Liputan Khusus Diet DEBM

Aturan Sarapan, Makan Siang dan Makan Malam dalam Diet DEBM

Hestianingsih - wolipop Minggu, 13 Mar 2022 10:00 WIB
Female And Her Salad Choice Ilustrasi diet. Foto: Getty Images/AleksandarGeorgiev
Jakarta -

Diet DEBM diklaim efektif menurunkan berat badan serta mengurangi lingkar pinggang secara signifikan. Pola makan yang dipopulerkan Robert Hendrik Liembono ini menekankan pada konsumsi tinggi protein dan rendah karbohidrat.

Penulis buku berjudul 'DEBM Diet Enak, Bahagia & Menyenangkan: Cara Mudah Turunkan Berat Badan Tanpa Sengsara' ini mengungkap bahwa berat badannya turun dari 107 kg menjadi 73 kg. Penurunan berat badan hingga 34 kg ini dialaminya setelah rutin menjalani diet DEBM selama empat tahun.

Robert menyatakan bahwa diet yang dijalaninya tidak membuat 'sengsara' karena tetap bisa mengonsumsi makanan enak dan tanpa harus kelaparan. Namun ada sejumlah aturan yang perlu diterapkan jika ingin sukses diet dan hasilnya maksimal.

Dalam bukunya, pria 34 tahun ini menuliskan pola yang harus diikuti dalam diet DEBM.

1. Pentingnya Sarapan Tinggi Protein

Ilustrasi sarapanIlustrasi sarapan. Foto: iStock

Sarapan sangatlah penting dalam keberhasilan diet DEBM. Menurutnya sarapan adalah kunci penurunan berat badan asalkan menu yang disantap benar.

Menu sarapan yang benar menurutnya adalah makanan tinggi protein dan rendah atau tanpa karbohidrat, dengan jumlah maksimal 300 - 350 kalori. Misalnya saja dua butir telur dengan keju atau daging, avokad dengan keju atau bahkan steak/sate daging. Perlu juga tambahan serat dari sayur seperti buncis.

Robert tidak menyarankan menu sarapan dengan karbohidrat berat seperti nasi uduk, nasi kuning, lontong sayur, bubur ayam atau cake. Makanan berkarbohidrat tinggi akan membuat berat badan sulit turun bahkan lebih cepat naik.

"Sarapan yang tanpa karbo akan membantu tubuh terus dalam mode membakar lemak dan tinggi protein akan meningkatkan metabolisme sehingga membakar lemak lebih banyak," tulisnya.

2. Aturan Makan Siang

makan siang untuk dietIlustrasi makan siang untuk diet. Foto: Thinkstock

Robert menyarankan untuk mengganti nasi dengan sayuran saat makan siang. Sayuran yang baik dalam diet DEBM antara lain buncis, wortel, serta sayuran hijau.

Direkomendasikan mengawali makan siang dengan protein hewani misalnya satu butir telur, keju atau susu agar menjaga nafsu makan tidak berlebihan. Selain itu cukupi minum air putih di sela-sela waktu makan.

3. Makan Malam Sebelum Pukul 18.00

Ilustrasi beberapa sumber asupan lemak sehat untuk tubuhIlustrasi telur. Foto: Thinkstock

Makan malam tak kalah penting dalam keberhasilan diet DEBM. Menurutnya makan malam yang tepat dapat membantu tubuh membakar lemak lebih banyak saat tidur.

Konsumsi karbohidrat diperbolehkan saat makan malam, hanya saja tetap harus menghindari karbohidrat putih seperti nasi, mie atau kentang. Gantilah karbohidrat dengan sayuran misalnya buncis, wortel dan sayuran hijau.

Makan malam sebaiknya sebelum pukul 18.00 dengan toleransi hingga 18.30. Setelah itu masih diperbolehkan makan malam namun harus tanpa karbiohidrat. Makanan yang disarankan adalah keju, sate kambing tanpa kecap maupun lontong dan nasi, steak, ikan dan telur.

"Makan malam sifatnya wajib di DEBM. Kalau tidak lapar tetap harus makan, misal satu telur atau keju," terangnya.

4. Camilan yang Disarankan Dalam Diet DEBM

Ilustrasi daftar asupan yang diyakini dapat membantu menyehatkan mataIlustrasi ikan. Foto: Thinkstock

Selain tiga waktu makan utama, perlu juga diselingi dengan camilan. Masing-masing 300 kalori di pagi hari, 150 kalori antara makan pagi dan makan siang serta 150 kalori setelah makan malam.

Dijelaskan Robert, camilan sangat diperlukan agar tubuh tetap berada dalam metabolisme yang optimal serta mengendalikan nafsu makan. Menyantap camilan sehat dan benar juga mencegah seseorang kalap makan karena kelaparan.

Pria kelahiran Ambon ini memilih camilan tinggi protein, serat dan lemak. Menurutnya camilan yang disarankan dalam diet DEBM antara lain telur rebus, telur goreng, avokad dengan keju, keju, yoghurt, susu full cream, biji-bijian, 1-2 buah apel, 100 gram stroberi serta tuna kalengan.

"Kudapan yang tinggi protein, serat dan lemak akan cenderung menekan nafsu makan, sehingga secara psikologis akan membantu kita untuk makan lebih sedikit pada saat makan besar," jelasnya.

Tertarik mencoba diet DEBM? Perlu diingat bahwa kondisi fisik setiap orang bisa berbeda-beda. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter atau ahli nutrisi apabila kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebelum mengikuti program diet tertentu.



Simak Video "4 Drama Korea yang Bakal Tayang di Bulan Juli 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)