Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Perbedaan Pilates dan Yoga, Sama-sama Hits tapi Manfaatnya Tak Sama

Riana Anggraeni Irawan - wolipop
Jumat, 12 Jun 2026 10:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Sesi Media Experience di Vaura Pilates Menteng, 10 Juni 2026
Foto: Kevin, Vaura Pilates Menteng Team
Jakarta -

Berbagai jenis aktivitas kebugaran terus bermunculan menjadi sebuah tren gaya hidup modern, di antaranya Yoga dan Pilates yang kini tengah diminati. Meski sekilas tampak serupa karena sama-sama melatih keselarasan tubuh dan menuntut konsentrasi tinggi, keduanya memiliki tujuan akhir yang sangat berbeda.

Perbedaan ini bukan hanya membantu seseorang dalam memilih jenis latihan yang sesuai dengan kebutuhan personal mereka, tetapi juga menjadi opsi untuk untuk memaksimalkan kualitas fisik dan mental secara menyeluruh. Menurut Annabella Yoshepine, instruktur profesional tersertifikasi STOTT PILATES® yang akrab disapa Coach Bella, perbedaan mendasar antara kedua disiplin ini terletak pada fokus dan mekanisme latihannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yoga umumnya lebih menekankan pada aspek pernapasan, fleksibilitas, keseimbangan, mindfulness, serta transisi atau aliran (flow) yang harmonis. Sebaliknya, pilates berfokus pada penjajaran tubuh (alignment), stabilitas, kontrol penuh, serta tingkat presisi yang tinggi dalam setiap repetisi gerakan.," ujar Coach Bella, saat ditemui dalam sesi Media Experience di Vaura Pilates Menteng.

ADVERTISEMENT

Perbedaan Pilates dan Yoga

Lebih detail mengenai Yoga, aktivitas kebugaran yang berasal dari India ini membangun harmoni tersebut melalui penyatuan elemen fisik dan mental. Praktiknya bertumpu pada Asana, yakni postur fisik yang dirancang secara khusus untuk melatih kekuatan otot dan tulang, meningkatkan fleksibilitas sendi maupun ligamen, serta menyempurnakan postur tubuh. Komponen fisik ini kemudian disempurnakan dengan Pranayama, yaitu teknik pernapasan dan pengelolaan energi yang menjadi kunci untuk memusatkan pikiran dan mencapai ketenangan batin secara utuh.

Sementara itu, karakteristik Pilates tidak hanya berfokus pada pembentukan area perut saja. Namun kenyataannya Pilates merupakan bentuk pengondisian komprehensif bagi seluruh tubuh. Dengan mengedepankan kesadaran tubuh (body awareness) dan keseimbangan otot (muscular balance), latihan ini secara intensif menyasar dan memperkuat otot inti bagian dalam (deep core), bokong, pinggul, punggung, bahu, hingga jaringan otot-otot krusial yang menopang postur tubuh secara keseluruhan.

Bagi para pemula yang tertarik untuk terjun ke dunia Pilates maupun Yoga namun merasa ragu akan tingkat kesulitannya, tidak perlu merasa khawatir. Pilih latihan sesuai kebutuhan tubuh dan sesuai kapasitas tubuh masing-masing, dimulai dari tingkat beginner, intermediate, hingga advance.

(rian/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads