Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Rompi Lepas Pasang Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Raup Cuan Ratusan Juta

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Sabtu, 10 Jan 2026 07:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Tren baju Lebaran, rompi lepas pasang mendadak viral dan bikin heboh di media sosial.
Tren baju Lebaran, rompi lepas pasang mendadak viral dan bikin heboh di media sosial. Foto: Wolipop/Shandrina Shira
Jakarta -

Setelah sempat didominasi oleh fenomena warna sage dan bahan shimmer, minat mode Muslim Indonesia kembali bergeser. Memasuki tahun 2026, tren baju Lebaran diprediksi akan beralih ke gaya yang lebih fungsional dan dinamis, yakni busana dengan rompi lepas pasang.

Kemunculan tren ini bermula dari unggahan viral seorang pedagang grosir asal Semarang melalui akun TikTok @sudartiindraaa. Toko Indraa Fashion tersebut membagikan video yang memperlihatkan koleksi gamis atau tunik yang dilengkapi dengan rompi luar yang bisa dilepas sesuai keinginan.

Daya tarik utama dari busana rompi lepas pasang ini terletak pada nilai ekonomis dan estetikanya. Dengan satu set baju, pengguna bisa tampil formal saat silaturahmi keluarga menggunakan rompi, namun tetap bisa tampil kasual dan santai hanya dengan baju dasarnya saja. Selain itu, detail bordir atau payet yang biasanya terpusat pada bagian rompi memberikan kesan elegan tanpa harus terlihat berlebihan di Hari Lebaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kisah Penjual Rompi Lepas Pasang yang Viral

Wolipop sudah berbincang dengan Elgi Artha, pemilik toko Indra Fashion yang mengunggah trend baju Lebaran 2026, rompi lepas pasang yang viral. Tokonya berlokasi di Pasar Johar, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Elgi, yang sudah bergelut di dunia fashion muslim sejak tahun 2005, mengungkapkan bahwa inovasi rompi lepas pasang ini lahir dari pengamatannya terhadap dinamika pasar yang selalu menginginkan sesuatu yang segar setiap tahunnya.

ADVERTISEMENT

"Tiap tahun trennya berbeda, kebetulan yang banyak dibuat rompi lepas dan banyak untuk seragaman pengajian aray bridesmaid, dan digadang-gadang bakal banyak dipakai pas Lebaran modelnya juga bagus dan punya kesan mewah cocok buat Lebaran," ujar Elgi saat diwawancarai Wolipop.

Model rompi terbaru ini sebenarnya sudah mulai diproduksi sejak dua bulan yang lalu. Selain desainnya yang modis, material yang digunakan pun memberikan kesan premium namun tetap ramah di kantong.

Elgi menjelaskan bahwa untuk bagian rompi, ia menggunakan bahan bordir dengan detail payet dan motif yang beragam. Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp 125.000 hingga Rp 175.000.

Tren baju Lebaran, rompi lepas pasang mendadak viral dan bikin heboh di media sosial.Tren baju Lebaran, rompi lepas pasang mendadak viral dan bikin heboh di media sosial. Foto: Dok. TikTok @sudartiindraaa.

Viral untuk Seragam Lebaran Hingga Pengajian

Salah satu alasan mengapa busana ini begitu diminati adalah fleksibilitasnya. "Karena lepas pasang bisa dipakai baju gamis yang lain juga, dan terkesan mewah," tambah Elgi.

Keunggulan ini membuat pelanggan berbondong-bondong memesan, terutama untuk kebutuhan seragam keluarga atau kelompok pengajian dalam jumlah besar, mulai dari 20 hingga 100 potong.

Mengenai warna yang paling diburu, Elgi menyebutkan bahwa warna denim menjadi primadona, disusul oleh warna pink dan biru dongker. Meski produk rompi model baru ini baru saja diluncurkan, animo masyarakat sudah sangat luar biasa hingga membuat omzet tokonya melonjak drastis.

"Untuk lakunya sudah ribuan, soalnya biasa untuk seragaman pengajian jumlah 20-50-100 piece, dengan banyak ukuran harganya juga relatif murah dan terjangkau, kebetulan juga bisa jadi viral jadi tren Lebaran 2026 paling cuman beda-beda motifnya. Untuk bulan-bulan ini omzetnya alhamdulillah naik sampai ratusan juta per bulan untuk keseluruhan," ungkapnya.

Viralnya produk ini di media sosial hingga masuk dalam cuplikan program televisi nasional memberikan kebahagiaan tersendiri bagi Elgi. Ia berharap tren ini tidak hanya menguntungkan tokonya, tetapi juga meningkatkan daya beli masyarakat secara umum di Pasar Johar Semarang, Jawa Tengah.

"Senang sekali, respon pasarnya baik, apalagi akhir-akhir ini sering dipakai cuplikan VT untuk program masuk Trans TV dan Trans 7. Kami juga jual untuk grosiran, makin banyak yang ambil buat dijual lagi juga. Untuk menaikkan daya beli juga di Pasar Johar Semarang, banyak yang dari luar kota datang ke pasar juga dan beli borong belanjaan gamis dan lain-lain," tutup Elgi.

(gaf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads