Face Shield Disebut Lebih Efektif Cegah Virus Corona di Kondisi Seperti Ini

Hestianingsih - wolipop Kamis, 25 Jun 2020 16:32 WIB
Begini penerapan New Normal di SMA SMA Islam PB Soedirman Kota bekasi, Jawa Barat, Kamis (18/06/2020). Para guru memakai pelindung wajah (Face Shield) saat mengikuti rapat kerja (Raker) persiapan Tahun Ajaran Baru 2020/2021. Potret Guru Pakai Face Shield Saat Raker. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Face shield kini digadang-gadang sebagi pelindung yang lebih efektif mencegah penularan virus Corona dibandingkan masker. Ada pula yang menyarankan agar memakai masker sekaligus face shield sebagai perlindungan ekstra dari paparan COVID-19.

Seperti dikutip dari Business Insider, tim yang terdiri dari tiga dokter dan pakar kesehatan umum dari Iowa City, Iowa, Amerika Serikat, menyarankan bahwa face shield kemungkinan lebih baik melindungi ketimbang masker. Dengan catatan apabila protokol kesehatan lainnya seperti cuci tangan dan jaga jarak tetap diterapkan.

"Face shield ada berbagai macam bentuknya, tapi semuanya menyediakan pembatas plastik transparan yang melapisi wajah. Untuk perlindungan optimak, face shield panjangnya harus melewati dagu, telinga dan jangan ada celah antara dahi dan plastiknya," tulis Dokter Eli Perencevich, Daniel Diekema dan Michael Edmond dalam artikel kedokteran yang dirilis JAMA Network.

Pengrajin Songkok Bambu Beralih Produksi Face ShieldPengrajin Songkok Bambu Beralih Produksi Face Shield. Foto: Ardian Fanani


Selain itu face shield lebih mudah dibersihkan dengan semprotan disinfektan atau tisu basah. Berbeda dengan masker kain yang harus dicuci terlebih dahulu untuk menjaganya tetap higienis.

Menurut mereka, memakai face shield juga bisa mencegah pemakainya berulang kali menyentuh wajah mereka dan memungkinkan bisa bernapas lebih lega. Area mata pun lebih terlindungi.

Sementara masker kain atau masker sekali pakai kurang tahan lama ketimbang face shield. Umumnya dalam beberapa kali pencucian kain atau material pada masker bisa menipis sehingga proteksinya tak lagi maksimal dan harus segera diganti. Masker juga cenderung kurang nyaman digunakan karena membuat lebih sulit bernapas.

Keunggulan lainnya, face shield disebut lebih memudahkan untuk orang-orang tuli atau kesulitan mendengar. Terbuat dari material transparan, memungkinkan mereka bisa membaca gerak bibir, ketika berkomunikasi dengan orang lain. Sementara kebanyakan masker menutupi mulut dan tidak tembus pandang.

Studi tentang efektivitas face shield dalam pencegahan penularan virus Corona memang masih terbatas jumlahnya. Tapi sebuah percobaan simulasi batuk yang dilakukan pada 2014 menunjukkan bahwa face shield dapat mengurangi 96 persen paparan virus dari seseorang yang batuk dalam jarak kurang dari 60 cm.

Instruktur mengenakan masker dan face shield saat melakukan senam Bolly'D (Bollywood Fitness Dance) di Raga Studio, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2020). COVID-19 bukan alasan untuk tidak berolahraga, di Jakarta ada salah satu pilihan olahraga yang menarik salah satunya Senam Bolly'D.Instruktur mengenakan masker dan face shield saat melakukan senam Bolly'D (Bollywood Fitness Dance) di Raga Studio, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2020). COVID-19 bukan alasan untuk tidak berolahraga, di Jakarta ada salah satu pilihan olahraga yang menarik salah satunya Senam Bolly'D. Foto: Rifkianto Nugroho


Satu-satunya kekurangan dari face shield ketimbang masker, menurut para dokter tersebut, adalah bagian samping yang terbuka. Face shield tidak bisa menutupi celah di samping wajah atau dekat telinga sehingga tetap berisiko jika ada partikel dan aerosol berisi virus yang melayang di udara. Maka dari itu kombinasi penggunaan masker dan face shield tetap disarankan.

Sementara itu Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam keputusannya nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum, menyarankan agar masker dan face shield digunakan ketika berada di lokasi atau tempat tertentu yang melibatkan banyak orang. Misalnya saja saat ke pasar, mal yang padat, lobi penginapan yang dijejali banyak pengunjung, gym, acara olahraga, stasiun atau terminal, jasa perawatan kecantikan dan rambut, transportasi umum dan tempat wisata.



Simak Video "Ilmuwan Ungkap Cara Paling Aman Bercinta di Tengah Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)