Influencer & Psikiater Bagi Tips Jaga Mental Health Saat Pandemi

Inkana Putri - wolipop Kamis, 17 Des 2020 22:32 WIB
Xtraordinary Festival Foto: Inkana Putri
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang telah mewabah di Indonesia 10 lamanya tentu sering sekali memberikan dampak terhadap kesehatan mental. Banyaknya berita yang mengkhawatirkan, kabar sedih dari kerabat atau teman, hingga pandemi yang belum tahu kapan berakhir seakan memberi beban tersendiri terhadap mental health.

Penulis dan Psikiatris, dr. Nova Riyanti menyampaikan merasakan sedih, bingung, atau tidak baik-baik saja selama pandemi adalah hal yang normal terjadi pada manusia. Mengingat pandemi bukan hal yang mudah untuk dihadapi hingga saat ini

"Intinya to feel bad, sad, not okay justru menjadi hal yang normal, khususnya pandemi. Karena pada saat ini kita mencoba memproses segala sesuatu yang kita hadapi sekarang bukan hal yang mudah," katanya dalam acara Xtraordinary Festival dalam sesi Self Development, Kamis (17/12/2020).

Selama pandemi, dr. Nova berpesan mengatakan menjaga kesehatan mental menjadi hal yang utama. Menurutnya, jika mental health terjaga maka tubuh akan lebih mudah untuk melakukan hal-hal produktif.

"Yang penting adalah mental well-being first, productivity will follow. Dan compassion it terhadap orang lain dan diri kita sendiri," katanya.

Ia juga menyebut banyaknya saran dan informasi terkait menjaga kesehatan mental juga sebaiknya tak langsung diterima secara instan. Pasalnya, apa yang disarankan orang lain tak selalu cocok dengan diri kita.

"Sekarang banyak banget input tentang mental health. Jadi, silakan mengkurasi sendiri self care ideas yang cocok untuk diri kita sendiri, nggak usah semuanya dilakukan," katanya.

Senada dengan dr. Nova, Influencer & Content Creator Gita Savitri menyampaikan selama pandemi sebaiknya jangan terlalu mendorong diri untuk melakukan segalanya. Apalagi saat ini seluruh dunia sedang menghadapi wabah yang berbahaya.

"Kalau dari aku sih don't beat yourself up sih. Karena pandemi ini di internet ada banyak postingan yang nyuruh kita buat produktif, itu aku agak kurang setuju sih sejujurnya. Karena ini bahasanya lagi unprecedented situation. Yang kita gak tau, kita lagi memproses terus tiba-tiba kita disuruh balik lagi ke new normal as if nothing happens. Things are happening dan ini hal yang dangerous," katanya.

Gita menambahkan agar mental health tetap terjaga saat pandemi, memahami apa yang diri sendiri rasakan perlu untuk dilakukan. Selain itu, seluruh pihak juga harus saling mengerti kondisi satu sama lain.

"Menurut aku nggak usah terlalu ngoyo sih. Kalau misalnya kita lagi capek kita butuh istirahat berapa lama, ya udah istirahat. It's okay gitu. Aku berharapnya orang-orang juga saling ngerti, berempati dan mengerti kondisi masing-masing," katanya.

Mengistirahatkan diri dari berbagai hal selama pandemi juga dibenarkan oleh The Brain Of Menjadi Manusia Rhaka Ghanisatria. Menurutnya, selama pandemi penting untuk membuat jeda terhadap apa yang dilakukan.

Adanya imbauan untuk beraktivitas di rumah aja juga bisa menjadi kesempatan untuk mencari peluang terhadap diri sendiri.

"Menjadi manusia adalah sebuah proses, kita gagal, kita jatuh, kita capek, kita punya masalah, kita bangkit, kita buat koma sampai akhirnya kita mati dan sampai di titik akhir. Jadi, berkomalah dan buat sebuah jeda. It's time to step back. Pandemi ini kita nggak bisa keluar rumah, jadi kembalilah ke dalam diri dan perbanyak potensi buat diri kita," pungkasnya.

(mul/ega)