Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tren Suplemen Patch, Vitamin & Mineral Tak Lagi Ditelan Tapi Ditempel di Kulit

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Kamis, 02 Apr 2026 12:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ring Tap, suplemen yang ditempel.
Ring Tap, suplemen yang ditempel. Foto: Dok. eBay
Jakarta -

Suplemen umumnya dikonsumsi dengan cara diminum. Tapi kini, asupan vitamin maupun mineral tidak perlu lagi ditelan, melainkan cukup ditempel di kulit dalam bentuk patch.

Tren ini populer sebagai bagian dari perpaduan antara teknologi kecantikan dan kesehatan. Dipopulerkan selebriti, viral di media sosial, hingga perkembangan teknologi transdermal delivery, suplemen patch mulai dilirik sebagai alternatif baru.

Popularitas tren ini meningkat setelah penyanyi sekaligus aktris Nana membagikan rutinitas paginya di acara variety Point of Omniscient Interfere. Dalam tayangan tersebut, dia terlihat menggunakan patch glutathione di kulit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikenal gemar mencoba produk kecantikan yang viral, patch glutathione pilihan Nana dari brand Ring Tap langsung menarik perhatian banyak orang.

Glutathione dikenal sebagai antioksidan kuat yang sering dikaitkan dengan efek mencerahkan kulit dan meratakan warna kulit, karena mampu menghambat produksi melanin. Berbeda dari suplemen biasa, patch memungkinkan bahan aktif diserap melalui kulit langsung ke aliran darah, tanpa harus melewati sistem pencernaan.

ADVERTISEMENT

Inilah yang menjadi daya tarik utama. Selain dianggap lebih praktis, metode ini juga dinilai lebih 'ramah' bagi tubuh, terutama bagi lambung yang sensitif terhadap suplemen oral.

Ring Tap, suplemen yang ditempel.Ring Tap, suplemen yang ditempel. Foto: Dok. eBay

Tren suplement patch tidak hanya terbatas pada skincare. Beberapa brand mulai mengembangkan patch untuk berbagai kebutuhan.

Brand seperti Hautuki menghadirkan patch untuk mendukung pertumbuhan anak, sementara Foggone menyasar pekerja kantoran dan pelajar yang mengalami 'brain fog' dengan teknologi microneedle magnesium. Ada juga varian lain seperti patch penambah energi, melatonin untuk tidur, hingga patch pelangsing tubuh.

Benarkah Lebih Efektif dari Suplemen Biasa?

Menurut laporan KBV Research tahun 2025, pasar global vitamin patch diprediksi mencapai hampir USD 715 juta pada 2031, dengan pertumbuhan yang cukup pesat. Salah satu keunggulan utama patch adalah kemampuannya mengantarkan nutrisi langsung ke sistem peredaran darah tanpa melalui saluran pencernaan.

Artinya, penyerapan bisa lebih optimal. Selain itu, metode ini juga dapat mengurangi risiko iritasi lambung yang sering terjadi pada konsumsi suplemen tertentu seperti magnesium, serta lebih nyaman bagi orang yang kesulitan menelan pil.

Teknologi di balik patch ini disebut transdermal absorption, yaitu proses penyerapan zat aktif melalui kulit. Namun, tidak semua bahan bisa diserap dengan mudah. Hanya molekul berukuran kecil yang mampu menembus lapisan terluar kulit, sebelum akhirnya masuk ke pembuluh darah.

Banyak patch juga dirancang untuk melepaskan bahan aktif secara bertahap, sehingga penyerapannya berlangsung lebih stabil. Salah satu nutrisi yang dinilai paling cocok untuk metode ini adalah vitamin D, karena ukurannya kecil dan sifatnya larut dalam lemak, sehingga lebih mudah diserap melalui kulit.

Secara keseluruhan, tren suplemen patch menawarkan cara baru yang lebih praktis dan inovatif dalam memenuhi kebutuhan nutrisi. Meski begitu, tetap penting untuk memahami bahwa efektivitasnya bisa berbeda pada setiap orang dan jenis kandungan yang digunakan.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads