Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

YouTuber Tuai Pro Kontra, Gugurkan Kandungan karena Diduga Down Syndrome

Rahmi Anjani - wolipop
Jumat, 05 Jun 2026 19:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jesse dan Ashley Ridgway
Foto: Instagram @mcjuggernuggets
Jakarta -

Pasangan YouTuber Jesse dan Ashley Ridgway berbagi tentang perjalanan kehamilan mereka yang mengejutkan. Dalam postingan story terbaru, Jesse mengaku telah membuat keputusan berat terkait kandungan Ashley. Dikatakan bahwa mereka terpaksa menggugurkannya karena bayi mereka terindikasi menderita Down Syndrome.

Jesse menyadari bahwa beberapa penggemar mereka mungkin sangat kecewa dengan mendengar berita ini. Ia sendiri mengatakan pengalaman itu sangat traumatis baginya maupun Ashley yang telah menggugurkan kehamilan awal pekan ini.

"Minggu ini, aku dan istriku membuat keputusan yang sangat sulit untuk mengakhiri kehamilan karena Trisomi 21. Keputusan ini tidak dibuat dengan mudah," tulisnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Trisomi 21 adalah nama lain untuk Down syndrome. Pria tersebut mengatakan bahwa awalnya ia sempat optimis dengan kehamilan sang istri tapi akhirnya mempertimbangkan ulang.

ADVERTISEMENT

"Ketika pertama kali menerima kabar ini, aku terkejut tetapi optimis. Jika mereka sedikit lambat secara intelektual, maka kita akan berhasil. Aku siap menjadi orang tua, apa pun yang terjadi... tetapi aku tidak sepenuhnya memahami apa yang dimaksud dengan Down syndrome,"

Pria 33 tahun itu kemudian menyebutkan risiko kesehatan yang dapat dikaitkan dengan sindrom Down, termasuk cacat jantung, gangguan pendengaran, dan keterlambatan perkembangan fisik.

"Sindrom Down bukanlah 'berkah,' secara objektif itu sangat buruk dari perspektif kesehatan. Aku tidak menyadari betapa beratnya bagi anak itu, apalagi bagi keluarganya... seringkali, mereka akan sepenuhnya bergantung pada orang lain selama sisa hidup mereka,"

Influencer tersebut mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan teman, keluarga, dokter, dan konselor genetik dan mengklaim bahwa 90% wanita menggugurkan kehamilan mereka setelah mengetahui bahwa bayi mereka mengidap sindrom Down. Meski menurut Healthline, angkanya di AS hanya mencapai 67%.

Selagi mengapresiasi, penggemar mereka yang mengidap Down syndrome, Jesse kembali menyatakan bahwa keputusan ini sangatlah berat. "Akan butuh sedikit waktu untuk melanjutkan hidup, tetapi kami bersemangat untuk mencoba lagi di masa depan dan semoga mendapatkan hasil yang lebih baik."


Di media sosial, pengumuman pasangan yang berbasis di New Jersey, AS ini menuai pro dan kontra. Tak sedikit yang memberi dukungan tapi sebagian menilai bahwa mereka tidak seharusnya mengumumkan hal tersebut dan secara terbuka menyebut alasannya.

"Aku mengerti perlunya menggugurkan janin. Itu keputusan pribadi. Yang tidak aku mengerti adalah mengapa mereka merasa perlu mengumumkannya di internet. Apakah karena mereka influencer? Detail itu terlalu pribadi dan sensitif,"

"Aku tak percaya kita hidup di zaman di mana seseorang secara terbuka mengunggah di media sosial bahwa mereka membunuh anak mereka,"

"Membunuh seorang anak karena memiliki disabilitas adalah tindakan gila. Bayangkan jika mereka mengatakan hal itu kepada seseorang yang hidup dengan sindrom Down," tulis netizen.

(ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads