Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Cegah Retur Nakal, Penjual Online Pakai Label Unik Mouse Pad-Pakaian Dalam

Vina Oktiani - wolipop
Sabtu, 03 Jan 2026 17:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Label jualan unik
Foto: via SCMP
Jakarta -

Seorang pemilik toko online asal China timur mendadak viral berkat ide kreatifnya dalam mengatasi masalah retur yang merugikan. Penjual bernama Wang, yang tinggal di Changzhou, Provinsi Jiangsu, menggunakan barang-barang kebutuhan sehari-hari sebagai label pakaian yang dijualnya.

Melansir SCMP, Wang sebelumnya menjalankan bisnis piano yang harus gulung tikar. Ia kemudian beralih menjual pakaian pria secara online. Dari pengalaman berjualan, Wang menyadari bahwa kebijakan retur tujuh hari tanpa alasan yang diterapkan platform e-commerce kerap disalahgunakan oleh sebagian pembeli.

Alih-alih menggunakan label baju biasa, Wang justru memilih benda-benda unik seperti mouse pad, botol cairan wiper, asbak kertas, kaus kaki, hingga pakaian dalam sebagai penanda pakaian. Label tersebut dipasang langsung pada produk yang dijual sehingga sulit dilepas ataupun disembunyikan tanpa merusak barang tambahan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Label jualan unikLabel jualan unik Foto: via SCMP

Menurut Wang, ide ini terinspirasi dari tingginya angka retur di industri fesyen, terutama pakaian wanita. Data dari 36Kr Research menyebutkan bahwa tingkat retur penjualan fesyen wanita melalui live streaming mencapai 80 persen dalam setahun terakhir.

Wang menilai banyak pengembalian barang terjadi karena produk yang diterima tidak sesuai dengan foto promosi. Ia pun menegaskan bahwa seluruh foto produknya ditampilkan tanpa editan dan menunjukkan bentuk asli saat dikenakan. Ia juga mengajak penjual lain untuk lebih fokus pada kualitas produk, bukan sekadar iklan menarik.

ADVERTISEMENT

Beberapa pembeli, kata Wang, sengaja memanfaatkan sistem retur untuk 'menyewa gratis' pakaian. Barang dipakai untuk foto atau acara tertentu, lalu dikembalikan dengan alasan kualitas. Bahkan, media China melaporkan adanya kasus penggunaan teknologi AI untuk memalsukan foto kerusakan demi mendapatkan pengembalian dana.

Dalam salah satu videonya, Wang memperlihatkan label mouse pad yang ukurannya hampir selebar punggung orang dewasa. Dengan cara ini, pembeli yang berniat mencoba pakaian gratis harus siap berjalan-jalan dengan label mencolok tersebut.

Pakaian yang dijual Wang sendiri dibanderol dengan harga sekitar 140 yuan atau setara Rp 334 ribu per item. Penggunaan label unik memang menambah biaya produksi sekitar 6-7 yuan (Rp 14-16 ribu) per produk, namun terbukti efektif mengurangi retur yang merugikan.

Hasilnya pun signifikan. Setelah menerapkan label kreatif tersebut, penjualan Wang dilaporkan meningkat hingga dua kali lipat. Selain itu, pelanggan justru merasa diuntungkan karena mendapatkan barang tambahan yang bisa langsung digunakan.

Salah satu pembeli mengaku senang menerima mouse pad dan asbak dari pembelian celana. Bahkan, ia hampir lupa bahwa barang utama yang dibelinya adalah pakaian.

Ke depan, Wang berencana menggunakan label yang lebih kreatif lagi, mulai dari selimut kaca untuk sepeda listrik hingga kartu isi ulang game. Ia bahkan mengungkapkan rencana kolaborasi dengan perusahaan komputer untuk menghadirkan label edisi terbatas berupa kartu grafis bernilai tinggi.

Kreativitas Wang pun menuai pujian luas di media sosial China. Banyak warganet menilai idenya mampu mengubah pengalaman belanja online menjadi lebih seru.

(vio/vio)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads