah mengalaminya, kamu tidak sendirian.

Kondisi ini cukup umum terjadi dan tidak selalu berarti produk deodoran yang digunakan tidak ampuh. Dalam beberapa kasus, perubahan pada tubuh, kebiasaan sehari-hari, hingga pola hidup justru bisa menjadi penyebab deodoran terasa kurang efektif dalam menahan bau badan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada dasarnya, keringat berfungsi membantu tubuh menjaga suhu tetap stabil. Bau badan muncul ketika keringat bercampur dengan bakteri yang hidup di permukaan kulit.

Menurut Danielle Raynor, pendiri brand perawatan tubuh Lavanila, perubahan komposisi bakteri pada kulit dapat memengaruhi aroma tubuh seseorang. Senada dengan itu, Dr. Zenovia menjelaskan bahwa ketika kondisi bakteri kulit berubah, bau badan juga bisa berubah sehingga deodoran yang sebelumnya ampuh mungkin tidak lagi memberikan hasil yang sama.

ADVERTISEMENT

Lantas, apa saja faktor yang membuat masih bau badan padahal sudah mandi dan pakai deodoran?

1. Menggunakan Deodoran Saat Ketiak Belum Kering

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah langsung mengoleskan deodoran setelah mandi. Padahal, kondisi ketiak yang masih lembap dapat mengurangi kemampuan produk menempel pada kulit.

Lapisan air di permukaan kulit membuat deodoran lebih mudah luntur sehingga perlindungannya tidak maksimal. Karena itu, pastikan area ketiak benar-benar kering sebelum menggunakan deodoran.

2. Cara Pengaplikasian Kurang Optimal

Selain memilih produk yang tepat, cara penggunaan juga berpengaruh pada hasilnya. CEO Free Brands, Ira Kaganovsky Green, menyarankan untuk mengoleskan deodoran sekitar tiga hingga empat kali pada area ketiak.

Setelah itu, gerakkan lengan beberapa kali agar produk tersebar merata dan menyesuaikan dengan suhu tubuh. Sebaliknya, penggunaan yang berlebihan justru bisa membuat deodoran menempel pada pakaian dan tidak bekerja maksimal di kulit.

3. Terlalu Lama Menggunakan Produk yang Sama

Jika deodoran yang biasa digunakan tiba-tiba terasa kurang efektif, kemungkinan penyebabnya bukan karena kualitas produk menurun, melainkan adanya perubahan pada kondisi tubuh.

Seiring waktu, tubuh dapat mengalami berbagai perubahan yang memengaruhi respons terhadap produk tertentu. Karena itu, sesekali mencoba jenis deodoran lain, seperti spray, roll-on, atau stick, bisa menjadi alternatif yang patut dipertimbangkan.

4. Stres Memengaruhi Aroma Tubuh

Tekanan mental dan stres ternyata juga dapat berdampak pada bau badan. Saat stres, tubuh cenderung menghasilkan lebih banyak keringat, sehingga menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri penyebab bau berkembang biak.

Akibatnya, aroma tubuh bisa menjadi lebih kuat dibandingkan biasanya, terutama saat sedang cemas atau berada di bawah tekanan.

5. Pola Makan Berubah

Makanan yang dikonsumsi turut memengaruhi aroma tubuh. Perubahan pola makan dapat memengaruhi keseimbangan mikrobioma kulit, yakni kumpulan bakteri yang hidup di permukaan kulit.

Ketika keseimbangan tersebut berubah, aroma tubuh pun bisa ikut berubah. Dalam kondisi tertentu, mengganti jenis deodoran dapat membantu menyesuaikan perlindungan dengan kebutuhan tubuh saat ini.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads