Jangan Hindari Konsumsi Lemak Demi Jadi Langsing, Ini Dia Alasannya
wolipop
Kamis, 05 Jun 2014 07:32 WIB
Jakarta
-
Lemak selama ini dianggap menjadi penyebab utama kegemukan dan kelebihan berat badan. Tidak sedikit orang yang ketika mendengar kata 'lemak' pada makanan, merasa 'ketakutan' dan menganggapnya jadi ancaman terhadap bentuk tubuh.
Tidak sedikit orang yang berusaha mengurangi bahkan memangkan habis lemak dari menu harian. Padahal lemak bukanlah sesuatu yang tak berguna, tapi nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk kelancaran organ-organ tubuh dalam menjalankan fungsinya.
Pakar gizi Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MS, Sp.GK., menjelaskan, kebutuhan lemak per harinya adalah 25-30 persen dari total kalori. Fungsi lemak adalah sebagai sumber tenaga, membantu penyerapan vitamin serta pertumbuhan sel.
Lemak juga penting sebagai 'bantalan' bagi tubuh dan penghangat di kala cuaca sangat dingin. Guru Besar Departemen Gizi Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor Prof. Dr. Hardinsyah, MS, menjelaskan, dalam jumlah normal, lemak sebenarnya berfungsi sebagai bantalan pelindung organ dalam tubuh yang penting seperti jantung, liver, ginjal dan usus. Bahkan menurut penelitian di Loyola University, Chicago, lemak perut bermanfaat mengatur sistem kekebalan tubuh. Begitu juga dengan lemak pada paha, lengan maupun bokong.
Ada tiga jenis lemak yang dibutuhkan oleh manusia. Pertama adalah lemak tak jenuh tunggal yang angka kebutuhannya lebih kurang 15 persen dari total kalori harian. Jenis lemak ini banyak terdapat pada kacang-kacangan, minyak zaitun, alpukat dan selai kacang. Kedua adalah lemak tak jenuh ganda yang jumlah kebutuhannya 10 persen dari total kalori harian. Lemak tak jenuh tekandung dalam ikan-ikanan seperti salmon, tuna, mackerel serta kedelai.
Baik lemak tak jenuh tunggal maupun ganda memiliki fungsi yang hampir sama untuk memelihara kesehatan tubuh. Lemak tak jenuh berfungsi mengusir lemak jenuh yang menempel pada arteri, mencegah penyakit jantung, bahan baku produksi hormon di dalam tubuh dan meningkatkan kadar kolesterol baik.
Jenis ketiga adalah lemak jenuh. Banyak yang berpendapat kalau lemak jenuh tidak sehat dan tidak boleh dikonsumsi. Tapi sebenarnya lemak jenuh juga memiliki peranan penting dalam tubuh. Hanya saja konsumsinya harus sangat dibatasi, sekitar 8 persen dari total asupan kalori per hari, atau maksimal dua sendok makan.
Lemak jenuh bermanfaat sebagai penyedia sumber energi, khususnya saat beraktivtas berat. Tanpa adanya lemak ini, tubuh akan lemas dan tidak bisa bergerak dengan optimal. Anda bisa mendapatkan lemak jenuh dari mentega, susu sapi dan minyak kelapa.
(hst/hst)
Tidak sedikit orang yang berusaha mengurangi bahkan memangkan habis lemak dari menu harian. Padahal lemak bukanlah sesuatu yang tak berguna, tapi nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk kelancaran organ-organ tubuh dalam menjalankan fungsinya.
Pakar gizi Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MS, Sp.GK., menjelaskan, kebutuhan lemak per harinya adalah 25-30 persen dari total kalori. Fungsi lemak adalah sebagai sumber tenaga, membantu penyerapan vitamin serta pertumbuhan sel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada tiga jenis lemak yang dibutuhkan oleh manusia. Pertama adalah lemak tak jenuh tunggal yang angka kebutuhannya lebih kurang 15 persen dari total kalori harian. Jenis lemak ini banyak terdapat pada kacang-kacangan, minyak zaitun, alpukat dan selai kacang. Kedua adalah lemak tak jenuh ganda yang jumlah kebutuhannya 10 persen dari total kalori harian. Lemak tak jenuh tekandung dalam ikan-ikanan seperti salmon, tuna, mackerel serta kedelai.
Baik lemak tak jenuh tunggal maupun ganda memiliki fungsi yang hampir sama untuk memelihara kesehatan tubuh. Lemak tak jenuh berfungsi mengusir lemak jenuh yang menempel pada arteri, mencegah penyakit jantung, bahan baku produksi hormon di dalam tubuh dan meningkatkan kadar kolesterol baik.
Jenis ketiga adalah lemak jenuh. Banyak yang berpendapat kalau lemak jenuh tidak sehat dan tidak boleh dikonsumsi. Tapi sebenarnya lemak jenuh juga memiliki peranan penting dalam tubuh. Hanya saja konsumsinya harus sangat dibatasi, sekitar 8 persen dari total asupan kalori per hari, atau maksimal dua sendok makan.
Lemak jenuh bermanfaat sebagai penyedia sumber energi, khususnya saat beraktivtas berat. Tanpa adanya lemak ini, tubuh akan lemas dan tidak bisa bergerak dengan optimal. Anda bisa mendapatkan lemak jenuh dari mentega, susu sapi dan minyak kelapa.
(hst/hst)
Home & Living
Dikejar Waktu Setiap Pagi Karena Harus Sarapan? Pakai Wajan Ini Untuk Solusi Masak Praktis
Home & Living
Pisau Dapur Sering Tumpul? Saatnya Kamu Punya Set Pisau yang Proper dan Tajam
Pakaian Wanita
Bosan Pakai Outfit Itu-Itu Saja? Pilihan Blazer Ini Bikin Tampilan Kamu Langsung On Point!
Pakaian Pria
Bowtie Hitam atau Dasi Motif? Cara Aman Tampil Rapi di Acara Penting
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
9 Cara Menerapkan Sleep Hygiene agar Tidur Lebih Nyenyak Setiap Malam
Kisah Wanita 62 Tahun Hamil Lagi Setelah Anaknya Meninggal, Jadi Kontroversi
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
Most Popular
1
Viral 'Poverty Challenge' Bikin Murka, Pamer Mi Instan di Atas Ferrari
2
Ramalan Shio 2026
Rezeki Mengalir Deras! 5 Shio Paling Beruntung di Tahun 2026
3
60 Ucapan Terima Kasih untuk Mengapresiasi Diri Sendiri, Menguatkan Hati
4
Halo Lip, Tren Makeup 2026 yang Memberi Efek Bibir Penuh Alami
5
Viral Rompi Lepas Pasang Jadi Tren Baju Lebaran, Ini Harganya di Tanah Abang
MOST COMMENTED











































