Pakai Lensa Kontak Bisa Tingkatkan Risiko Kena Corona, Ini Alasannya

Vina Oktiani - wolipop Senin, 30 Mar 2020 15:06 WIB
lensa kontak Memakai lensa kontak lebih berisiko terkena virus corona. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Penyebaran COVID-19 atau virus Corona semakin hari semakin mengalami peningkatan. Seperti yang telah diberitakan, virus Corona dapat menyebar melalui cairan yang dikeluarkan penderita COVID-19 saat sedang bersin atau batuk. Cairan tersebut yang kemudian bisa menempel di permukaan dan dapat menginfeksi orang lain. Dan tahukah kamu kalau ternyata menggunakan lensa kontak atau softlens berisiko membuatmu terpapar virus Corona?

Menurut Dr. Thomas Steinemann, dokter mata dari American Academy of Ophthalmology, lensa kontak akan membuat seseorang menjadi lebih sering menyentuh bagian wajahnya, khususnya area mata. Berbeda dengan saat meggunakan kaca mata yang justru dapat membantumu untuk tidak menyentuh wajah.

"Kamu gosok matamu, lalu mengusap wajahmu, menggosok wajahmu, letakkan jarimu di mulut, letakkan jarimu di hidung. Beberapa orang tidak terlalu higienis dan mungkin lupa mencuci tangan terlebih dahulu," kata Thomas seperti dikutip CNN Internasional.



Itulah alasan mengapa dokter Thomas lebih menyarankan untuk menggunakan kaca mata daripada lensa kontak. Menurutnya, kaca mata juga dapat membantu memberikan perlindungan dari partikel virus Corona yang tersebar di udara. Sehingga kemungkinan untuk terinfeksi Covid-19 dari mata lebih kecil dibandingkan dengan mulut dan hidung.

Kaca mata pun menjadi benda yang penting digunakan para tenaga medis saat merawat pasien Covid-19 atau Corona. Namun bagi kita semua, hal ini hanyalah salah satu tindakan pencegahan infeksi virus Corona. Kamu juga bisa melakukan tindakan pencegahan lainnya seperti dengan rajin mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer, melakukan isolasi diri, dan sebagainya.

Kecil Risiko Terinfeksi Virus dari Mata



Dan pada dasarnya menurut Dr. William Schaffner, risiko untuk terinfeksi virus apapun dari mata sebenarnya sangatlah kecil. Sejauh ini belum ada bukti infeksi virus yang masuk melalui mata.

"Bisakah kamu terinfeksi Covid-19 dari virus yang masuk melalui mata? Secara teoritis, itu mungkin, tetapi kami tidak memiliki bukti tentang itu," kata Dr. William Schaffner, seorang profesor kedokteran pencegahan dan penyakit menular di Vanderbilt University School of Medicine in Nashville.

Seperti dikutip dari CNN, virus Corona juga dapat menyebabkan konjungtivitis atau mata merah muda. Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva, jaringan transparan tipis di mata yang berfungsi untuk menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata.

"Bagian ini lembab dan bagus dan ramah untuk virus, sebenarnya ada banyak organisme yang dapat menempel dengan mudah pada konjungtiva kamu, atau dalam hal ini, menempel pada lensa kontak yang juga bertumpu pada konjungtiva kamu," kata Thomas.

Gejala konjungtivitis adalah rasa gatal atau terbakar, penglihatan kabur, warna merah atau merah muda pada bagian putih mata, nanah, lendir, dan cairan berwarna kuning pada mata yang seringkali menempel pada bagian ujung mata setelah tidur. Menurut laporan dari China dan seluruh dunia, sekitar 1% hingga 3% pasien terinfeksi Covid-19 juga mengalami konjungtivitis. Namun tidak perlu takut karena belum tentu mata merah menjadi pertanda Covid-19.



Menurut penelitian yang baru dirilis oleh American Academy of Ophthalmology, tidak ada bukti bahwa pasien terinfeksi Covid-19 atau virus Corona mengeluarkan virus dari air mata mereka, tetapi tidak ada seorangpun responden dalam penelitian ini yang mengalami konjungtivitis. Jadi belum diketahui secara pasti apakah virus Corona dapat ditularkan melalui air mata atau tidak.

Konjungtivitis sendiri sebenarnya tidak hanya disebabkan oleh virus Corona. Banyak virus-virus lain yang juga dapat menyebabkan hal itu. Bahkan mennurut para ilmuwan, konjungtivitis adalah hal yang sangat umum. Ada banyak virus dan bakteri yang menyebabkan flu biasa yang bisa menyebabkan mata merah jambu, seperti jamur, amuba, dan parasit yang tidak sengaja menempel saat berenang atau menggunakan air yang terkontaminasi. Selain itu, reaksi alergi terhadap asap, shampoo, debu, pool chlorine, obat tetes mata, dan lainnya bisa juga menjadi penyebab konjungtivitis. Dan perlu kamu tahu bahwa tidak ada satupun dari kondisi tersebut yang menular.

Walaupun demikian, mata merah atau pink mungkin menjadi pertanda bahwa kamu harus memeriksakan diri ke dokter, terutama jika kamu juga memiliki gejala-gejala infeksi Corona lainnya seperti batuk, demam, atau sesak napas. Selain itu, hal yang terpenting untuk saat ini agar bisa mencegah infeksi Corona adalah dengan rutin mencuci tangan dengan bersih menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer, melakukan social distancing atau menjaga jarak sosial, dan jangan pernah menyentuh wajah menggunakan tangan kotor atau yang belum dicuci.

"Selalu cuci tanganmu, selalu gunakan pembersih tangan. Jangan menyentuh wajahmu. Jangan menggosok matamu. Oke? Dan desinfeksi (cuci bersih) lensa kontak milikmu," kata Thomas.



Simak Video "5 Tips Aman ala dr Reisa agar Terhindar COVID-19 Saat Terima Paket"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/eny)