Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

130 Tahun Monogram Louis Vuitton: Sejarah, Inovasi, dan Warisan Abadi

Daniel Ngantung - wolipop
Minggu, 04 Jan 2026 16:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

PARIS, FRANCE - JANUARY 22: Rich The Kid holds a dark brown Louis Vuitton pattern/print  briefcase, outside Paradis, during the Paris Fashion week Men’s Fall/Winter 2025-2026 on January 22, 2025 in Paris, France. (Photo by Edward Berthelot/Getty Images)
Monogram Louis Vuitton di trunk ikonis rumah mode Prancis tersebut. (Foto: Edward Berthelot/Getty Images)
Paris -

Seiring dengan selebrasi tahun baru 2026, Louis Vuitton tengah bersiap untuk sebuah perayaan besar. Monogram 'LV' yang tersohor dari rumah mode Prancis tersebut genap berusia 130 tahun.

Banyak orang mungkin sudah familier dengan corak tersebut karena menghiasi hampir semua produk fashion Louis Vuitton. Namun, tak banyak yang tahu sejarah di baliknya.

Meski telah menjadi bagian identitas dari luxury brand yang didirikan pada 1854 itu, monogram ikonis ini sebetulnya bukan motif pertama Louis Vuitton.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Monogram LV Louis VuittonMonogram LV Louis Vuitton Foto: Dok. Louis Vuitton

Sebelumnya, ada pola Striped (1872) yang berbentuk garis-garis tebal, dan Damier (1888) yang menyerupai corak papan catur. Sang pendiri, Louis Vuitton (1821-1892), menciptakan keduanya.

ADVERTISEMENT

Baru pada 1896, putra Vuitton, Georges Vuitton, berinisiasi untuk membuat motif baru sebagai bentuk penghormatan bagi sang ayah. Lahirlah, monogram 'LV' sebagaimana yang kita kenal sekarang.

Akan tetapi, estetika bukan satu-satunya alasan utama Georges. Sebetulnya, ia juga menciptakan monogram tersebut sebagai solusi masalah maraknya koper 'KW' Louis Vuitton.

Kala itu, Louis Vuitton lebih dikenal sebagai produsen trunk yang kesuksesannya menggiurkan bagi para peniru untuk membuat versi tiruan.

Paris Hilton during MTV Spring Break 2005 - March 10, 2005 at The City in Cancun, Mexico. (Photo by Lawrence Lucier/FilmMagic)Paris Hilton pada 2005, bersolek dengan tas monogram Louis Vuitton favoritnya. (Foto: Lawrence Lucier/FilmMagic)

Kharisma Paris sebagai pusat seni dan desain menginspirasi proses kreatif Georges Vuitton dalam merancang monogram tersebut. Ia terpengaruh estetika Neo-Gotik, Japonisme, dan Art Nouveau yang pada masa tersebut tengah digandrungi.

Inisial 'LV' merupakan elemen utama dalam monogram tersebut. Georges kemudian memadukannya dengan semacam siluet berlian dan bunga berkelopak empat. Keseimbangan antara simetri dan kesederhanaan ini menangkap semangat modern awal, sebuah estetika yang melampaui zaman dan budaya.

Pelanggan setia Louis Vuitton rupanya tak seantusias Georges. Mereka masih menyukai motif terdahulu.

"Mereka kurang tertarik dan lebih menginginkan motif kotak-kotak dan garis. Namun ayah saya tetap bersikeras," kenang Gaston-Louis Vuitton, putra Georges, seperti dikutip Financial Times.

Monogram LV Louis VuittonKoleksi perayaan 130 tahun Monogram Louis Vuitton. (Foto: Dok. Louis Vuitton)


Monogram pertama diaplikasikan dengan teknik tenun di atas material kanvas dengan warna alami. Material tersebut kemudian melapisi koper-koper ikonis LV yang berbentuk boks.

Seiring perubahan zaman, cara pembuatan monogram turut berevolusi. Pada 1902, teknik pochoir menyempurnakan kedalaman warna. Masuk ke 1959, kanvas Monogram yang lebih lentur dan tahan lama diperkenalkan sehingga memungkinkan tas-tas ikonis seperti Keepall, Speedy, dan Noé, hadir dengan material tersebut.

Sulit untuk membantah kejayaan monogram LV dari masa ke masa. Popularitasnya kian santer terlihat para selebriti dunia hampir tak pernah absen dari tas monogram LV mereka.

Banyak brand kemudian mengikuti jejak Louis Vuitton untuk membuat monogram versinya sendiri. Monogram yang sekarang jamak menghiasi produk-produk fashion keluaran jenama lain seperti Gucci hingga kelas lokal di Indonesia seperti Buttonscarves tak lepas dari pengaruh monogram LV.

Monogram LV Louis VuittonTak hanya tas, monogram LV turut menghiasi botol parfum. (Foto: Dok. Louis Vuitton)

Dalam perayaan 100 tahun monogram LV pada 1996, Louis Vuitton menggandeng sejumlah desainer ternama seperti Azzedine Alaia, Manolo Blahnik, Isaac Mizrahi, Sybilla, untuk berkreasi dengan motif tersebut sesuai DNA desain masing-masing.

Lantas, seperti apa selebrasi 130 tahun ini?

Louis Vuitton yang berada di bawah naungan LVMH ini akan menghadirkan rangkaian pameran global serta kolaborasi artistik edisi terbatas yang didedikasikan khusus untuk monogram yang tak lekang oleh waktu ini.

"Monogram tetap menjadi sebuah kanvas untuk inovasi, sebuah bidang kosong untuk mengekspresikan kreativitas para direktur artistik dan kreatif Louis Vuitton. Ia berdiri sebagai bukti warisan kami, sekaligus sebagai simbol yang terus bergema dan relevan di dunia," demikian pernyataan resmi Louis Vuitton.

PARIS, FRANCE - JANUARY 24: Pharrell Williams wears a cap hat, a pale pastel pink jacket with floral print, a blue denim jacket , black flared leather pants , a brown Vuitton leather monogram print bag, outside the Kenzo Menswear Fall-Winter 2025/2026 show as part of Paris Fashion Week on January 24, 2025 in Paris, France. (Photo by Edward Berthelot/Getty Images)Pharrell Williams, musisi sekaligus direktur kreatif divisi busana pria Louis Vuitton, menenteng tas Speedy LV yang berhiaskan monogram ikonisnya. (Foto: Edward Berthelot/Getty Images)
(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads