5 Kebiasaan Buruk Ini Bisa Jadi Penyebab Kanker Serviks, Waspada Ladies!

Tim HaiBunda - wolipop Selasa, 29 Des 2020 15:19 WIB
Doctor comforting his depressed patient Foto: Getty Images/iStockphoto/pondsaksit
Jakarta -

Kanker serviks pada 2017 dinyatakan sebagai pembunuh nomer tiga wanita Indonesia. Riset pun mengungkapkan setiap harinya ada 50 wanita Indonesia meninggal karena kanker serviks di usia produktif 35-55 tahun. Apa penyebab kanker serviks?

Kanker serviks adalah kanker yang terdapat di leher rahim. Pertumbuhan kanker pada bagian serviks atau leher rahim dimulai dengan berkembangnya sel-sel abnormal di dalam serviks. Sel-sel ini kemudian dapat berkembang dengan cepat dan tak terkendali, sehingga membentuk tumor pada serviks. Tumor yang berkembang inilah menjadi kanker.

Penyebab kanker serviks, pada sebagian besar kasus, seperti dikutip dari Healthline, adalah Human Papilloma Virus (HPV) yang ditularkan secara seksual. Menurut National Cervical Cancer Coalition, HPV dapat menyebabkan 99 persen kanker serviks. Karena itu sangat penting mencegah pertumbuhan kanker serviks pada leher rahim.

"Kalau tidak segera diobati tentu saja akan memperburuk kondisi tubuh, kanker itu kemudian merembet ke fungsi organ yang lain. Terutama ginjal, dan dari situ pada akhirnya akan meninggal," ujar Dokter kandungan dan kebidanan, dr. Astrid Padang, Sp Og, dari Rumah Sakit Atma Jaya.

Selain HPV, aktivitas sehari-hari yang tanpa disadari dilakukan wanita juga bisa menjadi penyebab kanker serviks. Apa saja?

Gynecologist showing uterine structure on a uterus model. Uterus model on gynecologist's desk close-upIlustrasi penyebab kanker serviks. Foto: Getty Images/iStockphoto/peakSTOCK

Kebiasaan Buruk Penyebab Kanker Serviks

1. Memakai pembersih kewanitaan

Penggunaan pembersih kewanitaan ternyata tidak efektif memerangi risiko HPV. Astrid mengatakan, penggunaan pembersih kewanitaan setiap hari justru tidak dianjurkan. Sebab, hanya akan membunuh sejumlah bakteri baik di vagina. "Menggunakan pembersih kewanitaan membunuh bakteri-bakteri baik yang menjaga stabilitas dari vagina dan serviks, sehingga akan hilang," ungkap Astrid.

Kebiasaan menggunakan pembersih kewanitaan lebih rentan terkena infeksi. Dalam penelitian yang dilakukan National Institude of Environmental Health Science, mengungkapkan wanita yang berlebihan menggunakan pembersihan kewanitaan berisiko terhadap kanker serviks.

Jadi, hindari penggunaan sabun kewanitaan terlalu sering. Menurut Astrid, untuk menjaga kesehatan area kewanitaan, cukup menggunakan air bersih.

2. Malas ganti panty liner

Kebiasaan yang bisa jadi penyebab kanker serviks adalah malas mengganti panty liner atau terlalu sering memakai panty liner. Menggunakan panty liner akan membuat vagina menjadi lembab. Sehingga memicu pertumbuhan jamur yang menyebabkan vagina menjadi gatal.

Oleh sebab itu, pakailah panty liner pada saat-saat dibutuhkan saja. Dan jangan lupa untuk sering menggantinya.

3. Merokok

Wanita yang merokok berpotensi dua kali lebih besar terkena kanker serviks dibanding yang tidak merokok. Kenapa demikian? Karena kandungan zat kimia karsinogenik yang terdapat pada rokok memicu pertumbuhan kanker.

Riset mengungkapkan beberapa zat kimia yang terdapat pada tembakau, ada pada lendir serviks wanita perokok. Peneliti percaya, bahwa zat tersebut merusak DNA sel serviks dan berkontribusi pada perkembangan sel kanker.

Merokok juga membuat sistem kekebalan tubuh menjadi kurang efektif dalam memerangi infeksi HPV. Oleh karena itu, kurangi merokok agar kesehatan rahim tetap terjaga.

Apalagi kebiasaan buruk wanita yang bisa menjadi penyebab kanker serviks? KLIK DI SINI untuk membacanya.



Simak Video "Peran Psikolog dalam Kasus KDRT"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)