3 Hal Tak Terduga yang Diam-diam Dinilai Orang saat Pertama Kali Bertemu
Ada pepatah populer yang mengatakan, hanya butuh lima detik untuk membuat seseorang jatuh cinta di pertemuan pertama. Secara psikologis, bisa jadi benar.
Kesan pertama memang sering kali terbentuk lebih cepat dari yang kita kira. Saat baru bertemu seseorang-terutama dalam konteks kencan atau hubungan romantis-orang ternyata tidak hanya memerhatikan penampilan atau gaya berpakaian.
Menurut penulis sekaligus antropolog biologis, Helen Fisher, otak manusia dirancang untuk 'membaca' orang lain dengan sangat cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Otak kita dibangun dengan sangat baik untuk langsung mencoba menilai seseorang dalam waktu singkat," katanya, seperti dikutip dari Your Tango.
Menariknya, ada beberapa hal yang mungkin jarang disadari, tetapi ternyata ikut membentuk kesan pertama terhadap seseorang. Apa saja? Ini tiga hal tersembunyi yang dinilai orang saat pertama kali bertemu.
1. Gigi
Kedengarannya sepele, tetapi senyum bisa mengungkap banyak hal. Menurut Helen Fisher, kondisi gigi sering kali diasosiasikan dengan usia, kesehatan, gaya hidup, bahkan status sosial seseorang.
Saat tersenyum, orang lain tanpa sadar bisa menangkap petunjuk tentang kebiasaan sehari-hari-mulai dari apakah kamu merokok, terlalu sering minum kopi, hingga seberapa rutin merawat kesehatan gigi.
Sejumlah penelitian bahkan menunjukkan bahwa orang dengan gigi yang tampak lebih putih cenderung dianggap lebih menarik, lebih bisa dipercaya, serta diasosiasikan dengan kesuksesan profesional dan finansial. Sebaliknya, warna gigi yang menguning atau susunan gigi yang terlihat tidak rapi dapat memengaruhi persepsi daya tarik.
2. Tata Bahasa
Tata bahsa sering kali menjadi petunjuk tentang latar belakang pendidikan maupun lingkungan sosial seseorang. Dalam dunia kencan modern, hal ini bahkan bisa menjadi deal-breaker bagi sebagian orang.
Beberapa studi menemukan bahwa banyak orang menganggap kesalahan tata bahasa di profil aplikasi kencan atau saat chat online sebagai sesuatu yang cukup mengganggu. Bahkan, sebuah penelitian yang dilakukan situs kencan eHarmony menunjukkan 75 persen pria dan 88 persen wanita lebih memilih kemampuan berbahasa yang baik, dibandingkan rasa percaya diri tinggi ketika memilih pasangan.
3. Pembawaan Diri
Cara seseorang membawa diri ternyata memberi banyak sinyal tentang stabilitas emosionalnya. Menurut Helen Fisher, ketika seseorang tidak merasa nyaman dengan dirinya sendiri, hal itu sering kali terlihat jelas dalam interaksi sosial.
Kurang percaya diri dapat muncul lewat bahasa tubuh kecil yang tampaknya tidak disengaja, seperti menggigit kuku, menghindari kontak mata, atau terlihat terlalu gelisah. Sikap-sikap ini bisa membuat seseorang dipersepsikan lebih cemas atau kurang meyakinkan.
"Kepercayaan diri seseorang bisa memberi banyak gambaran tentang stabilitas emosional mereka," jelasnya.
Tak hanya itu, rasa tidak percaya diri juga dapat membuat seseorang menampilkan versi dirinya yang kurang autentik. Padahal, dalam hubungan maupun proses mengenal orang baru, banyak orang justru mencari koneksi yang tulus dan apa adanya.
(hst/hst)










































