Ini Kesalahan Makan Setelah Jam 7 Malam yang Bisa Merusak Tubuh

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 17 Jul 2020 18:30 WIB
Person experiencing overeating side effects at lunch Foto: iStock
Jakarta -

Tidak makan terlalu malam menjadi salah satu prinsip diet yang pasti sudah kamu ketahui. Hal ini bukan berarti kamu tidak boleh makan saat malam dan hal itu pasti menambah berat badan. Para pakar diet umumnya menyarankan untuk berhenti makan empat jam sebelum tidur, jika bisa tidak lebih dari pukul 19:00.

Hal serupa dianjurkan oleh Susie Burrel yang mengatakan jika konsumsi makanan dan minum di atas jam 7 malam diperbolehkan tapi ada batasnya. Hindari empat kesalahan makan malam yang tak hanya merusak diet tapi juga bikin susah tidur.

1. Makan Besar
Makan malam tidak dilarang dan mungkin malah disarankan bagi sebagian orang. Tapi kamu yang sedang ingin menjaga berat badan atau kesehatan secara keseluruhan, disarankan untuk membatasi konsumsinya. Pakai diet Susie Burrel menganjurkan agar jangan makan dalam porsi besar dengan tinggi kalori.

Dikatakan jika makan besar di malam hari akan menyebabkan perubahan hormon yang berhubungan dengan kenaikan berat badan. Ia pun menyarankan makan ringan seperti ikan dan sayuran jika tidak bisa makan sebelum pukul 19:00.

"Penelitian European Society of Cardiology Congress melaporkan orang yang makan banyak kalori setelah pukul 7 setiap malam meningkatkan tekanan darah dalam semalam. Tekanan darah tinggi dikaitkan dengan risiko meningkatnya serangan jantung atau stroke," kata Susie kepada Dailymail.

2. Makan Berlemak dan Camilan Kurang Sehat
Makan malam diperbolehkan tapi jika bisa jangan yang terlalu banyak mengandung lemak. Hindari pula camilan-camilan yang kurang sehat, seperti es krim, cokelat, dan kue-kue di tengah malam yang bisa meningkatkan kandungan lemak dalam darah dan memicu berbagai penyakit terkait jantung. Jika sedikit saat malam dan hanya ingin ngemil, kamu bisa memilih Greek yoghurt, buah, sedikit gelato, atau beberapa biskuit.

3. Minum Kafein
Susie yang merancangkan program diet 'Shape Me' ini juga menyarankan orang-orang untuk berhenti mengonsumsi kafein saat malam. Kafein bukan hanya ada pada kopi tapi juga minuman cola, cokelat, dan teh (kecuali teh herbal). Meski minum cokelat hangat bisa mengusir penat sejenak setelah lelah seharian, efek lainnya akan membuat kamu sulit tidur juga meningkatkan risiko obesitas.

"Ditambah lagi kamu kemungkinan juga akan menyantapnya dengan makanan-makanan tidak sehat, itu semua dicampur akan meningkatkan tingkat glukosa jadi kamu kemungkinan akan lebih menambah lemak atau tubuhmu akan menjadi tidak sensitif dengan kenaikan hormon yang akan membawa pada diabetes tipe 2," ujarnya.

4. Minum Alkohol
Segelas wine mungkin akan menenangkan ketika dikonsumsi sebelum tidur. Namun alkohol dikatakan bisa menambah kalori dari makanan yang akan disimpan dalam tubuh dari pada dibakar. Hal itu dikarenakan tubuh akan memprioritaskan metabolisme alkohol dari pada makanan. Karenanya tidak disarankan makan besar apalagi dengan alkohol di malam hari.

Susie juga mengatakan bahwa alkohol bisa mempengaruhi sistem hormon tubuh dan kemampuannya untuk bekerja dengan baik. Karenanya minum alkohol bisa mempengaruhi reproduksi, tingkat energi, tekanan darah, pertumbuhan, dan mood. Untuk itu, minuman ini patut dihindari dikonsumsi terlalu banyak dan terlalu larut.



Simak Video "Cerita Gracia Indri Turunkan Berat Badan hingga 23 Kg"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)