Viral Nikah Tanpa Makeup & Pakai Rol Rambut, Tunjukkan Realita Rumah Tangga
Pasangan pengantin biasanya memilih konsep pernikahan yang megah, mewah, atau minimalis elegan dengan busana terbaik di hari bahagia mereka. Namun, hal berbeda justru dilakukan oleh Ashleigh Stanley, seorang pengantin wanita asal Wales, Inggris.
Ashleigh memilih berjalan menuju altar tanpa riasan wajah, hanya mengenakan jubah mandi putih, sandal rumah, dan rol rambut. Dia melakukan tindakan anti-mainstrem itu di hari pernikahannya demi memberikan gambaran realita kehidupan setelah menikah kepada suami.
Ashleigh Stanley menikah dengan kekasih masa SMA-nya, Jake Stanley, di sebuah kebun anggur di Wales, Inggris. Uniknya, melansir laporan Kennedy News, pengantin pria pun tak kalah santai dengan setelan baju olahraga dan sepatu kets.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya cukup menyukai ide menikah dengan rol rambut dan gaun rias (jubah mandi)," ungkap wanita berusia 29 tahun itu.
"Saya bilang, 'Saya akan menghabiskan sebagian besar kehidupan pernikahan saya dengan piyama, dan begitulah dia sering melihat saya, jadi begitulah cara saya akan menikah dengannya," ucapnya lagi dikutip dari People.
Ia menambahkan bahwa penampilannya sengaja dipilih untuk memberikan gambaran nyata tentang bagaimana kehidupan setelah pernikahan nantinya kepada suami.
Rencana awal pasangan yang telah bersama selama 13 tahun ini sebenarnya adalah menggelar upacara formal di hadapan 150 tamu undangan. Ashleigh ingin berjalan menuju altar diiringi lagu pujian Welsh yang sangat dicintai mendiang neneknya.
Namun, karena lagu tersebut bermuatan religius, pihak penyelenggara menyatakan lagu itu tidak bisa diputar dalam upacara sipil mereka. Akhirnya, pasangan ini memutuskan untuk mengadakan upacara yang santai terlebih dahulu, sebelum beralih ke upacara keagamaan yang lebih besar di mana lagu tersebut bisa dikumandangkan.
"Nenekku menderita demensia selama 10 tahun, dan lagu ini adalah satu-satunya lagu yang dia hafal di luar kepala. Jika kami mulai menyanyikan 'Calon Lan', dia tahu setiap katanya," kenang Ashleigh tentang neneknya.
Demi menjaga suasana tetap rileks, Ashleigh mencetuskan ide pakaian yang super kasual tersebut. Ibu dari kedua belah pihak serta anak perempuan Ashleigh kompak mengenakan piyama pengantin berwarna merah muda. Sementara itu, ayah dan saudara laki-laki mereka tampil dengan pakaian yang tidak kalah santai.
Ashleigh dan Jake mengikat janji suci pada jam 10 pagi, tepat di hari yang seharusnya menjadi ulang tahun ke-100 mendiang sang nenek. Setelah upacara kilat itu selesai, persiapan untuk acara besar yang formal dimulai.
Pengantin wanita akhirnya mengenakan gaun pengantin putih model off-the-shoulder lengkap dengan riasan wajah dan tatanan rambut yang rapi. Jake pun berganti pakaian mengenakan setelan tuksedo tiga potong berwarna cokelat muda dan hitam lengkap dengan dasi kupu-kupu. Keinginan Ashleigh untuk memutar lagu kenangan sang nenek pun akhirnya terwujud.
Menurut Ashleigh, para tamu undangan justru sangat mengapresiasi konsep pernikahan mereka yang unik dan santai ini. "Para tamu kami mengatakan bahwa mereka lebih menyukai prosesi kami dibanding pernikahan lainnya karena selesai dalam waktu 10 menit, sehingga semua orang punya lebih banyak waktu untuk berpesta dan menikmati hari," jelasnya.
Ashleigh pun sangat merekomendasikan konsep upacara santai seperti ini kepada pasangan lain yang sedang merencanakan pernikahan. "Hal itu menghilangkan tekanan yang ada, dan saya tidak merasa gugup saat berjalan menuju upacara besar berikutnya," pungkas Ashleigh.
(gaf/eny)









































