Kiprah Fashion Division yang Bawa Desainer Indonesia Fashion Show di Paris

Daniel Ngantung - wolipop Senin, 14 Mar 2022 11:36 WIB
Close-up of unrecognizable audience applauding at fashion show Ilustrasi Paris (Foto: iStock/Getty Images)
Paris -

Nama Fashion Division menjadi sorotan di tengah perdebatan klaim pencapaian desainer dan jenama Indonesia di Paris Fashion Week. Lantas, siapakah Fashion Division sebenarnya dan bagaimana kiprahnya di panggung mode Paris, Prancis?

Fashion Division berdiri sejak 2015. Seperti diungkapkan pendiri dan CEO Fashion Division Wulan S. Haryono, badan ini terdaftar di Prancis sebagai fashion show production.

"Perlu ditegaskan, kami bukan agensi. Kami adalah fashion show production resmi seperti yang sudah banyak di Paris. Ada Flying Solo, Fashion Week Studio, dan OFS," kata Wulan saat dihubungi Wolipop baru-baru ini.

Masing-masing dari tim produksi tersebut, lanjut Wulan, mewakili negara yang berbeda-beda. Fashion Division sendiri secara khusus menangani desainer dan jenama asal Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Fashion DivisionFashion Division (Foto: Instagram/@fashiondivisionparis)

Awalnya, Fashion Division membuat program bagi sekolah mode Indonesia yang ingin mengirimkan muridnya magang di Paris. "Walaupun desainer atau label yang dituju bukan nama besar, murid sekolah ini sangat tertarik," kata Wulan.

Esmod Jakarta, Lasalle College Jakarta, dan Binus, adalah beberapa institusi pendidikan yang disebut Wulan pernah menjadi kliennya.

Baru pada 2017, Fashion Division mulai menawarkan jasanya bagi desainer Indonesia yang tertarik memperkenalkan karyanya kepada khalayak Paris. Tities Sapoetra dan Harry Halim adalah segelintir klien pertama Fashion Division kala itu.

Wulan mengungkapkan, Fashion Division selalu menggelar peragaan busana berbarengan dengan Paris Fashion Week (PFW) meski acara tersebut bukan bagian dari pekan mode resmi yang digelar oleh Fédération de la Haute Couture et de la Mode (FHCM).

Close-up of unrecognizable audience applauding at fashion showIlustrasi Paris Fashion Week (Foto: Getty Images For L'Oreal/Vittorio Zunino Celotto)

"Karena semua jurnalis, influencer, buyer dari seluruh dunia berkumpul saat PFW. Kemungkinan desainer untuk mendapat exposure lebih besar," ujar Wulan yang juga pebisnis produk kecantikan.

Ada tiga agenda resmi PFW, yakni pekan mode untuk busana siap pakai wanita, pria, dan adibusana (haute couture). Dari ketiganya, Fashion Division lebih memilih momen PFW khusus busana siap pakai musim panas yang berlangsung setiap September. "Lebih ramai," katanya.Kendati demikian, lanjut Wulan, Fashion Division tidak pernah menjamin penjualan untuk setiap paket fashion show yang ditawarkan. Namun, pernah suatu kali, koleksi desainer klien Fashion Division laku terjual. "Kalau tidak salah nama desainernya Riska. Itu tahun 2019," ungkap Wulan.

Fashion Division memiliki beberapa penawaran paket fashion show, mulai dari 7.000 euro hingga 15.000 euro. Masing-masing paket untuk peragaan busana yang terdiri dari beberapa desainer atau jenama (sharing) sehingga beban biaya dapat dibagi dan menjadi lebih ringan.

"Paket 15.000 euro termasuk collaboration after the show. Jadi, desainer dapat benefit pemotretan dengan influencer atau karyanya dipakai artis di Paris," tutur perempuan yang berdomisili di Bali ini. Ia mengklaim seorang rapper Prancis pernah memakai karya klien Fashion Division setelah fashion show di Paris.

Meski calon klien bersedia membayar, Fashion Division tak semerta-merta menerima mereka. Ada proses pengkurasian yang harus dilalui. Di luar desain yang harus sesuai selera pasar di Paris, jenama atau desainer tersebut harus yang menggarap busana siap pakai. "Kami tidak menerima desainer bridal dan swimwear, karena itu ada musimnya sendiri," tegas Wulan.

[Gambas:Instagram]




Bantah Tudingan Menipu Desainer

Nama Fashion Division beberapa kali disebut Wanda Hamidah saat mengkritik soal klaim desainer tampil di 'Paris Fashion Week'. Ia menduga ada pihak yang menipu desainer bahwa mereka akan menggelar fashion show di Paris Fashion Week, padahal tidak.

"Tidak ada penipuan dan desainer pun tidak ada yang merasa ditipu. Setiap meeting, kami tegaskan ke mereka bahwa acara ini off-schedule, bukan bagian dari Paris Fashion Week yang resmi. Benar-benar 100 persen tidak ada penipuan," kata Wulan

Kalaupun terbukti menipu, tambah Wulan, Fashion Division tidak akan eksis saat ini karena sudah ditindak oleh pihak berwenang di Prancis. Baca berita selengkapnya di sini.



Simak Video "Hati-hati! Paris Fashion Week Peringatkan soal Pencurian Identitas"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)