Minum Essential Oil Selama 3 Minggu, Kulit Wanita Melepuh & Berisi Cairan

Vina Oktiani - wolipop Kamis, 13 Agu 2020 15:38 WIB
Peppermint essential oil and fresh peppermint flowers on the wooden board Ilustrasi Essential Oil / Foto: iStock
Jakarta -

Essential oil adalah minyak yang bisa kamu gunakan untuk membantu penyembuhan. Namun jangan pernah mencoba-coba untuk mengonsumsinya secara langsung karena hal itu justru dapat berdampak bagi kesehatan tubuhmu. Alih-alih membuat tubuh menjadi lebih sehat, mengonsumsi essential oil justru dapat memberikan dampak negatif bagi tubuh dan kulit.

Seperti dilansir dari Insider, wanita bernama Stacey Haluka yang merupakan distributor essential oil mengaku mengalami ruam pada kulitnya setelah mengonsumsi essential oil beberapa kali sehari dalam tiga minggu. Hal itu diungkapkannya melalui salah satu episode '(Un)well' di Netflix.

Stacey mengaku telah menjadi distributor dan mulai menjual essential oil sejak tahun 2015 setelah mendengar manfaat kesehatan dari minyak tersebut dari salah seorang temannya. Namun setelah dirinya mencoba untuk meminum langsung essential oil tersebut selama beberapa minggu, Stacey malah mengalami ruam di seluruh tubuhnya yang melepuh dan berisi cairan.

Dampak essential oilDampak essential oil Foto: dok. (Un)well/Netflix

"Saya sudah di cuci otak, saya meminum Kool-Aid. Saya mempercayai ajaran yang saya peroleh dari perusahaan pemasaran ini. Tidak masalah merek essential oil apa yang kamu gunakan karena ini bisa terjadi pada essential oil apapun," jelas Stacey.

Diakui Stacey bahwa dirinya menggunakan essential oil sampai tujuh kali dalam sehari. Beberapa minggu setelahnya, dirinya lalu mulai merasakan bahwa ada yang tidak beres dengan kulitnya. Kulitnya yang awalnya baik-baik saja justru berubah menjadi berwarna kemerahan dan seperti melepuh.

Padahal menurut keterangan Stacey, pihak perusahaan essential oil tersebut yang mengatakan bahwa produknya itu bisa digunakan hingga tujuh kali dalam sehari secara topikal, internal, dan dalam diffuser. Tak hanya itu saja, temannya juga mengaku sudah melakukan riset dan menemukan bahwa essential oil dari perusahaan tersebutlah yang memiliki kualitas terbaik dan bisa digunakan secara internal.


Namun tak diduga, beberapa minggu setelah mencobanya lengannya justru jadi memiliki ruam merah. Untuk mengatasi hal itu, Stacey lalu mencoba mengoleskan tea tree oil. Tapi keesokan harinya ruam di tangannya itu malah semakin besar.Awalnya Stacey juga merasa ragu karena dirinya belum pernah mendengar sebelumnya jika essential oil bisa dikonsumsi secara langsung. Namun karena mendengar penjelasan-penjelasan tersebut maka dirinya pun percaya dan mencobanya.

Merasa panik, Stacey lalu mencoba bertanya di komunitas Facebook essential oil tersebut, apakah ruam yang dialaminya itu berasal dari essential oil yang digunakan. Namun kebanyakan orang mengatakan bahwa ruamnya itu tidak mungkin karena akibat dari penggunaan essential oil.

"Itu adalah hal bagus jika kamu memiliki ruam - tubuhmu sedang dalam proses detoksifikasi," jelasnya.

Mendengar hal-hal tersebut, Stacey pun percaya dan mengurungkan niatnya untuk berobat ke dokter. Bahkan Stacey kembali menggunakan essential oil miliknya. Namun nyatanya ruam di kulitnya itu malah semakin meradang.

"Itu terasa seperti seseorang mengurungku di ruangan yang berisi semut api, nyamuk, tawon, dan kemudian menuangkan lava cair ke tubuh saya," jelas Stacey.

Keadaan itu juga membuat Stacey menjadi tidak dapat menekuk tubuhnya. Setelah wajahnya menjadi penuh bisul yang mengeluarkan cairan, Stacey pun akhirnya memutuskan untuk berhenti meminum essential oil dan berobat ke dokter.

Setelah menjalani serangkaian tes, dokter memastikan bahwa Stacey memiliki alergi tea tree oil dan ylang-ylang. Stacey lalu menjalani perawatan untuk mengembalikan kondisi kulitnya itu.

(vio/vio)