Liputan Khusus Diet DEBM
Aturan Sarapan, Makan Siang dan Makan Malam dalam Diet DEBM
Diet DEBM diklaim efektif menurunkan berat badan serta mengurangi lingkar pinggang secara signifikan. Pola makan yang dipopulerkan Robert Hendrik Liembono ini menekankan pada konsumsi tinggi protein dan rendah karbohidrat.
Penulis buku berjudul 'DEBM Diet Enak, Bahagia & Menyenangkan: Cara Mudah Turunkan Berat Badan Tanpa Sengsara' ini mengungkap bahwa berat badannya turun dari 107 kg menjadi 73 kg. Penurunan berat badan hingga 34 kg ini dialaminya setelah rutin menjalani diet DEBM selama empat tahun.
Robert menyatakan bahwa diet yang dijalaninya tidak membuat 'sengsara' karena tetap bisa mengonsumsi makanan enak dan tanpa harus kelaparan. Namun ada sejumlah aturan yang perlu diterapkan jika ingin sukses diet dan hasilnya maksimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam bukunya, pria 34 tahun ini menuliskan pola yang harus diikuti dalam diet DEBM.
1. Pentingnya Sarapan Tinggi Protein
Ilustrasi sarapan. Foto: iStock |
Sarapan sangatlah penting dalam keberhasilan diet DEBM. Menurutnya sarapan adalah kunci penurunan berat badan asalkan menu yang disantap benar.
Menu sarapan yang benar menurutnya adalah makanan tinggi protein dan rendah atau tanpa karbohidrat, dengan jumlah maksimal 300 - 350 kalori. Misalnya saja dua butir telur dengan keju atau daging, avokad dengan keju atau bahkan steak/sate daging. Perlu juga tambahan serat dari sayur seperti buncis.
Robert tidak menyarankan menu sarapan dengan karbohidrat berat seperti nasi uduk, nasi kuning, lontong sayur, bubur ayam atau cake. Makanan berkarbohidrat tinggi akan membuat berat badan sulit turun bahkan lebih cepat naik.
"Sarapan yang tanpa karbo akan membantu tubuh terus dalam mode membakar lemak dan tinggi protein akan meningkatkan metabolisme sehingga membakar lemak lebih banyak," tulisnya.
2. Aturan Makan Siang
Ilustrasi makan siang untuk diet. Foto: Thinkstock |
Robert menyarankan untuk mengganti nasi dengan sayuran saat makan siang. Sayuran yang baik dalam diet DEBM antara lain buncis, wortel, serta sayuran hijau.
Direkomendasikan mengawali makan siang dengan protein hewani misalnya satu butir telur, keju atau susu agar menjaga nafsu makan tidak berlebihan. Selain itu cukupi minum air putih di sela-sela waktu makan.
3. Makan Malam Sebelum Pukul 18.00
Ilustrasi telur. Foto: Thinkstock |
Makan malam tak kalah penting dalam keberhasilan diet DEBM. Menurutnya makan malam yang tepat dapat membantu tubuh membakar lemak lebih banyak saat tidur.
Konsumsi karbohidrat diperbolehkan saat makan malam, hanya saja tetap harus menghindari karbohidrat putih seperti nasi, mie atau kentang. Gantilah karbohidrat dengan sayuran misalnya buncis, wortel dan sayuran hijau.
Makan malam sebaiknya sebelum pukul 18.00 dengan toleransi hingga 18.30. Setelah itu masih diperbolehkan makan malam namun harus tanpa karbiohidrat. Makanan yang disarankan adalah keju, sate kambing tanpa kecap maupun lontong dan nasi, steak, ikan dan telur.
"Makan malam sifatnya wajib di DEBM. Kalau tidak lapar tetap harus makan, misal satu telur atau keju," terangnya.
4. Camilan yang Disarankan Dalam Diet DEBM
Ilustrasi ikan. Foto: Thinkstock |
Selain tiga waktu makan utama, perlu juga diselingi dengan camilan. Masing-masing 300 kalori di pagi hari, 150 kalori antara makan pagi dan makan siang serta 150 kalori setelah makan malam.
Dijelaskan Robert, camilan sangat diperlukan agar tubuh tetap berada dalam metabolisme yang optimal serta mengendalikan nafsu makan. Menyantap camilan sehat dan benar juga mencegah seseorang kalap makan karena kelaparan.
Pria kelahiran Ambon ini memilih camilan tinggi protein, serat dan lemak. Menurutnya camilan yang disarankan dalam diet DEBM antara lain telur rebus, telur goreng, avokad dengan keju, keju, yoghurt, susu full cream, biji-bijian, 1-2 buah apel, 100 gram stroberi serta tuna kalengan.
"Kudapan yang tinggi protein, serat dan lemak akan cenderung menekan nafsu makan, sehingga secara psikologis akan membantu kita untuk makan lebih sedikit pada saat makan besar," jelasnya.
Tertarik mencoba diet DEBM? Perlu diingat bahwa kondisi fisik setiap orang bisa berbeda-beda. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter atau ahli nutrisi apabila kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebelum mengikuti program diet tertentu.
(hst/hst)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
5 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa Diet IF, Kenyang Lebih Lama dan BB Turun
Gaya Berani Sydney Sweeney di Pemotretan Terbaru, Tubuh Emas Tanpa Busana
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
Cara Tak Terduga Klamby Rilis Koleksi Lebaran 2026, Dibungkus Film Musikal












































Ilustrasi sarapan. Foto: iStock
Ilustrasi makan siang untuk diet. Foto: Thinkstock
Ilustrasi telur. Foto: Thinkstock
Ilustrasi ikan. Foto: Thinkstock