Dukung Kearifan Lokal, Acara Kelulusan LaSalle College Angkat Kain Nusantara
Sempat absen setahun karena pandemi COVID-19, LaSalle College akhirnya kembali menggelar acara kelulusan yang dikemas dalam bentuk creative show untuk memamerkan karya terbaik siswa dan siswinya. Untuk peragaan busana, ragam kain tradisional menjadi primadona.
Berlangsung di Senayan City, Jumat (19/8/2022), kegiatan tahun ini mengusung tema 'Sphere: An Orb of Immense Creativities' yang merefleksikan semangat berkarya di tengah keterbatasan.
"Selama pandemi, kita seakan mau apapun dibatasi, tapi kreativitas tidak mengenal batas. Kita bisa tetap berkreasi terus," ungkap Campus Director LaSalle College Jakarta Bonatua Napitu, di tengah perhelatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berangkat dari semangat berkarya itu, lanjut Bonatua, LaSalle College ingin lebih intens memanfaatkan tekstil-tekstil tradisional walau tidak bisa secara langsung menjangkau daerah penghasil kain tersebut karena pandemi.
Wastra Nusantara pun mendominasi koleksi busana kreasi lulusan LaSalle Collage tahun ini. "Kalau tahun-tahun sebelumnya cuma satu daerah, seperti dayak atau NTT saja. Sekarang untuk pertama kalinya kami menggunakan kain dari berbagai daerah di satu acara. Kita harus bisa adjust to challenge," tutur Bonatua.
Acara Kelulusan LaSalle College Jakarta 2022 (Foto: Dok. LaSalle College) |
Ia mengatakan, hal tersebut merupakan salah satu wujud komitmen LaSalle College Indonesia sebagai institusi pendidikan untuk mempersiapkan generasi penerus yang mengapresiasi kearifan lokal dan memberdayakan potensi di sekitarnya.
Menurut pengamatan Bonatua, kain tradisional juga memesona hingga luar Indonesia. Banyak pelajar dari negara lain yang tertarik untuk mengeksplorasi lebih lanjut material khas Indonesia. Ini pertanda betapa besarnya potensi wastra Nusantara.
Poppy Dharsono, desainer sekaligus Presiden Komisaris PT. Indotex LaSalle College International, menyoroti peluang Indonesia untuk memimpin pasar busana modest wear. Sebagai pendiri Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), ia melihat Indonesia sangat berpotensi karena telah menggarap industri busana tersebut sejak 1993.
Acara Kelulusan LaSalle College Jakarta 2022. (Foto: Dok. LaSalle College) |
"Ketika APPMI berdiri 1993, kami sudah mulai mengangkat modest wear karena kami melihat ada embrionya. Banyak desainer busana muslim yang bermunculan saat itu seperti Ida Royani," katanya.
Industri modest wear disebut Poppy sebagai pasar 2 miliar sesuai dengan jumlah populasi muslim di dunia. "Tantangannya, ,ini pasar yang sangat besar. Setiap negara dengan jumlah penduduk Islam terbanyak bisa menggarapnya. Tinggal masing-masing menunjukkan keunikan tersendiri," jelasnya.
LaSalle akan terus memperbaharui komitmennya untuk menjadi institusi pendidikan kelas dunia dan tetap berkontribusi dalam upaya memajukan industri kreatif Indonesia.
Berpusat di Montreal, Kanada, LaSalle mulai menawarkan metode pembelajaran secara hibrid sehingga membuka kesempatan belajar yang fleksibel di luar kampus atau waktu regular. LaSalle juga melakukan pembaruan dan pengembangan kurikulum berkala secara teratur sesuai dengan perkembangan zaman, dan penambahan program studi baru, yakni Cinematography.
Eksis sejak 25 tahun lalu, LaSalle College Jakarta memiliki berbagai program seperti Desain Fashion, Bisnis Fashion, Desain Interior, Tata Rias Artistik, Digital Media-Game Art Desain dan Fotografi.
(dtg/dtg)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Hermes Birkin Dijual di Department Store, Tanda Pergeseran Dunia Luxury?
130 Tahun Monogram Louis Vuitton: Sejarah, Inovasi, dan Warisan Abadi
Ramalan Zodiak 8 Januari: Capricorn Harus Tegas, Pisces Hadapi Tantangan
Tips Styling Dasi untuk Gaya Kasual, Diprediksi Jadi Tren Fashion 2026
Momen Miley Cyrus Ngomel ke Fotografer, Disuruh Lepas Kacamata di Red Carpet
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal













































