Tips Styling Dasi untuk Gaya Kasual, Diprediksi Jadi Tren Fashion 2026
Fungsi dasi terus berevolusi dari zaman ke zaman. Dari pelengkap seragam militer Eropa pada abad ke-17, kemudian dipakai sebagai lambang profesionalisme dalam pakaian kantoran di era modern, dan sekarang dasi mulai diadaptasi untuk pakaian sehari-hari.
Tahun lalu, dasi mendominasi panggung runway koleksi desainer dunia. Jonathan Anderson saat memperkenalkan kreasi perdananya sebagai direktur kreatif Dior, menyertakannya untuk menghiasi padanan busana seperti kemeja dan jeans panjang, atau celana pendek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gaya A$AP Rocky dan Rihanna di fashion show the Dior Homme Menswear Spring/Summer 2026. (Foto: Anthony Ghnassia/Getty Images for Dior Homme) |
Dasi Dior pun dibuat dengan twist yang nyentrik. Misal bagian label diaplikasikan di bagian depan, alih-alih di belakang seperti biasanya. Menghadiri peragaan tersebut, rapper A$AP Rocky memakainya dengan gaya yang nyeleneh seakan terselip keluar dari kerah kemejanya.
Louis Vuitton dan Fendi turut serta dengan meluncurkan dasi versinya. Dasi mendadak muncul sebagai aksesori yang 'cool', baik untuk pria maupun wanita.
"Dasi belum menunjukkan tanda-tanda untuk keluar, malah mulai masuk mainstream. Bergaya dengan dasi masih on-trend," ujar desainer Wilsen Willim kepada Wolipop baru-baru ini.
Koleksi OE x Wilsen Willim Siklus 3.0. (Foto: Dok. Wilsen Willim) |
Itu mengapa pula ia untuk pertama kali menggarap aksesori ini untuk koleksi kolaborasinya dengan jenama OE. Dasi tersebut berhiaskan motif kincir khas Wilsen yang dibuat dengan teknik batik cap.
Di catwalk, dasi terlihat seakan tertiup angin. Efek itu dihasilkan Wilsen dengan memasukkan kawat ke dalam dasi. Anggota Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) mengemas dasi dengan kawat terinspirasi anime 'Le Petit Prince' yang menampilkan karakter utamanya memakai scarf yang melambai-lambai.
Di Jakarta Fashion Week 2026, Erspo menampilkan busana sporty yang dipadu dengan dasi. (Foto: Dandy Hendrata/Jakarta Fashion Week) |
"Easy untuk dibikin preppy look, soalnya image dasi nggak sekaku dulu yang mengharuskan dasi dipakai dengan jas. Kalau sekarang kita bisa pairing dengan sweater dan sebagainya," ujar Wilsen tentang kefleksibelan dasi masa kini.
Sebetulnya, lanjut Wilsen, tak ada aturan baku untuk memakai dasi dalam konteks gaya non-formal. Namun, ia memegang satu prinsip.
Dasi dari tenun Lombok di koleksi Studio Moral yang bernuansa punk di Jakarta Fashion Week 2026 (Foto: Jakarta Fashion Week/Dandy Hendrata) |
"Bisa dibilang aku cukup sakral dalam menggunakan dasi. Aku selalu menghindari dasi dengan kutang, seperti gaya Avril Lavigne. Sebaiknya dasi dipasangkan dengan atasan berkerah," katanya.
(dtg/dtg)
















































