ADVERTISEMENT

Kisah Tukang Las Pabrik Jadi Crazy Rich Singapura, Kekayaannya Kini Rp 267 T

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 03 Des 2021 06:00 WIB
zhang yong Foto: Dok. Forbes
Jakarta -

Tak sedikit pebinis kaya yang merintis dari bawah usahanya. Orang terkaya Singapura pun harus berjuang dari nol karena tidak datang dari keluarga kaya. Founder restoran Haidilao tersebut adalah pria yang berasal dari desa terpencil dan putus sekolah. Meski kini menjadi 'raja hot pot', ia sendiri tidak pernah makan di restoran sampai beranjak dewasa.

Zhang Yong adalah pendiri restoran hot pot Haidilao yang lahir di Jianyang, Provinsi Sichuan, China. Zhang Yong dibesarkan dari keluarga sederhana dan jarang menikmati kemewahan sejak kecil. Pria terkaya di Singapura versi Forbes tersebut juga tidak lulus SMA. Meski tidak bisa melanjutkan sekolah karena keadaan, ia dilaporkan menyukai puisi dan literatur.

Ia pun baru pertama kali mengunjungi restoran ketika berusia 19 dan pengalamannya tidak menyenangkan. Dikatakan jika saat itu para staff tidak memberi pelayanan dengan baik bahkan memperlakukannya dengan kasar. Hal tersebut adalah salah satu motivasi untuk membuat restoran di mana pelanggan bisa menikmati waktu dengan baik bersama keluarga.

Putus sekolah, Zhang Yong kemudian mengikuti pendidikan vokasi lalu menjadi tukang las di pabrik traktor. Ketika itu bayarannya hanya $14 (Rp 200 ribuan) per bulan. Enam tahun ia menjalani profesi tersebut sebelum akhirnya meriset dan membuka restoran. Dilansir Warga Biz, ia nekat menggunakan semua tabungan dan meninggalkan pekerjaan lama.

Zhang Yong mencoba buka restoran hot pot bersama pacar yang sekarang adalah istrinya juga seorang teman. Hot pot yang juga dikenal sebagai steambot sendiri adalah sajian khas China berupa sup dengan berbagai isian seperti sayuran dan daging. Restorannya sendiri mengunggulkan kaldu pedas khas Sichuan yang ternyata diminati pelanggan.

Meski tak bisa menyumbang banyak uang sebagai modal, Zhang Yong menjadi pemimpin dan berhasil membawa usahanya berkembang. "Aku tidak punya uang jadi yang lain adalah investor sebenarnya, meski jumlah investasi kami kurang dari 10 ribu yuan (Rp 22 juta)," ujar Zhang dalam petikan wawancaranya bersama koran lokal The Economic Observer.

Dari restoran yang hanya punya empat meja, restoran tersebut berkembang hingga menambah satu lantai. Tak lama Haidilao menjadi tempat makan hot pot terbesar di Jianyang. Zhang yong pun terus melebarkan sayap hingga kini punya 460 restoran di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Pernah mendapat pengalaman buruk ketika datang ke restoran, Zhang Yong mengutamakan pelayanan terbaik di tempatnya. Restorannya bahkan menyediakan layanan manikur, sikat sepatu sampai game agar pelanggan tidak bosan saat menunggu antrean panjang. "Posisi pasar kami sederhana, kami menyediakan tempat berkualitas tinggi untuk bertemu teman dan keluarga," ujarnya.

Pria dengan kekayaan sekitar berkisar US$19 miliar atau Rp 267,9 triliunan tersebut kemudian pindah ke Singapura pada 2010.

(ami/ami)