Ngeri! Wanita Ini Buta karena Pasang Lensa Kontak Pakai Tangan yang Basah

Vina Oktiani - wolipop Selasa, 29 Sep 2020 17:38 WIB
ilustrasi wanita sedih Ilustrasi Wanita Sedih / Foto: iStock
Jakarta -

Lensa kontak adalah salah satu solusi bagi orang yang memiliki mata minus namun tidak ingin menggunakan kaca mata. Selain itu, lensa kontak cukup populer dan banyak digunakan karena dapat mempercantik tampilan mata dengan warna-warna yang beragam. Namun para pengguna lensa kontak pastinya harus berhati-hati jika tidak ingin mengalami kejadian mengerikan seperti wanita ini.

Seperti dikutip dari Daily Mail, wanita bernama Charlotte Clarkson harus mengalami kebutaan pada salah satu matanya akibat lensa kontak yang dikenakannya. Hal itu dikarenakan Charlotte memasang lensa kontak saat tangannya masih basah.

Wanita 24 tahun itu sebenarnya bukanlah pengguna baru lensa kontak. Dia telah mengenakan lensa kontak sejak usia 13 tahun. Namun saat tengah berada di Kanada mengikuti kemah liburan anak-anak untuk bekerja sebagai pengasuh, dia menggunakan tangan yang masih sedikit basah untuk memasang lensa kontaknya.

Tak disangka keesokan paginya Charlotte bangun dengan kondisi mata bengkak seperti bintit. Dia lalu mengunjungi dokter untuk memeriksa keadaan matanya. Dokter pertama yang ditemuinya mendiagnosis bahwa Charlotte terkena bintit yang sangat agresif.

ilustrasi lensa kontakIlustrasi wanita pakai lensa kontak. Foto: Thinkstock

Namun setelah berobat matanya tak kunjung sembuh. Charlotte pun sempat meminta pendapat dari ahli mata yang kemudian meresepkannya beberapa obat. Ahli mata tersebut juga mengatakan bahwa bengkak pada matanya itu disebabkan oleh bintit.

Setelah beberapa minggu kemudian, mata Charlotte malah semakin parah sampai bosnya merasa iba dan mengantarnya ke dokter spesialis mata. Dari pemeriksaan tersebut barulah diketahui bahwa bengkak pada matanya itu bukan disebabkan oleh bintit, melainkan karena HSV keratitis. HSV keratitis adalah infeksi yang disebabkan oleh virus herpes mulut. Selain itu obat-obat yang digunakannya selama ini tidak membantu, sehingga matanya bertambah sakit.

Beberapa bulan setelahnya mata Charlotte jadi semakin meradang dan sensitif ketika terkena cahaya hingga harus dirawat di rumah sakit selama beberapa waktu untuk melakukan tes. Charlotte juga diminta berada di ruangan yang gelap selama sekitar satu minggu.

Saat itu bagian kanan wajah Charlotte bengkak parah dan penglihatannya juga kabur. Delapan minggu setelahnya, mata Charlotte terasa sakit, sehingga dia kembali ke rumah sakit. Saat itulah salah seorang perawat rumah sakit bertanya kepadanya, apakah Charlotte menggunakan lensa kontak dan apakah ada kemungkinan bahwa lensa kontak Charlotte terkena air.

"Saya ingat untuk menghindari penggunaan handuk bersama-sama di perkemahan saya biasanya hanya mengibaskan tangan hingga kering dan bersiap-siap untuk tidur dan memasang lensa kontak. Saya hanya tidak pernah menyangka mengenakan lensa kontak dengan tangan yang sedikit lembap dapat menyebabkan masalah seperti itu," jelas Charlotte.

Menurut Profesor John Dart, kasus seperti Charlotte seringkali salah didiagnosa karena tes kornea hanya mendeteksi setengah dari infeksinya saja. Pasien yang mengalami infeksi akibat parasit kecil yang ditularkan melalui air, Acanthamoeba keratitis, seperti yang dialami Charlotte sebenarnya bisa sembuh total jika mereka mendapatkan perawatan yang tepat dalam kurun waktu satu bulan. Jika tidak, pasien tersebut berisiko mengalami kebutaan.

Setelah mata Charlotte semakin memburuk sampai dia tidak bisa membaca garis atas grafik penglihatan, dokternya menyarankan untuk pulang ke rumahnya di Skotlandia dan melakukan perawatan. Enam bulan setelahnya Charlotte kembali didiagnosis dengan Acanthamoeba keratitis. Itu adalah saat terburuk dalam hidupnya ketika dia harus dirawat di rumah sakit selama 4 hari.

Pada akhirnya Charlotte harus kehilangan penglihatan mata kanannya. Satu-satunya cara untuk memulihkan mata kanannya itu adalah dengan transplantasi kornea. Namun sayangnya pada pasien dengan kondisi seperti Charlotte terdapat risiko kegagalan yang tinggi. Untungnya 18 bulan kemudian mata kirinya tidak terpengaruh dan Charlotte masih bisa kembali menjalani hidup normal dengan penglihatan yang tinggal sebelah. Semua itu harus dialaminya karena keteledoran saat memakai lensa kontak.

(vio/vio)