Berat Badan Ideal Ibu Hamil, Begini Cara Menghitungnya

Tim Haibunda - wolipop Rabu, 17 Feb 2021 22:15 WIB
Pregnant woman smiling and holding a weight scale isolated on white background Cara menghitung berat badan ideal ibu hamil. Foto: Getty Images/iStockphoto/Ljupco
Jakarta -

Mengontrol berat badan penting untuk ibu hamil. Kekurangan atau kelebihan berat badan bisa jadi masalah bagi bumil. Bagaimana mengecek berat badan ideal ibu hamil? Berikut penjelasannya dan rumus cek berat badan ideal saat hamil.

Lesley Regan, Profesor Obstetri dan Ginekologi mengatakan ibu hamil tak perlu makan lebih dari 2.000 kalori per hari pada trimester pertama. Ini sama dengan wanita yang tidak hamil.

"Segera setelah tubuh menyadari bahwa kamu hamil, metabolisme berubah agar efisien menggunakan makanan. Kalori yang berlebih tidak akan menguntungkan bayi dan sebagian besar akan disimpan sebagai lemak, yang mungkin terbukti sulit hilang setelah bayi lahir," kata Regan dalam Your Pregnancy Week by Week.

Idealnya, berat badan itu harus normal saat hamil. Regan bilang ini karena kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan secara signifikan dapat berpengaruh kepada tubuh ibu dan janin. Pada trimester terakhir, kata Regan, ibu hamil mungkin perlu meningkatkan asupan kalori, tetapi tidak lebih dari 200-300 kalori per hari. Ini setara dengan pisang dan segelas susu.

Pregnant woman smiling and holding a weight scale isolated on white backgroundBerat badan ideal ibu hamil, cara menghitungnya bagaimana? Foto: Getty Images/iStockphoto/Ljupco

Menurutnya, seorang wanita hamil yang berat badannya kurang berisiko mengalami anemia, kelahiran prematur, atau memiliki bayi kecil. Jadi jika BMI ibu hamil kurang dari 18,5, silakan berkonsultasi dengan dokter yang akan memberi tahu tentang cara mengurangi risiko-risiko ini.

Jika kamu kelebihan berat badan atau obesitas, berisiko lebih besar mengalami keguguran, kelainan janin, dan penilaian antenatal yang kurang akurat tentang pertumbuhan dan kesejahteraan bayi, misalnya pada pemindaian ultrasound.

Komplikasi selanjutnya seperti tekanan darah tinggi dan preeklamsia, diabetes gestasional, dan trombosis (pembekuan darah di kaki) juga lebih mungkin terjadi, dan seiring dengan perkembangan kehamilan akan menjadi semakin tidak nyaman dan lelah yang tidak perlu.

"Jadi, jika kamu kelebihan berat badan, menjaga pola makan mulai saat ini dan seterusnya dapat benar-benar membantu memperbaiki situasi dan tidak akan berdampak buruk pada asupan gizi bayi," ujar Regan.

Regan juga menyarankan ibu hamil untuk mengecek berat badan. Cara terbaik untuk mengetahui apakah ibu hamil kekurangan berat badan atau kelebihan berat badan di awal kehamilan adalah dengan menghitung indeks massa tubuh (BMI).

Bagaimana cara mengitung BMI ibu hamil? Teruskan membaca dengan KLIK DI SINI.



Simak Video "Gamis dan Tunik Banyak Diburu Jelang Lebaran Tahun Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)