Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Haid Bukan Sekadar Darah, Ini 4 Fase Siklus Menstruasi yang Perlu Dipahami

Shandrina Shira - wolipop
Jumat, 26 Des 2025 16:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Fase Menstruasi
Foto: Getty Images/Fauzi Muda
Jakarta -

Menstruasi menjadi tamu bulanan bagi setiap perempuan dan biasanya berlangsung selama tiga hingga tujuh hari. Namun, keluarnya darah menstruasi hanyalah satu bagian dari rangkaian empat fase yang terus berputar dalam siklus menstruasi.

Siklus ini berlangsung dari hari pertama menstruasi hingga sehari sebelum periode berikutnya dimulai, dan umumnya terjadi dalam rentang 24 hingga 38 hari, tergantung kondisi masing-masing individu. Memahami setiap fase serta perubahan hormon yang terjadi pada setiap tahap sangat penting, karena hal ini dapat membantu menyesuaikan keputusan sehari-hari, mulai dari asupan nutrisi, olahraga, hingga pengaturan rutinitas agar tetap seimbang dengan kondisi tubuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Siklus menstruasi sendiri lebih dari sekadar proses keluarnya darah. Siklus ini merupakan rangkaian kompleks yang melibatkan otak, ovarium, dan rahim, serta dipengaruhi oleh perubahan hormon. Secara umum, terdapat empat fase utama dalam siklus menstruasi.

Fase Siklus Menstruasi

Fase MenstruasiFase Menstruasi Foto: Getty Images/Fauzi Muda

Mengutip dari Health Matters, siklus menstruasi dibagi menjadi empat fase, yaitu fase menstruasi, fase folikular, fase ovulasi, dan fase luteal.

ADVERTISEMENT

1. Fase Menstruasi

Fase ini dimulai pada hari pertama menstruasi. Kondisi ini terjadi ketika lapisan rahim luruh dan keluar melalui vagina akibat sel telur yang tidak dibuahi.

Perubahan umum yang dirasakan tubuh:

Pada fase ini, tubuh dapat terasa lemas dan mengalami kram panggul sebagai tanda peluruhan endometrium ketika sel telur tidak dibuahi.

Nutrisi yang disarankan:

• Zat besi untuk menggantikan kehilangan darah
• Vitamin C untuk membantu penyerapan dan penyimpanan zat besi
• Makanan kaya lemak omega-3 untuk membantu mengurangi kram perut

2. Fase Folikular (sekitar 14 hari)

Haid sedikit

Foto: Getty Images/stefanamer

Fase ini berlangsung dari hari pertama menstruasi hingga menjelang ovulasi. Fase ini memang tumpang tindih dengan fase menstruasi dan berakhir saat ovulasi. Selama fase ini, lapisan rahim kembali menebal dan folikel di ovarium tumbuh untuk menghasilkan sel telur yang matang.

Perubahan yang dirasakan tubuh:
Kadar estrogen dan progesteron meningkat sehingga banyak wanita merasa lebih energik, fokus, dan memiliki suasana hati yang cenderung positif.

Perubahan hormon:
Kelenjar pituitari di otak menghasilkan hormon perangsang folikel (FSH) yang memberi sinyal pada ovarium untuk mematangkan sel telur. Peningkatan estrogen juga menyebabkan lapisan rahim mulai menebal kembali.

Nutrisi yang disarankan:
• Makanan kaya zat besi karena tubuh mengalami kehilangan darah
• Protein rendah lemak dan karbohidrat kompleks untuk mendukung energi
• Sayuran seperti brokoli, kembang kol, dan kubis untuk membantu menyeimbangkan estrogen

3. Fase Ovulasi (sekitar hari ke-14)

Fase Menstruasi

Foto: Getty Images/Fauzi Muda

Ovulasi terjadi ketika ovarium melepaskan sel telur yang telah matang. Pada fase ini, peluang terjadinya kehamilan berada pada tingkat tertinggi.

Perubahan yang dirasakan tubuh:
Pada fase ini, wanita mengalami peningkatan hormon. "Saat berovulasi, terjadi lonjakan hormon yang dapat meningkatkan suasana hati, tingkat energi, dan libido," ujar dokter ginekologi Cassandra Simmons, dikutip dari Health Matters. Selain itu, suhu tubuh basal sedikit meningkat dan keputihan menjadi lebih kental menyerupai putih telur.

Perubahan hormon:
Terjadi lonjakan hormon luteinisasi (LH) yang memicu pelepasan sel telur. Kadar estrogen akan menurun segera setelah ovulasi.

Nutrisi yang disarankan:
• Makanan kaya zat besi dan asam folat, seperti sayuran berdaun hijau, telur, dan biji-bijian utuh
• Vitamin B kompleks, terutama bagi yang sedang merencanakan kehamilan

4. Fase Luteal (sekitar hari ke-15 hingga ke-28)

Fase Menstruasi

Foto: Getty Images/Fauzi Muda

Setelah ovulasi, sel telur bergerak menuju rahim melalui tuba falopi. Folikel yang melepaskan sel telur kemudian berubah menjadi korpus luteum. Jika sel telur dibuahi, ia dapat menempel pada dinding rahim. Jika tidak, kadar estrogen dan progesteron menurun dan siklus kembali ke fase awal.

Perubahan yang dirasakan tubuh:
Pada fase ini, tubuh dapat mengalami premenstrual syndrome (PMS) sehingga lebih mudah terjadi perubahan suasana hati. Selain itu, gejala seperti perut kembung, pembengkakan dan nyeri payudara, peningkatan nafsu makan, penambahan berat badan, serta gangguan tidur juga sering dirasakan oleh banyak wanita.

Perubahan hormon:
Progesteron meningkat untuk mempersiapkan lapisan rahim. Jika tidak terjadi pembuahan, kadar progesteron dan estrogen akan menurun.

Nutrisi yang disarankan:
• Makanan tinggi serat dan bersifat antiinflamasi untuk membantu memperbaiki suasana hati, meredakan kembung, dan mengurangi perdarahan
• Minuman jahe atau teh hangat untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman

Siklus menstruasi merupakan proses yang kompleks. Dengan memahami keempat fase ini, perempuan dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan selaras dengan kebutuhan tubuh.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads