Lakukan Perawatan untuk Meningkatkan Imun Tubuh, Wanita Berakhir Diamputasi

Vina Oktiani - wolipop Sabtu, 24 Okt 2020 14:30 WIB
https://www.detik.com/search/searchall?query=suntik%20kolagen Ilustrasi Suntikkan / Foto: Thinkstock
Jakarta -

Memiliki imunitas tubuh yang baik adalah salah satu hal yang cukup penting, terutama di masa-masa pandemi saat ini. Tak heran ada banyak orang yang kemudian melakukan berbagai macam perawatan untuk memperkuat imunitas tubuh yang dimilikinya. Perawatan untuk meningkatkan imunitas tubuh sendiri bisa di lakukan tidak hanya di rumah sakit, melainkan juga di klinik-klinik kecantikan. Namun sebelum memutuskan untuk melakukan prosedur tersebut kamu harus memastikan terlebih dahulu klinik atau rumah sakit yang kamu pilih jika tidak ingin berakhir diamputasi seperti wanita yang satu ini.

Seperti dikutip dari South China Morning Post, seorang wanita Hong Kong, China, yang bernama Wong Ching-bor terpaksa harus merelakan dua kaki dan empat jari tangannya untuk diamputasi. Kejadian itu bermula ketika wanita berusia 60 tahun itu memutuskan untuk melakukan perawatan untuk meningkatkan imunitas tubuhnya di sebuah klinik kecantikan Mesotherapy Center, Causeway Bay pada 3 Oktober 2012.

Saat itu sang dokter yang menanganinya, Dr Mak Wan-ling, memberikan suntikan yang akan melibatkan ekstraksi, penggandaan, dan memasukkan sel pembunuh yang diinduksi sitokin (CIK) ke dalam tubuh Wong. Sel itu merupakan sel darah putih yang dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh seseorang dengan mencari dan memakan sel-sel jahat. Namun setelah mendapat suntikan itu, Wong malah terkena sepsis, suatu komplikasi infeksi yang mengancam jiwanya hingga membuatnya harus diamputasi.

"Saya merasa sangat tidak enak. Semua organ dalamku berputar dan berputar," ungkap Wong.

Wong lalu mengajukan gugatan kepada dokter Mak atas tuduhan telah membuat dirinya sakit, seorang wanita lain lumpuh, dan wanita lainnya kehilangan nyawa. Namun Mak mengaku tidak bersalah atas kematian Chan Yuen-lam, 46 tahun, pada 10 Oktober 2012. Jaksa penuntut menuduh Mak telah melanggar kewajiban perawatannya dengan gagal memastikan bahwa suntikan yang dilakukannya itu telah ditangan oleh orang yang berkompeten dan bebas dari kontaminasi. Selain itu Mak juga dianggap gagal menjelaskan risiko pengobatan yang tepat kepada para pasiennya.

Wong sendiri mengungkapkan bahwa sebelum prosedur dirinya hanya diberitahu bahwa efek samping dari perawatannya itu hanya sedikit. Awalnya Wong menolak karena dia menentang gagasan menerima suntikan. Tapi karena para pekerja dari DR Group terus meyakinkannya akhirnya Wong pun setuju untuk membayar puluhan ribu dolar untuk perawatannya itu.

"Saya cukup sehat. Jika saya tidak setuju untuk melakukannya, mereka tidak akan membiarkan saya pergi," jelas Wong.

(vio/vio)