Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

5 Tips Penting Saat Berat Badan Susah Turun Meski Sudah Diet dan Olahraga

Almira Riva Az Zahra - wolipop
Minggu, 05 Apr 2026 11:10 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

5 Makanan Lezat Ini Sering Bikin Diet Gagal Total
Foto: Getty Images/iStockphoto/Kikujiarm
Jakarta -

Kamu mungkin pernah melihat orang lain atau bahkan mengalaminya sendiri: sudah menjalani diet ketat dan rutin berolahraga, tetapi berat badan tetap saja stuck di angka yang sama. Ternyata, penurunan berat badan tidak hanya bergantung pada diet dan olahraga. Ada beberapa faktor lain yang juga sangat memengaruhi keberhasilan program menurunkan berat badan.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar program penurunan berat badan bisa berjalan lebih efektif:

Pola Makan dan Nutrisi Seimbang

Pola makan merupakan dasar penting dalam mengelola berat badan, khususnya bagi wanita. Bukan hanya soal jumlah kalori, tetapi keseimbangan nutrisi makro dan mikro juga harus diperhatikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nutrisi makro terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama bagi tubuh dan bisa diperoleh dari biji-bijian utuh, kacang-kacangan, sayur, serta buah. Pilih karbohidrat kompleks agar tidak menyebabkan lonjakan gula darah.

ADVERTISEMENT

Protein membantu memperbaiki jaringan otot yang rusak, memproduksi hormon, menjaga sistem imun, serta meningkatkan pembakaran kalori. Diet tinggi protein juga dapat membantu menurunkan lemak tubuh dan mempertahankan massa otot lebih baik dibandingkan diet rendah lemak.

Lemak juga penting bagi tubuh, terutama untuk membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K serta menjaga kesehatan membran sel. Konsumsilah lemak sehat yang berasal dari alpukat, minyak nabati, almond, dan ikan berlemak. Sementara itu, lemak dari daging berlemak dan mentega sebaiknya dibatasi.

Di sisi lain, nutrisi mikro seperti vitamin, mineral, dan antioksidan juga tidak kalah penting. Kekurangan vitamin D cukup sering terjadi pada wanita. Kondisi ini bisa diatasi dengan mengonsumsi sereal yang difortifikasi, ikan berlemak, dan kuning telur.

Vitamin C yang berperan dalam produksi kolagen juga baik untuk meningkatkan sistem imun. Nutrisi ini bisa diperoleh dari jeruk, paprika, dan brokoli. Selain itu, vitamin B seperti B6, B12, dan folat penting untuk produksi energi dan sintesis DNA.

Wanita juga sering mengalami kekurangan zat besi karena menstruasi. Padahal, zat besi berperan penting dalam mengangkut oksigen dalam darah. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan tubuh mudah lelah dan menurunkan toleransi terhadap olahraga.

Penelitian menunjukkan bahwa mengatasi kekurangan mikronutrien juga dapat membantu proses penurunan berat badan serta meningkatkan tingkat energi, terutama jika berkaitan dengan zat besi dan vitamin D.

Kebiasaan Makan yang Sehat

Pola makan yang sehat sebaiknya dilakukan secara konsisten agar kadar gula darah tetap stabil dan mencegah makan berlebihan. Scientific Advisory Committee on Nutrition (SACN) dari Inggris juga merekomendasikan pembatasan konsumsi gula untuk membantu mengendalikan berat badan.

Asupan serat dan protein rendah lemak juga sangat penting. Serat yang tinggi dapat membantu menurunkan berat badan, massa lemak, dan kadar kolesterol. Sementara itu, protein rendah lemak membantu mengurangi rasa lapar dan mempertahankan massa otot.

Makanlah secara perlahan dan hindari makan sambil melakukan aktivitas lain agar porsi makan lebih terkontrol. Kenali juga tanda lapar yang sebenarnya agar tidak makan karena stres atau rasa bosan. Jangan lupa menikmati setiap gigitan makanan.

Gunakan piring berukuran lebih kecil untuk menciptakan ilusi porsi yang terlihat lebih besar. Ukur porsi makan dengan tepat dan lakukan meal prep agar asupan tetap seimbang dan tidak berlebihan.

Mengonsumsi lebih banyak sayuran saat makan juga membantu meningkatkan rasa kenyang tanpa menambah banyak kalori. Pilih sayuran yang tinggi serat dan rendah kalori seperti bayam, brokoli, dan wortel.

Aktivitas Fisik Teratur

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dengan mengayuh sepeda dari kediaman menuju Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (31/3/2026).

Foto: dok. Kominfo Kudus

Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dapat membantu menjaga berat badan sekaligus memperkuat kesehatan jantung dan paru-paru. Olahraga juga memicu pelepasan hormon endorfin yang dapat mengurangi stres dan kecemasan.

Selain itu, olahraga membantu menjaga kesehatan sendi dan tulang serta mengurangi risiko osteoporosis yang umum dialami wanita setelah menopause.

Kamu bisa melakukan aktivitas aerobik atau kardio seperti bersepeda, berlari, dan berenang untuk membantu membakar lemak. Latihan kekuatan ringan seperti push-up dan squat juga bermanfaat untuk meningkatkan massa otot. Sementara itu, olahraga yang menenangkan seperti yoga dan pilates juga cocok untuk wanita.

Olahraga Rutin

Ilustrasi olahraga

Foto: Istimewa

Pilih jenis olahraga yang sesuai dengan minat atau yang kamu nikmati, baik dilakukan sendiri, di kelas olahraga, maupun di luar ruangan. Mulailah secara perlahan dan lakukan variasi latihan agar tidak cepat bosan. Kunci utama dari olahraga adalah konsistensi.

Tidur yang Cukup dan Berkualitas

Asian woman sleeping, high angle view of beautiful young woman lying in bed and keeping eyes closed

Foto: Getty Images/ONB

Kualitas tidur juga memiliki hubungan erat dengan penurunan berat badan. Tidur yang cukup membantu menjaga keseimbangan hormon, metabolisme, serta tingkat energi tubuh.

Saat kurang tidur, hormon yang mengatur rasa lapar dan nafsu makan bisa meningkat sehingga kamu lebih mudah makan berlebihan. Kurang tidur juga dapat mengganggu metabolisme glukosa dan insulin yang pada akhirnya berisiko memicu obesitas.

Selain itu, kurang tidur membuat tubuh cepat lelah sehingga aktivitas fisik berkurang dan pola makan menjadi tidak teratur.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads